
Jam menunjukkan baru pukul 8 pagi, Andini pagi ini sibuk membereskan sisa piring dan gelas kotor bekas sarapan pagi mereka tiba tiba ponsel berdering, Dani diujung sana..
"Halo mas! jam berapa tiba diBandung?"
"Haha..aku sudah di grab..sekarang menuju kerumahmu..aku sengaja ga kasih Info kedatangan..biar kamu sedikit deg deg plas!"
"Ya Allah! teganya sampe ga kasih tau..kira kira berapa lama sampe sini?"
"Sepuluh menit aku dah sampe"
"Ampun deh! oke aku mau bilang papa dulu..rumahnya yang ada pohon palem kuning didepannya ya sayang"
"Oke..bentar yah..bye"
"Bye mas!"
Cepet cepet ia bereskan dapur dan membereskan ruang tamu. Ia ketuk kamar ibunya.
"Mama! mas Dani sepuluh menit akan datang!"
"Oh ya..bilang papamu ya..kayanya lagi dikebun belakang"
Andini lari kearah belakang, ia liat papanya sedang sibuk dengan tanamannya. Aduh! tangannya kotor!
"Pa..mas Dani mau datang! yuk cuci tangannya"
"Oh ya..ko cepet kirain papa siang datangnya" katanya sambil tersenyum.
"Dini juga pikir demikian..ya udah ga apa apa..yuk pah"
Andini masuk kekamar mandi dan sikat gigi..untung ia sudah mandi tadi pagi. Dengan cepat Andini masuk kekamarnya dan memoleskan sedikit body lotion dan mengikat rambut panjangnya.
Lewat 5 menit kemudian Bell rumah berbunyi, Andini langsung lari kedepan. Disana Dani sudah berdiri dengan senyum khasnya.
"Assalamualaikum..apa kabar?"
"Waalaikumsalam selamat pagi..Alhamdulillah..yuk masuk" Andini menarik sebelah tangan Dani dan membawanya keruang tamu.
"Gimana mas? restoran sibuk ya?"
"Alhamdulillah..lumayan sibuk, aku pulang nanti sore ya..kasian Dahlan sendirian, tapi semua udah aku prep masakan..kita kan sekarang ada Nanang asistenku..dia bisa handel"
"Yah ampun sore ini? cepet amat"
Ketika mereka berbicara papa dan mama keluar dari kamar dan langsung memberikan salam.
"Halo..Dani ya?" ucap ibunya.
"Selamat pagi buk..iya Dani buk..Selamat pagi bapak" Dani berdiri dan memberikan jabatan tangan. Dani tidak lupa mencium tangan kedua orang tua Andini.
"Nak Dani naik apa tadi kesini?"tanya sang ayah.
__ADS_1
"Saya naik kereta pagi pak terus pake grab kesini.." kata Dani sambil tersenyum.
"Din..siapkan minuman nak untuk masmu..minum apa mas Dani?"
"Aduh..Dani aja buk ga pake mas..saya kopi hitam saja, trima kasih"
Andini langsung kedapur menyiapkan segalanya. Hatinya berdebar..semoga semuanya berjalan dengan lancar.
Ketika Andini membawa satu baki dengan satu cangkir kopi dan satu piring kecil berisikan kueh kueh kering, ia menyaksikan betapa akrabnya mereka berbincang disana. Alhamdulillah pikirnya.
"Din..boleh ikut duduk disini? aku mau bicara sama bapak dan ibuk dihadapanmu.." ucap Dani sambil tersenyum.
Andini memgambil posisi ditengah disebuah kursi diantara Dani dan orang tuanya.
"Bapak dan ibuk yang terhormat..pertama tama saya mengucapkan terima kasih kepada Allah yang maha kuasa telah memberikan suasana yang damai dipagi ini..Mohon maaf sebelumnya, Bisa saya katakan bahwa setelah satu tahun lebih saya berkenalan dengan Andini..saya telah menemukan seorang yang sangat spesial bagi saya didiri Andini..Mohon maaf bapak dan ibuk.. saya telah jatuh cinta dengan Andini.."
Dani berhenti bicara, keringat dingin terasa mengalir dilehernya..ia mendehem sedikit dan meneruskan pembicaraannya.
"Bismillahirohmanirohim..kedatangan saya disini tujuan utamanya selain silahturahmi sekaligus meminta ijin agar saya diperbolehkan meminang Andini.."
Dani sempat melirik kearah Andini. Ia lihat Andini menundukan wajahnya kebawah, ia sedikit malu akan ucapan Dani tapi ia juga terharu sekali.
Ehem..
Ayah Andini mendehem dan melirik ke istrinya selanjutnya ke Andini.
"Alhamdulillah kalau memang itu sudah keinginan kalian berdua..Perkawinan adalah kesepakatan dua sisi yang berbeda yang diikrarkan menjadi satu. Apabila kalian telah yakin akan semua ini maka, permohonanmu saya berikan persetujuan..apa begitu denganmu buk?"
"Iya pak..dan Dani, saya sebagai mamanya Andini juga menyetujui..pegang teguh janji kalian berdua. Semuanya bukan kehendak saya dan bapak, semuanya adalah pilihan kalian berdua..maka jadilah kalian pasangan yang abadi dan penuh kasih sayang sampai ahir hidup kalian nanti"
"Papa dan mama..Andini ucapkan terima kasih..Bismillahirohmanirohim,.atas doa papa mama kami akan menjaga amanah itu sebaik baiknya" Kata Andini sambil memberikan salam hormat dengan mengatubkan kedua tangan diwajahnya. Kedua mata Andini nampak berkaca kaca.
"Baiklah..kami akan menunggu kedatangan orang tuamu kesini Dani..Kami siap kapan saja, tinggal diberi tau waktunya saja"
Pertemuan itu berlangsung dengan penuh kehangatan..sebelum Dani ijin pamit pulang..dikatakan bahwa secepatnya ia kembali ke Jakarta akan dikabarkan kapan akan dilakukan pertemuan selanjutnya.
"Papa..Dini mau antar mas Dani kestasiun kereta..aku pake mobil papa ya"
"Silahkan..ati ati ya"
...♧■○■○■○♧...
Sisa hari Andini diBandung ia gunakan untuk mengundang kerumah semua teman lamanya.
"Teman temanku semua..ada satu berita yang akan kusampaikan..mohon dengarkan baik baik ya"
"Waah apa nih?" tanya Anita salah satu sahabatnya yang dulu paling sering menyebarkan pamphlet foto Andini kesegenap pelosok kota Bandung.
"Insya Allah paling cepat bulan depan aku akan melangsungkan pernikahan!"
"Wuhuuu!!" Semuanya berteriak kegembiraan.
__ADS_1
"Siapa calonmu Din?" ucap Nungke.
"Oke..kalian tidak kenal, namanya Dani..lengkapnya Dani Anggara Sukmojoyo..dia akan hadir mungkin 2 minggu lagi membawa orang tuanya untuk melakukan pinangan" ucap Andini dengan gembira.
"Alhamdulillah..yes! kabar yang sangat top!" ucap Erika.
"Doakan..semoga kali ini berjalan lancar.
"Pasti dong Din!" ujar Nungke lagi.
Ditengah tengah hiruk pikuk, mama membawa baki penuh kueh cemilan.
"Nah..sambil seru seruan..yuk cicipin kueh banana bread mama..enak dimakan sama teh"
"Wow mama.. pantesan bau enaknya tadi sampe sini!"
Sambil mencicipi kueh Banana bread mama, mereka berfoto selfie intinya acara itu sangat meriah. Diam diam Andini mengucapkan sukur kepada Allah akan semua ini.
Ya Allah sungguh menakjubkan pelajaran yang kau berikan kepadaku..ternyata dibalik derita yang kudapat ada hadiah yang kau sembunyikan..
Kemeriahan pertemuan terhenti ketika Ponsel Andini berdering ia lihat video call dari Dani.
"Ssst..mas Dani video call..ini kalau kalian mau liat orangnya" Semuanya langsung terdiam.
Andini tekan tombol video dan nampak wajah Dani dengan senyum diwajahnya.
"Halo sayang.."
"Hai mas! liat dibelakangku!"
Dani kaget melihat ada sekitar enam cewe cewe yang melambaikan tangan mereka.
"Ya ampun Din..siapakah mereka?"
"Ini semua sahabatku mas..say hello ya"
"Haloo semua!" ucap Dani sambil melambaikan tangannya.
"Halo mas ganteng! hahaha!" kata Erika sambil melambaikan tangannya.
"Seru ya mas..ada apa mas?"
"Kita sudah set yang, ahir minggu depan aku dan ortu akan datang keBandung!"
"Alhamdulillah! oke aku kan kasih tau papa mama..nginep ya?"
"Ya rencananya kami nginep satu malam"
"Oke mas..asik! mau aku atur penginapan atau gimana?"
"Ga usah Yang..aku yang atur dari sini..kamu ga usah repot. Oke ya..aku kedapur dulu..salam untuk semua!"
__ADS_1
"Bye mas!!"
...☆■○■○■○☆...