
"Ya Allah! Jangan begitu mas!..kamu orang sukses dan orang bersih,..masih banyak orang lain yang butuh pertolonganmu..aku hanya seorang gelandangan yang tidak ada artinya" Ucap Andini ditengah tengah tangisnya.
Dani kaget melihat Andini menangis dan mengeluarkan air mata dipipinya yang kotor.
"Aduh jangan nangis dong..aku bilang yang sebenarnya..tapi kamu jangan nangis dong..please"
"Maafkan aku hehe..ada juga ya gelandangan yang nangis..aku hanya terharu mendengar kamu bilang gitu" Andini mengusap pipi dan air matanya dengan bajunya yang kotor.
"Boleh saya tau namamu? supaya aku gampang memanggilmu"
Andini terdiam sebentar..ia menatap jalan diluar sana yang mulai macet.
"Namaku..namaku Andini"
"Wow! nama yang indah! oke aku panggil kamu Dini boleh?"
Andini tersenyum.
"Boleh mas..panggil aku apa aja boleh"
"Dini..demi Allah aku bersumpah..sore ini kamu aku bawa kerumahku..kamu bersihkan badanmu dan akan aku siapkan satu kamar malam ini dirumahku..besok kita cari kontrakan..aku mau kamu keluar dari kehidupan ini"
"Mas Dani, maafkan aku..aku tidak mau..biarkan aku disini mas, kalau mas mau ketemu aku..kesini saja" Sebetulnya Andini mau keluar dari tempat itu, tubuhnya sudah cape ga karuan.. tapi ia sudah tidak percaya siapa siapa apalagi seorang priya yang ia belum pernah kenal sebelumnya.
"Baiklah..kita memang baru bertemu..perlu waktu untuk kamu mempercayai diriku..ga apa apa, aku mengerti." Ujar Dani sambil memandang ketanah.
"Terima kasih mas atas pengertian mas Dani"
"Tapi kamu jangan kemana mana ya..aku setiap hari akan kesini"
"Terima kasih mas..ada apa sih mas ko kepingin kenalan sama aku? Gelandangan tuh kotor mas dan aku tinggal bersama kucing dan tikus kotor.."
"Tikus dan kucing kotor itu kalau hati mereka bersih dan baik itu lebih mulia dimata Allah daripada orang yang keliatannya bagus dan keren ternyata hatinya busuk" kata Dani.
Andini tertegun dengan ucapan Dani, sangat tepat sekali ucapan itu.
"Betul sekali mas! ya udah mas, pulang..jangan kelamaan disini..aku kasian"
"Ga, aku ga mau pulang..aku enak disini lagian macet banget! Eh kamu laper pasti kan..yuk kita makan Indomi diwarung!"
"Eh ya Allah! malu mas aku kesana..masa gembel makan diwarung hehe"
"Makanya aku bilang kamu aku bersihkan..supaya kita bisa makan dimana mana"
"Mas..apa ga punya pacar atau istri?"
"Aduh..bikin pusing Din, dulu pernah punya..tapi gayanya minta ampun! enak begini sendiri berkarya"
"Hmm gitu ya"
"Ayo deh..demi Allah aku bersumpah aku ga mau apa apain kamu ya Allah! sumpah lo nih! ga main main! aku tau kamu bukan gelandangan ini bukan tempatmu Dini! aku yakin itu"
__ADS_1
"Terus aku kalo sudah mandi dan pindah apakah janjimu akan kamu tepati? kasih makan anak yatim, 100 anak?"
"Demi Allah aku berjanji! kalo sampai tidak biar aku hancur lebur oleh sumpahku!"
"Ya Allah gimana ya.." Andini bingung.
"Baik..tunggu disini ya..aku mau pamit sama temanku"
"Oke! aku tunggu"
Andini bangun dan berlari kejalan raya mencari Hari.
"Har!" Andini berlari mendekati Hari yang sedang mengatur parkir di Alfamart.
Andini ceritakan semua kejadian dengan Dani.
"Oke..ayok ketempat orang itu..kamu yakin sama orang ini?"
"Aku yakin Har..kamu kan mau aku keluar dari sini..mungkin ini kesempatanku kembali pulang"
Keduanya kemudian berjalan kearah dimana Dani duduk.
Dani melihat dari jauh Andini datang dengan seorang preman. Ia berdiri, siapa laki laki itu?
"Mas..kenalkan ini temanku Hari dia yang pegang daerah sini. Dia satu satunya temanku"
"Halo selamat sore"
"Bang saya tadi denger cerita siManis..apa bener bang? jangan macem macem bang kasian anak ini" ucap Hari dengan tegas.
"Ya demi Allah benar..ini KTP ku catat aja dan ini no hp ku, situ catat aja..saya yang tanggung jawab Andini ini"
"Oo kamu namanya Andini? aku baru tau namamu Andini busyet keren! Bang maaf ya aku foto KTPnya"
Hari foto KTP Dani dan berjabatan tangan.
"Bang..jaga anak ini..dia bukan gelandangan, aku tau itu! Jangan dilecehkan bang! Kalo aku dengar dia rusak karena abang.. saya akan bertindak!"
"Bang..jangan takut, demi Allah saya jaga anak ini..oke Dini sudah siap..yuk ke mobil"
Andini membalikkan badannya ke Hari.
"Bang Hari terima kasih atas bantuan abang selama ini!"
"Dah jalan sana kau! abang sedih kalo lama lama..ati ati kau ya!"
Andini melambaikan tangan dan berjalan bersama Dani.
"Ya Tuhan..aku tau kau melihat semua ini..selamatkan anak itu!" gumam Hari dalam hati.
Dengan hati hati Andini masuk kedalam mobil..pikirannya melayang jauh kebelakang..ia ingat mobilnya dulu. Tubuhnya bergetar ketika ia duduk dikursi mobil Dani yang empuk.
__ADS_1
Sudah hampir setahun ia menjadi gelandangan. Hanya rumput dan bebatuan tempat ia biasa duduk.
"Maafkan aku mas..bajuku mengotori jok kursimu dan badanku bau busuk"
"Ga apa apa Din, kamu santai ya"
Setelah satu jam mereka sampai dirumah Dani. Rumah biasa tidak terlalu besar tapi ditata apik.
"Ayok turun..kita masuk rumah" ucap Dani.
Andini turun dan mengangkat satu kresek tas plastik miliknya.
Dani membuka pintu rumah dan persilahkan Andini masuk.
"Aku akan ambil anduk baru dan untuk sementara kamu pake kaos dan celana olah ragaku ya..nanti kita beli pakaian baru"
Dani masuk kekamar dan kemudian menyerahkan satu handuk beserta kaos dan celana warna hitam.
"Oke kamu mandi dulu ya..aku buatkan mi nanti kita makan bareng..ayo jangan malu..kamu mandi yang bersih, mandi yang lama ga apa apa..santai pokonya harusnya bersih..itu ada shampoo kamu pake itu"
Andini langsung masuk kekamar mandi. Didalam ia menanggalkan semua pakaiannya. Terasa kotor dan bau sekali.
Andini memutar kran air mancur dan membiarkan air hangat mengguyur tubuhnya. Nikmat tiada tara..setelah sekian lama, ahirnya ia mandi diair bersih dan hangat
"Ya Allah maafkan diriku ini" ucapnya..ia menyesal dan dalam shower itu ia menangis.
Dani yang sedang membuat mi sempat mendengar suara tangisan dari dalam kamar mandi. Ia membiarkan Andini berlama lama disana. Ia tau Andini sedang melepaskan semua kesedihannya.
Hampir 20 menit Andini dikamar mandi dan ahirnya Dani mendengar air sudah dimatikan. Sup mi panas dan teh panas sudah Dani siapkan dimeja makan.
Tidak lama Andinipun keluar, ia telah mengenakan kaos dan celana olah raga Dani. Nampak agak kebesaran tapi Andini terlihat bersih.
Dani kaget melihat wajah Andini dengan rambutnya yang basah. Ia tidak menyangka betapa cantiknya wajah itu.
Tiba tiba Andini mendekat ke Dani dan mencium kaki Dani.
"Hei! Jangan! bangun kamu Din jangan begitu!"
Dani jongkok dan mengangkat bahu Andini.
"Kamu ga boleh gitu..ayok kita makan dulu"
Andini kembali menangis.
"Maafkan aku mas..menyusahkan dirimu..tapi.. aku..bersyukur ketemu mas Dani" ucap Andini terbata bata.
"Oke..dengerin..hari ini kamu berada dirumah ini dan aku ingin kamu bangkit dari apapun yang mengganggu hidupmu..denger ya, kamu kembali menjadi manusia yang benar..aku akan antar kamu kejalan itu..Insya Allah..sekarang kita makan yuk..ayo" Dani masih memegangi pundak Andini dan membawanya kemeja makan.
Malam itu adalah malam yang sangat indah bagi Andini, pertama kali dalam hidupnya ia merasakan kembali sebagai manusia seutuhnya.
...☆■○■○■○☆...
__ADS_1