Keduanya Telah Hilang

Keduanya Telah Hilang
Pertemuan yang menyedihkan


__ADS_3

Kedatangan orang tua Dani benar benar sebagai momen yang istimewa bagi Andini. Dan kedua orang tua Andinipun memperlihatkan betapa mereka menghargai kedatangan sekaligus permohonan pinangan putranya.


Acara diahiri dengan makan malam bersama, mereka sengaja tidak adakan direstoran..tapi mamanya Andini khusus memasak untuk para tamu khusus itu.


Menjelang pukul 9 malam orang tua Dani memohon pamit pulang setelah membuat rencana acara pesta pernikahan dilakukan diJakarta bulan depan.


"Papa mama, Andini akan anter mereka ke hotel dan mau ajak mas Dani muter muter Bandung ya"


"Baiklah nak..mohon maaf kami tidak ikut ke hotel pak" ucap papanya Andini.


"Nggeh terima kasih pak..sampai bulan depan kita ketemu lagi..jadi 1 minggu sebelum acara monggo datang keJakarta..semua akan kami siapkan disana"


"Siap bapak..sampai jumpa"


...♧■○■○■○♧...


Malam itu khusus bagi Andini untuk ngajak kekasihnya muter muter di Bandung setelah mengantarkan orang tua Dani kembali ke hotel.


"Sayang..kamu kan sering kewarung diJakarta..nah, sekarang giliran aku traktir kamu makan mi goreng ya..disini ada warung mie goreng yang enak..meskipun warung tapi rasanya oke banget..mau?"


"Aku ikut aja..ini kotamu..ayok kita makan lagi, tadi makannya kurang seru Haha.."


Dani sangat senang dan nyaman duduk sebagai penumpang dimobil Andini. Ia memandangi calon istrinya.


"Mas..apa sih, ko ngeliatin aja..nabrak lho nanti,aku diliatin terus"


"Hmm..aku beruntung sekali dapat menyelamatkan kamu sayang..gila ya, apa yang Allah rencanakan untuk kita..gimana kalo sampe aku ha kena macet atau aku tidak singgah diwarung itu.."


"Mas..aku tuh ya setiap abis shalat selalunya sujud sukur atas semua ini..ya Allah bagaimana nasipku apabila tidak ditemukan mas Dani..Masya Allah"


Tidak lama kemudian mereka telah sampai disebuah warung..jelas warung ini terkenal, sebab meskipun hanya sebuah warung tapi yang datang umumnya naik mobil.


"Wah sayang..hebat warung ini"


Ayok Mas.. kita ambil tempat kalo ga cepet bisa direbut orang"


Benar juga apa kata Andini, hampir semua tempat sudah penuh.


"Mas..kita duduk diluar ga apa apa?"


"Ayok..yang penting mi gorengnya hehe"


Dani geleng geleng kepala melihat begitu banyaknya pelanggan yang datang..ia berharap semoga rumah makannya diJakarta akan sesukses ini.


Tidak lama kemudian datanglah mi goreng yang mereka order. Dengan lahap mereka menyantap. Dani tersenyum ketika sedang asik asiknya makan ia mendengar ada seorang pengamen dengan suara yang cukup bagus mendendangkan lagu diujung meja sana.


Andini tiba tiba berhenti makan dan menjatuhkan sendoknya.


"Sayang! kenapa? kenapa sampai melotot gitu?" ucap Dani kaget.


"Sstt" ucap Andini singkat sambil me aruh satu jari dimulutnya. Ia menengok kearah suara pengamen itu dan ia terkejut bukan main!

__ADS_1


Andini mencengkram tangan Dani kencang dan sekaligus mengguncang guncangkan.


"Sayang..ada apa?" bisik Dani kebingungan.


"Astagfirullah! mas!..apa aku ga salah liat?!"


"Apa? ada apa Dini?" Dani memutar tubuhnya dan melihat kearah pengamen itu.


"Mas..itu Rizal! kenapa jadi pengamen?!"


"Aah yang betul..kamu salah liat ya..ga mungkin lagi"


"Apa yang tidak mungkin mas..kamu aja nemuin aku sebagai gembel ko! Ya allah apa yang terjadi??"


Dani jadi ikut berhenti makan mi goreng.


"Apa yang akan kau perbuat sayang?"


"Aku juga tidak tau apa yang harus aku lakukan.." Baru saja selesai kalimat itu, tiba tiba sipengamen selesai dengan lagunya tanpa mendapat imbalan bayaran. Iapun berjalan pelan hendak menuju kemeja satunya..Namun kangkahnya terhenti..Ia hanya berdiri terpaku melihat sosok yang duduk dimeja sana.


Andinipun tidak bisa berkata apa apa, sipengamen yang ternyata Rizalpun diam seribu bahasa terkaget kaget. Beberapa detik mereka saling tatap.


"Mas! mas Rizal!" Andini tiba tiba memanggil.


Rizal buru buru membalikkan tubuhnya dan berlari keluar dari warung itu.


"Din..biarkan dia pergi..kasian sama dia..kamu jangan kejar ya..kalo itu betul mantanmu..biarkan, kamu harus mengerti perasaan dia..oke sayang" bisik Dani.


"Mas..apakah ini sebuah karma yang sedang diperlihatkan Allah?" tanya Andini kebingungan.


"Mungkin sayangku..mungkin"


Acara makan itu jadi tidak enak, Andini melamun..pikirannya menerawang kemana mana.


"Mas Dani..kita pulang aja yuk..aku jadi ga enak perasaannya"


"Boleh..yuk, aku sudah bayar tadi..ayok sayang"


Mereka bangkit dan berjalan keluar dari warung itu. Diluar Andini bertemu dengan seorang pengamen lainnya.


"Bentar mas..aku mau tanya ke mas itu"


Andini berjalan mendekat kepengamen itu yang sedang menyetel senar gitarnya.


"Mas..maaf ya, tadi liat pengamen yang baru nyanyi didalam?"


"Oh Ical? ga tau tadi lari kesana..kenapa mba?"


"Oh ga apa apa..dia biasa ngamen disini?"


"Iya..biasanya kalo dia didalam saya tunggu luar kalo saya didalam dia diluar..gantian deh gitu"

__ADS_1


"Sudah berapa lama dia ngamen?"


"Belom lama..baru sebulan kayanya..dulu kata orang dia tuh anak orang kaya mba..ga tau kenapa sekarang ngamen hehe"


"Oh ya udah makasih ya"


"Ada pesen kali mba?"


"Ehm..ga apa apa..biar aja..terima kasih ya"


Keduanya berjalan kearah dimana Andini parkir mobil.


"Aku gemeteran mas.."


"Is oke sayang..yuk kita kehotel"


"Maafkan aku sayang..kasian jadi setengah makannya"


"Ga apa apa..yang penting udah ngrasain enaknya mi Bandung...kamu pulang sendiri is oke?"


"Ya mas ga apa apa"


...♧■○■○■○♧...


Dalam perjalanan pulang kerumahnya ia tidak ha is berpikir..kenapa Rizal jadi gitu? Andini mengeluarkan ponsel dan mengontak Nungke.


"Hai Nung..maaf ganggu malam malam..lagi mau tidur?"


"Hei! ga juga lagi Norton TeVe"


"Kamu tau ga cerita Rizal mantanku yang dulu?"


"Hmm kamu belom tau ya? yang aku denger denger sih semenjak dia sama si Lusi itu, tiba tia perusahaan papanya anjlok dan kalo ga salah papanya dan dia hutang banyak kebank..semua aset nya diambil sampe rumah orang tuanya juga ahirnya diambil. Dia juga ga jadian sama Lusi..aah lupain aja Din..yang penting kamu sekarang sukses dan bahagia"


"Waduh kasian juga ya..sampe begitu sekali keadaannya..padahal perusahaaannya cukup bagus 2 tahun yang lalu"


"Ya kalo jatoh dan bangkrut emang gitu resikonya"


"Ya udah..thanks ya infonya.. sorry terusin deh nontonnya"


"Oke..pasti abis jalan jalan sama mas Dani ya?"


"Hehe tau aja ratu gossip!"


"Ga..punya perasaan aja Haha..ya udah sampe besok ya"


Andini mengahiri pembicaraan dengan perasaan tidak menentu..Masih teringat dengan jelas bagaimana gaya kehidupan Rizal yang penuh dengan kemewahan..itulah jalan hidup manusia..Ia gemetar mengingat keadaannya belom lama inipun ia lebih sakit dan lebih parah.


Astagfirullahalazim...


...☆■○■○■○☆...

__ADS_1


__ADS_2