
Sebelum Andini tidur ia sempet melihat wajah suaminya yang belakangan ini agak pucat dan lesu.
"Mas.."ucap Andini pelan sambil memegangi perutnya yang besar.
"Sebaiknya mas Dani dirumah saja..biarkan bu Tuti yang pegang resto ya..lagian perasaanku kayanya sebentar lagi baby akan keluar mas"
"Oke sayang..aku dirumah besok aku akan called bu Tuti..maaf ya aku terlalu terlena sama restoku..mulai besoknaku sama kamu ya"
"Alhamdulillah seneng aku dengernya..dah bobo mas"
Andini membiarkan suaminya mendengkur keras disampingnya..ia tidak berani cerita bahwa sudah dua kali malam ini perutnya seperti ada yang nendang dari dalam. Ia hanya mengelus elus sambil membacakan doa menenangkan sang baby yang ingin cepat cepat keluar..
"Sabar ya sayang..pelan pelan keluarnya..yang santai yah" bisiknya sambil terus mengelusnya.
Menjelang subuh kira kira jam 4 pagi, Andini terbangun..ia kaget spreinya basah..langsung ia mencubit perut suaminya. Dani kaget dan terbangun.
"Sayang! kenapa?"
"Mas..Airbus pecah! cepet kerumah sakit! Aduuh!" teriak Andini.
Dani langsung loncat dan memakai jaket..pelan pelan ia pegang kedua tangan Andini dan mereka berjalan keluar kamar.
Melewati kamar tamu ia bangunkan mamanya yang sudah 2 hari lalu nginep disana.
"Mama! bangun! Andini mau lahiran!"
Sang mama langsung bangun membereskan rambutnya mengambil tas Andini dan mereka masuk kemobil.
"Bang Hari bangun bang! kita kerumah sakit!"
Hari yang sengaja ga pulang dan tidur digarasi langsung loncat, ia masuk kamar mandi dan cuci muka dengat cepat langsung membuka garasi mobil.
Perjalanan 10 menit mereka sudah sampai di rumah sakit Bintaro dan langsung masuk kekamar bersalin.
"Apa bapak mau menemani didalam kamar bersalin? bapak siap menemani? kalao tidak ga apa apa tunggu diluar"
"Tidak apa apa..saya ikut kedalam bantu dokter bersalin..saya siap ayok kita masuk..mama diluar aja sama bang Hari..toling cal papa dan mama Andini ya"
Setelah kurang lebih 30 menit ahirnya lahirlah putra mereka ke dunia.
"Bapak mau pegang putranya?" ucap sang dokter.
Dani mengangkat bayi yang masih penuh darah mulai dari wajah sampai kaki. Dani tersenyum bangga..
"Selamat datang anakku sayang..Alhamdulillah ya Allah"
"Oke pak..kami bersihkan dan ambil ari arinya dulu ya..nanti mamanya bisa liat kalo sudah bersih"
Dani menyerahkan sang putra kembali ketangan dokter..ia langsung mendekat ke Andini dan berbisik..
__ADS_1
"Selamat mama..putramu telah lahir"
Andini meneteskan air matanya dan tersenyum.
"Mas..anakmu pinter, aku ha terlalu sakit waktu lahirkan dia, seakan keluarnya terjun bebas.."
Dani lalu mencium kening istrinya.
"Anak yang tegar dan kuat seperti mamanya..bentar mama aku bacakan salawat dulu dikupingnya" ucap Dani sambil tersenyum dan mengerdipkan satu matanya.
Tidak lama kemudian..
"Ini pak..putranya..sehat sekali, beratnya 3.8kilogram sempurna!" ucap pak dokter sambil menyerahkan ketangan Dani.
"Mama..liat anakmu..mau ditaro didadamu?"
"Heeh..makasih sayang..sini nak sama mama" ucap Andini.
Pak..maaf kami akan bersihkan dulu ibunya dan tempatkan sang putra ditempatnya dulu..bapak boleh tunggu diluar sampe selesai"
"Terima kasih dok! bentar ya mam"
...♧■○■○■○♧...
Ternyata diluar sudah ada papanya Dani bersama mama dan bang Hari.
"Waah selamat anakku!" kata mama dan memeluk Dani.
"Coba aku call orang tua Andini dulu"
Beberapa saat kemudian,.
"Pagi papa mama!..baru saja Andini melahirkan laki laki sehat sempurna!"
"Alhamdulillah Dan! Alhamdulillah! Selamat ya..kita akan berangkat pagi ini..kita akan langsung ke Premier Bintaro ya..kamar berapa Dani?"
"Dini di VIP room 3A papa"
"Oke siap! mungkin jam 6 sudah masuk Jakarta..oya ini siEma mau ikut biar bantu bantu disana ya"
"Bang..selamat ya!" ucap Hari dengan semangat.
...♧■○■○■○♧...
"Selamat siang pak Dani saya petugas pencatat kelahiran..bisa minta nama putranya..atau apakah sudah disiapkan?"
"Oh ya terima kasih..kami sepakat apabila yang lahir laki laki maka namanya adalah Rikmo Adewa..jadi, Rikmo Adewa bin Purwocokro"
"Wah nama yang bagus bapak..baik jadi saya taruh nama Rikmo Adewa Purwocokro ya"
__ADS_1
Meskipun ia sangat bahagia namun ada satu rahasia yang hanya ia sendiri tau..Sebetulnya sudah dari malam tadi perasaannya ga enak, kedua kakinya terasa kembali dingin dan napasnya agak sesak..tapi demi semuanya ia tidak mau memperlihatkan hal itu.
"Bang..maaf ya, gimana kondisi badan?" tanya Hari.
"Jangan bilang siapa siapa..sebetulnya aku lagi down..kamu disampingku terus ya"
"Sudah kuduga bang..kalo terasa berat langsung tarik tanganku, bang Dani ga usah bilang apa apa langsung tangan saya ditarik..ngerti ya bang, Bismillah bang semua aman"
"Makasih bang Hari..saya ambilkan air putih bang, saya makan satu pil dulu"
Dani sebetulnya sedang parah banget, ia merasa dikeningnya keluar keringat dingin..apakah harus aku kasih tau papa? Ya Allah kuatkan aku..
Hari itu banyak para teman dan saudara yang datang dan menjenguk..Dani menyerah, ia sudah ga kuat lagi untuk berlama lama berdiri. Ahirnya ia mendatangi papanya.
"Papa..bawa aku ke UGD sekarang..jangan bilang Andini ya.." katanya lemah.
Ya Allah..Har! ambil kursi roda tuh disana! ayo kita ke UGD!"
Hari langsung berlari mengambil kursi roda, Dani didudukkan dan langsung dibawa ketempat suster jaga dan seorang dokter yang kebetulan disitu membawa Dani ke UGD untuk pemeriksaan cepat.
Mama langsung lemas melihat itu dan berkata kepada saudara saudaranya agar tidak katakan apa apa ke Andini.
"Halo pak..ini papanya Dani..kita akan bawa Dani ke UGD kayanya dia down lagi, monggo silahkan kekamar Andini ga apa apa..tapi jangan bilang Dani lagi diperiksa"
"Ya Allah!..baik pak..kabari selanjutnya ya"
...♧■○■○■○♧...
2 suster perawat senior langsung mengambil alih pemeriksaan Dani dari tangan suster jaga.
"Maaf bapak namanya siapa?" tanya salah satu suster senior.
"Saya Dani" ucap Dani lemah, mulutnya terasa kering.
"Mba Nin..cepat panggil dokter Brata..pasien sepertinya akan masuk kondisi Prematur Sinkop!"
Suster itu langsung merebahkan Dani diatas tempat tidur dorong.
"Sekalian dokter Sadli ya, dia dokter jaga ahli Kardiologi!"
Mba Nin sang suster senior langsung mengkontak kedua dokter untuk segera hadir dikamar pemeriksaan.
Dani tambah lemas, tubuhnya seperti ringan seperti kapas..berkali kali ia mencoba teriak tapi tidak satupun kata yang keluar dari mulutnya. Ia hanya bisa menatap kearah dua lampu terang diatas. Bayangan anaknya yang baru lahir muncul..ia masih ingat anak bayi itu ia beri nama Rikmo Adewa.
Rikmo Adewa adalah pilihan nama yang diberikan Andini. Andini pernah berkata: " Mas..kalau yang lahir laki laki berikan nama Rikmo Adewa yang artinya rambut Dewa..karena ia terlahir dari benih seorang dewa yaitu kamu mas..sang dewaku"
Setelah itu Dani merasakan kegelapan dan iapun pingsan...
...☆■○■○■○☆...
__ADS_1