
Setelah melalui berbagai macam pertemuan dan persiapan ahirnya restoran Dani dibuka untuk umum. Ternyata berkat cara pemasaran yang dilakukan Dahlan yang bagus hari pertama berjalan sukses.
Malam itu begitu sukses, silih berganti pembeli berdatangan. Dan ahirnya jam 9 malam setelah pembeli terahir keluar restoran ditutup.
Dahlan mengucapkan terima kasih kepada semua karyawan dan ijin pulang paling duluan.
Dani membereskan dapur dan mematikan semua lampu.
"Yuk Din kita pulang..wuih cape aku!"
"Bentar mas..aku mau bawa buku dan wang kas dulu"
Meskipun letih tapi Dani bahagia, Andini yang sangat letih juga merasakan kebahagiaan tersendiri.
"Sukses hari pertama mas Dani!" ucap Andini.
"Ya Alhamdulillah..oke besok jam 10 aku mau cek stok kita sebelum buka jam 11" ucap Dani.
"Din..mau tidur dirumah atau ke tempat kos?"
"Kalo besok mau cek stok mending aku nginep rumah Dan..supaya bisa berangkat bareng"
"Lho kamu ga cape? kan siangnya musti kerja"
"Ya ga apalah..aku mau bantu mas Dan cek stok"
"Oke..ayuk kita pulang"
Setelah lewat setengah jam Dani mengendarai mobil, ia sempet melirik kesamping. Ternyata Andini tidur bersandar kepintu. Kecapean rupanya. Dani tersenyum.
Alhamdulillah..aku bisa menolong anak cantik ini,pikirnya..
...♧■○■○■○♧...
Waktu berjalan dengan cepat, hari telah berganti minggu dan bulan terus berganti tidak terasa sudah 1 setengah tahun semenjak usaha Dani dijalankan. Semenjak restoran dibuka hingga kini Andini sudah bukan lagi waiter. Dani sudah mengangkat Andini menjadi pembantu Dahlan.
Dahlan juga merasa nyaman dengan kehadiran Andini sebagai wakilnya. Ia hanya menyempatkan datang sekali seminggu direstoran selebihnya yang memegang restoran adalah Andini.
Esok adalah hari senin restoran sengaja tutup, pada hari itu biasanya Dani istirahat dirumah tapi kali ini ia ajak Andini jalan jalan.
Dani mengajaknya window shopping di Plaza Senayan. Disuatu kesempatan,
"Din, aku ingin sesuatu darimu.."
"Oh apa ya..ko ngeri amat dengernya"
"Minggu depan kita keBandung yuk..kita kerumah orang tuamu..sudah satu tahun lebih semenjak kamu kembali dari pengembaraanmu..dan kamu belom pernah pulang" kata Dani.
"Aku juga sebenarnya berpikiran demikian..tapi, aku malu untuk pulang mas Dan.."
Dani berhenti jalan, tiba tiba ia memegang tangan Dani. Kedua matanya menatap Andini.
"Andini..aku sudah kenal kamu cukup lama..Aku angkat kamu dari penderitaanmu yang dahsyat dulu..aku ingin menanyakan sesuatu..maukah..maukah kamu jadi pendamping hidupku?"
Andini kaget bukan main atas pertanyaan Dani yang datang secara tiba tiba. Ia tidak menyangka bahwa ternyata Dani jatuh cinta kepadanya..selama ini ia berpikir Dani hanya seorang yang baik hati saja.
__ADS_1
"Ya Allah Alhamdulillah mas Dani..aku tidak tau mau bicara apa" Andini jadi malu dibuatnya.
"Kamu tidak usah bilang apa apa..berikan aku anggukan saja maka aku sudah senang"
"Aku..aku mau mas menjadi kekasihmu..kalau itu yang mas inginkan..asalkan jangan mas Dani lukai aku seperti yang pernah seseorang lakukan padaku dulu" ucap Andini pelan.
Dani langsung memeluk tubuh Andini dan mengecup keningnya.
"Mas..malu ah..diliatin orang"
"Haha biarkan mereka meliat kita!"
Dani menggandeng tangan Andini dan mengajak nya duduk disebuah Cafe.
Sambil menunggu makanan datang Dani berkata,
"Din..kamu tau kenapa aku ingin keorang tuamu? karena aku perlu kenal siapa orang tua calon istriku..itu saja"
"Akan menjadi suatu yang menghebohkan disana mas..bagaimana kalau aku yang pulang dulu setelah itu baru mas boleh kesana"
"Hmm..tidak jangan, aku ingin kita pergi bareng bareng..tapi, kamu call mereka dulu..dan buat janji kita akan kesana"
"Baik mas..ya Allah ini menegangkan..ga tau apa yang akan mereka lakukan kepadaku"
...♧■○■○■○♧...
Setelah shalat magrib dikamar kosnya Andini menyiapkan dirinya untuk mengontak kedua orang tuanya..jantungnya berdetak keras. Andini menarik napas dalam dalam. Ia mengangkat ponsel dan mulai mengetik nomor ponsel ayahnya di Bandung.
"Assalamualaikum dengan siapa ini?" terdengar suara laki laki diujung sana.
Seperti halilintar ayahnya kaget bukan main hampir saja ia menjatuhkan ponsel yang dipegangnya.
"Dini!! ini Dini??!" kata ayahnya kaget. Ibunya yang sedang duduk menonton televisipun ikut tersentak dan menoleh kearah suaminya.
"Ya papa ini Dini..aku mau pulang pa" ucap Dini dan ia menangis.
Sang ayahpun ikut menangis, ponsel ditangan direbut sang ibu.
"Halo Dini!! ini mama!!"
"Halo mah..Ini Dini! maafkan aku mama!"
"Ya Allah anakku! Cepat pulang nak!! mama kangen ya Allah!!" gantian ibunya kini menangis.
Setelah satu menit berlalu, Dini berbicara..
"Mama Dini akan pulang lusa ini mama..aku akan sampai dirumah lusa ini"
"Cepat pulang ya nak ya Allah.."
"Iya mama"
Setelah pembicaraan dengan orang tua, Dini langsung menghubungi Dani.
"Mas..aku sudah bicara dengan mereka dan lusa aku ditunggu disana"
__ADS_1
"Alhamdulillah gitu ya,..baiklah, kamu pulang duluan..aku akan bilang keDahlan..kamu disana 1 minggu..hari senin depan aku akan menyusulmu"
"Terima kasih mas..aku akan berangkat lusa pagi hari naik travel. Mas Dani kesana seninnya ya, jangan lama lama"
"Aku anter kamu kepool di Bintaro, kamu pake Cititrans aja sayang"
"Ya..deket dari tempat kosku juga..oke aku pesen sekarang ya"
"Din..kamu seneng atau gimana perasaanmu dan apa reaksi mereka?"
"Alhamdulillah mas..ya ampun, ahirnya aku pulang juga..kami saling menangis ditelepon barusan..ya pastinya demikian..mereka pikir aku sudah ga ada lagi"
"Pulanglah sayang..sudah waktunya kamu kembali keorang tuamu"
"Mas.."
"Apa sayang?"
"Terima kasih mas..aku sayang sama kamu selamanya..mas Dani..kamu menyelamatkan hidupku mas"
"Alhamdulillah sayang..akupun demikian..aku sangat menyayangimu Dini..kalau kau didekatku sekarang, pasti sudah kupeluk dan kuciumi"
"Hmm..aku jadi kangen mas"
"Aku jemput kamu..tidur dirumah yuk..bawa semua yang akan kamu bawa keBandung malam ini..aku kesana dalam 1 jam"
"Bener ya..oke aku siapkan sekarang"
Perasaan Dini sangat gembira sekali..ia mengumpulkan semua pakaiannya dan mengambil koper kecil pemberian mas Dani. Andini menyempatkan ketemannya disebelah untuk mengatakan bahwa ia akan keBandung selama 1 minggu mungkin lebih.
"Oke Din..kirim kabar ya dari Bandung" ujar teman kosnya.
"Pasti dong..thank you ya"
Lewat satu jam kemudian Dani datang, dengan gembira Andini membawa koper kemobil Dani.
"Sini 'Yang..aku yang bawain"
...♧■○■○■○♧...
Kehebohan terjadi dirumah orang tua Andini, sang ayah menghubungi semua keluarganya. Ibunya hanya bisa menangis namun bukan karena sedih justru menangis saking gembiranya.
"Papa..jangan marahi dia waktu nanti anakmu pulang ya" ujar sang ibu.
"Ya tidak buk..aku hanya kangen luar biasa..aku pikir anak kita sudah tiada..ya Allah Andini pulang buk!"
"Aku ga tau mau bagaimana kalau ketemu dengannya..sudah hampir 1 tahun setengah ia menghilang"
"Andini akan kaget apabila kita ceritakan bahwa Rizal sekarang jatuh miskin seperti yang kita dengar beritanya"
"Ya ampun iya pak..apa benar demikian cerita itu?"
"Kalau menurut kabar dari beberapa orang..anak itu gagal nikah dengan calonnya dan kehidupannya merosot terus dan sekarang bangkrut total"
"Itulah kuasa Allah.."
__ADS_1
...☆■□■□■□☆...