Keduanya Telah Hilang

Keduanya Telah Hilang
Andini kembali kewarung.


__ADS_3

Meskipun awalnya malu malu..ahirnya Andini melahap habis sup mi panas sampai habis.


"Alhamdulillah.." ucap Dani.


Andini mengulang ucapan itu dan ia mengatubkan kedua tangannya kemukanya dan berdoa. Ia bersukur bahwa malam ini ia makan disebuah meja makan ditemani oleh seorang priya yang baik..ia mendoakan agar priya yang duduk didepannya di berikan rahmat dan rejeki yang berlimpah.


"Mas..biar aku yang bawa semua piring ini dan untuk pakaianku dikamar mandi..aku akan mencucinya malam ini"


"Terima kasih Din..gini, sebentar lagi kita ke super market..akan aku belikan satu set pakaian untukmu..lebih baik pakaian dikamar mandi dibuang saja..semua harus baru Dini"


"Ya Allah mas..baiklah aku bereskan ini dulu" Andini bangkit dan membawa kedapur..ia langsung mencucinya dan membersihkan meja makan.


"Ayok kalo sudah kita ketoko sebelum tutup"


"Tapi apa mas ga malu aku pake pakaian begini?"


"Alah..kamu pake baju yang kotor aku juga ga malu..ayo kita berangkat"


...♧■○■○■○♧...


2 set pakaian dalam, 2 kaos dan 2 celana jeans diborong Dani.


"Din, kamu pilih yang mana terus masuk kamar ganti..dipake yang baru"


Tidak lama Andini keluar, Dani tercengang melihat Andini yang kini telah berubah. Disana tampil seorang gadis berwajah cantik, asli tanpa make up.


"Wow! cantiknya anak ini!" puji Dani.


"Mas Dani bisa aja..ini aku suka mas trima kasih"


"Alhamdulillah..malam ini cukup segini besok kita cari lainnya ya"


"Ya Allah cukup mas..ini lebih dari cukup."


"Ayok kita pulang..nanti mampir di nasi padang ya..aku masih lapar"


"Baik mas"


"Nanti malam setelah makan malam kamu ceritakan ke aku semua kejadianmu..setelah itu akan aku ceritakan apa rencana dalam hidupku"


"Waduh..panjang dan menyedihkan mas..mending kita bahas rencana depan mas Dani aja"


Dani sengaja ajak Andini jalan jalan dulu sebelum pulang kerumah. Ketika mereka sampai diperempatan jalan dan berhenti waktu lampu merah, ada seorang pengemis tua berjalan pelan mendatangi jendela mobil Dani.


"Mas..boleh ga kasihkan wang kecil"


"Ya boleh dong..kamu yang kasih ya"


Andini membuka jendela dan menyerahkan wang kecil ketangan orang tua itu, namun ketika Andini memberikan wang itu sengaja ia menggenggam tangan orang tua itu.


"Pak..yang sehat ya..ini sedikit wang"


"Terima kasih neng..bapak doakan neng selamat ya"


"Amin pak"

__ADS_1


Andini melepaskan genggamannya ketika mobil sudah bergerak kedepan.


"Terima kasih mas Dani"


Tidak berapa lama setelah membeli 2 bungkus nasi padang ahirnya mereka kembali kerumah.


"Nah..kau mau cerita atau gimana?"


"Mending..aku ga usah membuka masa lalu mas..lain kali aja ya..mas Dani cerita saja tentang rencananya, katanya mau cerita kan?"


Setelah mereka makan malam, Dani mengajak Andini duduk disofa ruang depan. Ia mulai bercerita bahwa sebentar lagi akan dibuka rumah makan..ia ingin Andini kerja disana.


"Baik mas..saya akan bantu..rencana kapan akan dibuka mas?"


"Insya Allah bulan depan kita sudah buka..kebetulan aku yang jadi tukang masaknya..nanti aku akan kenalkan kamu sama Dahlan dia yang akan jadi managernya disana. Kita ga usah cerita tentang bagaimana ketemunya kita bilang aja temen lama dari Bandung"


"Waah mas Dani jadi tukang masak? nanti aku diajarin ya..pantesan didapur banyak bener bumbu masak..hebat mas"


"Insya Allah sukses ya..oke, kamu mau istirahat?"


"Aku ga bisa tidur mas..masih kaget sama semua ini..kalo mas Dani mau istirahat silahkan"


"Ga apa apa aku temenin kamu ngobrol..besok pagi ikut aku kekantor..disana ada Dahlan sekalian kamu kenalan"


Mereka berbincang bincang sampai larut malam. Andini mulai sedikit sedikit cerita masa lalu tapi belum secara rinci.


"Loh kamu dulu kerja dikantor? Dan kamu bagian keuangan? gila..kamu tuh ambil kehidupan yang sangat jauh berbeda..aku kagum akan keberanianmu..Alhamdulillah aku menemukanmu!"


"Ya Allah mas..aku yang Alhamdulillah banget..ga tau bagaimana mengembalikan semua ini"


...♧■○■○■○♧...


Ahirnya minggu yang ditunggu tunggu telah datang dan hari ini semua karyawan disatukan dalam satu pertemuan ahir sebelum restoran dibuka 3 hari lagi.


Setelah pertemuan selesai jam 5 sore Dani pulang bersama Andini rencananya akan melihat ketempat kos wanita tapi karena hujan deras rencana itu mereka urungkan.


"Din..kita mampir kewarung yang dulu yuk..kamu mau?"


"Aduh malu sama ibuk warung mas.."


"Loh ga apa apa..siapa tau bisa ketemu bang Hari"


Ya terserah mas Dani deh..hihi ga kebayang"


Tidak lama mereka tiba diwarung, Dani parkirkan mobil. Keduanya masuk ke warung.


"Buk selamat siang"


"Eh sibapak..masuk pak" Sang ibuk pemilik warung sempat melirik kearah Andini tapi ia tidak mengenali gadis cantik itu.


"Buk liat bang Hari?"


"Tadi sih makan mi disini..kenapa?"


"Bentar buk saya mau panggil bang Hari dulu ada kejutan buat dia"

__ADS_1


Dani tiba tiba menarik tangan Andini.


"Sst..kamu duduk dimobil dulu..aku mau buat kejutan buat mereka"


Setelah itu Dani lari kejalan dan setelah liat kiri dan kanan ia melihat Hari sedang duduk disebuah warung pinggir jalan.


"Bang!" Dani berjalan cepat kearah preman itu.


"Hei bang apa kabar?" kata Hari sambil berdiri.


"Bang..ayok ikut saya..ada hadiah kejutan buat abang"


"Ada apa sih bang?"


"Ayo ikutlah nanti liat sendiri"


Dani meminta bang Hari masuk kewarung.


"Buk dan bang Hari tunggu sebentar ya"


Dani lari keluar dan menarik tangan Andini dari mobil.


"Ya ampun mas! hihihi" Andini tertawa kecil.


Dani menggandeng tangan Andini memasuki warung, bang Hari dan ibuk bertanya tanya dalam hati siapakah gadis cantik itu?


"Oke..perkenalkan Andini!" ucap Dani sambil merentangkan kedua tangannya.


"Busyet siManis gila!! buuk! ga kenalin apa??"


"Siapa?? ibuk ga kenal..ga mungkin ah ini siManis" kata siibuk langsung menuju kedekat Andini.


Dani tersenyum bangga..ia membiarkan kedua orang itu mendekati Andini.


"Ya Allah..ini siManis?" ucap si ibuk.


"Makanya aku panggil siManis..aku tau dia ini cantik sebetulnya..ya Tuhan kamu jadi cantik..rugi besar abang.."


"Hahaha..bang Hari bisa aja" ucap Dani.


"Sesuai janjiku bang..aku rubah dia dan aku jaga dia"


"Terima kasih bang..benar benar tepat janjimu"


"Sekarang tinggal satu lagi janji saya bang..yaitu memberi hadiah kepada 100 anak yatim piatu sesuai janji saya ke Andini"


"Alhamdulillah ya Allah nak..udah jangan jadi gelandangan lagi kaya dulu ya..kamu sudah jadi manusia normal sekarang" kata si ibuk sambil memegangi tangan Andini.


"Buk..bang Hari, dulu kalian suka menolong aku..ibuk sering kasih aku tempe dan kadang kadang teh gitu juga bang Hari sering banget ngasih teh sosro dan ubi panas..saya mengucapkan banyak banyak terima kasih..semoga Allah akan memberikan pahala dan rejeki yang berlimpah..Alhamdulillah berkat bantuan mas Dani aku sekarang jadi begini"


"Aamiin ya Allah.." ucap si ibuk pemilik warung.


"Cakep! Saya salut sama bang Dani! terima kasih bang sudah nolong siManis..eh Andini hehe"


...☆■□■□■□☆...

__ADS_1


__ADS_2