
Pemakaman Dani berlangsunglah sudah..hanya seorang masih berada disana. Dia adalah Hari, mantan preman jalanan yang dulu hidupnya luntang lantung ga karuan..bila hujan datang ia selalu berteduh dibawah atap toko atau warung dan bila kepanasan ia hanya bisa membuka kaosnya dan duduk termenung memikirkan nasip dibawah sinar matahari Jakarta uang ganas.
Namun semenjak Dani mengangkatnya menjadi supir dan penjaga restoran kini hidupnya terjamin. Ia bahkan diberikan kamar dirumah Dani agar ia bisa tidur disana.
Tanpa Dani mungkin ia akan terus menjadi preman bahkan mungkin mati karena persaingan para preman yang terus menggila dijalan sana.
Ia berhutang budi besar kepada Dani, Dani adalah seorang manusia bagaikan Dewa untuknya.
"Bang Dani..selamat jalan bang, terima kasih untuk semuanya. Saat ini tinggal bu manis disana tapi aku berjanji akan selalu menjaga Bu manis sampai ahir hayatku bang..Maafkan saya apabila ada kata atau perbuatan yang mungkin ga berkenan..Selamat jalan bang" Hari memegang kayu nama dipusara Dani dan melangkah meninggalkan makam itu.
...◇■○■○■○♧...
Kehidupan manusia terus berjalan..restoran Dani dan Dahlan tetap menjadi favorit restoran bagi warga Bintaro. 1 tahun semenjak meninggalnya Dani, Dahlan bahkan bersiap siap intuk melebarkan sayapnya keBandung. Ibu Tuti sebagai pengganti Dani juga menjadi primadona didaerah itu. Masakan khas Jawa Timuran sudah makin terkenal.
Hari sekarang menjadi kepala waiter sekaligus driver pribadi Andini. Bulan lalu, Hari menikah dengan Ema dengan perhelatan yang simpel sederhana tapi penuh makna.
Dan Ema kini menjadi pembantu Andini mengasuh Rikmo apabila Andini ada acara pertemuan diluar.
Imo panggilan kecil Rikmo tiap bulan tumbuh menjadi bayi yang sehat dan lucu.
Ada satu hal baru yang terjadi 2 bulan setelah meninggalnya Dani. Andini sering mengontak Rizal diBandung begitu juga dengan Rizal, setiap 2 minggu pasti ia luangkan main keJakarta dan mengadakan pertemuan dengan Andini.
"Din..kamu sehat?" tanya Dahlan pada satu hari.
"Hai! Alhamdulillah sehat mas, lagian Imo tambah lucu..kenapa mas?"
"Sukurlah..Oh ya, inget temenmu yang datang dari Bandung dan ikut menurunkan Dani keliang lahat?"
"Oh..mas Ical kenapa mas?"
"Kamu deket kan sama dia..kalo boleh tanya, dia kerja dimana diBandung?"
"Hmm mas Ical ya..dia ga kerja mas, kasian juga..dari dulu cari kerjaan belom dapet katanya"
"Nah..Kira kira mau ga dia ikut membangun resto kita yang akan dibuka diBandung?"
"Wow! pasti seneng mas!.kalo emang mas Dahlan mau ketemu sama dia, orangnya akan datang sabtu ini keJakarta..mungkin bisa ngobrol ngobrol sedikit jadi tau gimana orangnya..kalo cocok mas Dahlan boleh ambil dia"
"Oke..sabtu siang kalo gitu minta ketemu di resto kita aja..jam 11 sebelum buka kita bisa ngobrol"
__ADS_1
"Baik mas! nanti aku infokan"
"Thanks Din! oke salam untuk Imo ya..bye"
"Bye mas.."
Andini sangat bahagia mendengar tawaran untuk Rizal. Dia tau Rizal sedang mencari kerjaan, beberapa kali dia bilang kehidupan jalanan memang agak berat. Apalagi sekarang diwarung ada sekelompok sekuriti baru yang gayanya minta ampun, suka bentak bentak kepengamen..Andini melirik keponselnya dan menghubungi Rizal.
...♧■○■○■○♧...
"Assalamualaikum lagi ngapain?"
"Waalaikumsalam..ah lagi santai..sebentar lagi mau coba pindah warung hehe..kemaren aku dibentak sama sekuriti..hei! jangan disini! Ya Allah segitunya haha..ga apa apa kita mau cari tempat lain..gimana kabar Imo?"
"Baik..nih lagi aku gendong..mas, aku ada kabar baik..mau dengerin?"
"Boleh..apa ya?"
"Mas Dahlan sebentar lagi mau buka resto baru cabang dari yang kita punya ini..kita mau buka diBandung"
"Wah selamat Din! hebat!"
"Aah yang bener Dini..lagian mas Dahlan tidak mengenalku" ucap Rizal tidak percaya.
"Hmm..jadi waktu oemakaman mas Dani, mas Dahlan memperhatikan siapa siapa yang turun keliang lahat..terus dia tanya itu temanmu ya yang ikut turun..aku bilang iya..dan dia langsung bilang kalau dia sedang cari kerjaan mau ga ikut bangun resto yabmng baru..gitu katanya"
"Ya Allah..Alhamdulillah banget! terus gimana..apa yang harus kuperbuat?"
"Mending kamu potong rambutmu dan bersihkan semua kumis dan jenggot..sorry ya, untuk penampilan pertama kayanya gitu..nah, sabtu ini katanya mau main kerumahku..siang jam 11 kamu ditunggu diresto dia mau ngobrol"
"Oke siap! Sabtu ya jam 11..Alhamdulillah makasih Din!"
"Jangan batal ya mas..ini aku bantu supaya kamu juga bisa keluar dari ngamen.."
"Ya betul..wah seru amat! oke aku akan bantu bangun restomu disini" terdengar suara Rizal semangat.
"Nah..sorenya kita sekalian nyekar dimakam ya..kalo bisa kamu nginep dirumahku ga apa apa..aku ada kamar kosong, besoknya hari minggu kita ada acara baca Yassin dirumah untuk mas Dani..kamu ikut doain ya mas"
"Oh baik..aku pasti hadir"
__ADS_1
...♧■○■○■○♧...
Entah kenapa mulai dari sehabis pembicaraan dengan Andini tiba tiba lambungnya kambuh lagi..perasaan seperti ditusuk kembali mengganggu perutnya.
Ahir ahir ini ia juga sering kelelahan, padahal ia tidak melakukan hal hal yang berat tapi Rizal sering kelelahan dan sesak napasnya.
Agar supaya tidak terjadi apa apa pada hari minggu nanti hari ini Rizal pergi kedokter untuk memeriksa ada apa sebetulnya.
Pada sesi pemeriksaan awal, dokter menyebutkan kemungkinan adanya kerusakan di ginjal..tapi dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu.
Hari itu Rizal pulang kerumahnya dengan perasaan tidak enak. Kenapa dengan ginjalku, lalu bagaimana harus kulakukan pengecekan darah? sedangkan wang ia tidak punya.
Dalam menuju pulang ia mampir kewarung jamu dan memesan segelas racikan air jamu untuk meredamkan sakit diperutnya.
Ya Allah kuatkan diriku..hari sabtu ini adalah kesempatan emas bagiku untuk bangkit..ini adalah satu satunya Ya Allah..
...♧■○■○■○♧...
"Mas Dahlan..kabar bagus! temanku akan datang jam 11 di resto sesuai permintaan kemarin"
"Oh baguslah! Daripada aku cari orang yang ga aku kenal mending temen sendiri kita bantu"
"Terima kasih mas..dia sanggup banget sama kerjaan ini..dulu sebelum dia nganggur dia pernah kerja dibagian marketing..jadi itu bisa membantu juga..iya kan?"
"Bagus banget! cocok sama aku..nanti dia bisa atur pemasaran untuk daerah Bandung!"
Selesai pembicaraan dengan mas Dahlan Andini mengambil alih tugas Ema.
"Ema, kamu makan dulu dan santai aja dikamarmu..aku mau sama Imo sampe malam"
"Oh ya buk makasih"
"Mana Bang Hari?"
"Tadi ada dibelakang buk..mau dipanggil?"
"Oh ga apa apa..soalnya biasanya dia didepan ko sekarang ga keliatan"
...☆■○■○■○☆...
__ADS_1