Keduanya Telah Hilang

Keduanya Telah Hilang
Gejala apa dengan Dani?


__ADS_3

"Bang Hari, katanya mau ngajak jalan Ema? kalo jadi mangga..nanti aku bilang mama"


"Aah..malu sama nenek buk..masa baru kenalan dah ngajak jalan..lagian siapa yang bantu nenek dirumah kalo Ema aku ajak jalan jalan ?"


"Santai..nanti aku yang ngomong, soalnya aku mau ketemu temen lama juga.."


"Ya terserah bu manis aja..bentar aku nanya siEma jadi ga ya.."


Andini tersenyum ia seneng liat bang Hari dapet jodoh Ema pembantu rumah tangga mamanya. Mereka keliatannya serasi.


Ahirnya setelah diberikan ijin dari mama, Bang Hari minta ijin jalan..Ema dengan malu malu ikut jalan keluar dibelakang Bang Hari. Ia keliatan cantik dengan rok hitam dan kaus coklatnya.


"Bang! santai aja, aku yang bantu mama dirumah..asal jangan malam malam ya pulangnya" teriak Andini.


"Baik buk..paling abis makan siang sudah kembali"


"Awas lho macem macem! Jagain Ema!"


"Siap buk!"


Mama tersenyum melihat mereka.


"Mama kagum sama kamu Din, kamu sangat menghargai orang orang"


"Ma..Dini banyak belajar waktu dijalan dulu..semua itu ternyata sama mama..biar dia orang berduit atau orang jalanan..asal hatinya bersih maka semuanya akan bersih juga"


...♧■○■○■○♧...


Jam sudah menunjukan pukul 11..Rizal sudah dari pagi tadi mandi dan ia mencukur habis kumis dan jenggotnya. Ia melangkah keluar kamar kosnya. Tujuannya adalah tukang bunga didaerah Tegalega, kebetulan kakanya kang Upin jualan bunga disana.


"Eeh kang Ical..waduh keren amat hari ini! Mau kamana iye teh?"


"Hehe..ketemu temen lama kang..maaf kang saya ada wang sedikit bisa tolong ambilin saya bunga yang cakep dong"


"Alah..ini saya kasih bebas ga usah dibayar..simpen duitmu ya"


"Alhamdulillah..nuhun kang ah"


Pertama kalinya setelah ia jatuh miskin Rizal merasa tenang dan penuh percaya diri..meskipun ia sudah tidak punya apa apa tapi sekarang ia bahagia masih punya teman yang setia..meskipun teman itu adalah mantannya, namun kini seakan ia mempunyai sahabat. Ia merasa seperti akan menjumpai salah satu keluarganya yang hilang.


Tepat jam 12 siang Rizal sampai diwarung..kang Upin melongo melihat keadaan Rizal yang berbeda.


"Waduuh kang! ganteng amat!..nanti saya boleh nyanyi 'ga dimeja kang Ical?"


"Ya boleh..tapi lagunya yang enak ya..kang Upin suaranya bagus..waktu itu bawain lagunya Afgan enak tuh kang!"

__ADS_1


"Aduh malu ah! jangan itu..pokonya Sip deh nanti aku bawain yang enak"


Rizal melangkah kewarung..ternyata Andini sudah duduk dimeja pojok dibawah pohon. Andini melambaikan tangannya dan tersenyum gembira.


"Mas! ayok sini!" teriak Andini.


Rizal mendekat, tapi sebelah tangannya menyembunyikan rangkaian bunga dibelakang tubuhnya.


"Eh..bawa apaan mas?"


"Din..ini untuk kamu! Semoga kamu suka..ini hadiah dariku atas pernikahanmu! Maaf terlambat kasihnya.." Gemetar tangan Rizal ketika memberikan rangkaian bunga itu..entah apakah Andini akan menyukainya atau tidak.


"Ya ampun mas! Cantik banget! terima kasih ya! Ya Allah pake beli bunga segala!"


Andini bangkit dan memberikan peluk dan cium dipipi Rizal. "Mas..makasih" bisiknya.


Baru saja mereka duduk sambil memilih makanan dan minuman tiba tiba kang Upin datang.


"Permisi.." ucap kang Upin.


"Lha ini temenmu yang kemarin aku titip pesen"


kata Andini.


"Iya dia sahabatku" ucap Rizal bangga.


Andini senang sekali mendengar suara kang Upin yang serak serak basah..ia menarik selembar 100.000 dan menyerahkan ke Rizal seraya mengedipkan satu matanya.


"Terima kasih kang Upin..lagunya enak sekali" Kata Rizal sambil menyerahkan wang ketangan Kang Upin.


"Ya Allah kang!..Nuhun pisan!" Kang Upin senang sekali..belum pernah ia mendapatkan tip sebanyak itu.


Malam itu mereka bercengkrama dengan asiknya..tapi pada malam itu juga Andini juga menceritakan apa yang terjadi pada dirinya semenjak ia lari dari rumah Rizal..hingga ahirnya ditemukan Dani yang kini menjadi suaminya.


Rizal mendengarkan tanpa mengedipkan matanya..ia tercengang dan kaget sekali..entah kenapa tiba tiba ia menundukkan wajah dan menutupinya dengan kedua tangannya.


Kebetulan disiang itu tidak banyak pelanggan yang ada diwarung, jadi tidak ada yang sadar bahwa seorang laki laki dewasa sedang menangis sesunggukan dimeja bawah pohon sana.


"Jadi mas..kamu jangan sungkan dan malu dengan keadaanmu..sebab aku pernah jauh lebih parah dari keadaanmu sekarang..banyak banyak berterima kasih kepada Allah bahwa kita masih diberikan keselamatan lahir dan bathin..semua itu hanya ujian dan kita harus bisa melewati dengan tegar"


"Aku ga bisa bilang apa apa kepadamu Dini..dosaku terlalu banyak ya Allah.."


"Huush..udah mas, yang penting sekarang kita masing masing mengerti apa arti hidup ini..aku sudah melupakan masa lalu, aku harap mas Ical juga demikian..aku doakan agar mas Ical sehat selalu..jaga kesehatanmu ya mas.."


"Ya Din..terima kasih atas segala pengertianmu..aku juga doakan agar kalian berbahagia selamanya..kirim salam persahabatan kepada suamimu ya"

__ADS_1


"Iya mas..oya selasa ini dia akan keBandung..nanti kita ketemuan ya"


"Boleh..aku pingin kenalan kalo diijinkan"


"Pasti dong!"


Ahirnya setelah jam 2 siang mereka berpisah..keduanya berjanji akan bertemu kembali minggu depan bersama Dani.


...♧■○■○■○♧...


Dani diJakarta baru saja selesai ngepak kopernya tiba tiba ia merasakan napasnya sesak..tapi ia juga merasakan kedua telapak kakinya mendadak dingin. Keningnya terasa agak pusing dan perutnya mual. Ia memcoba duduk tapi ia terhuyung huyung dan jatuh dilantai.


Setelah lima belas menit Dani sadar dari pingsan..mulutnya terasa kering..kedua tangannya dingin. Pelan pelan ia bangun dan duduk ditempat tidur.


Tangannya meraba saku celana dan mengeluarkan ponselnya.


"Halo sayang.." katanya pelan.


"Hai..ko lemes? kenapa sayang?"


"Aku..aku baru aja pingsan" katanya pelan.


"Ya Allah! ada apa mas?!"


"Aku baru aja selesai packing.. tiba tiba pusing dan jatuh"


"Aduh mas! udah batalkan keBandung! aku pulang hari ini"


"Maafkan aku sayang..rasanya enek banget"


"Mas..aku mau call mama ya..bentar, mas mending tiduran aja..mungkin kecapean direstoran bisa juga"


"Oke sayang aku mau tidur aja"


"Nanti satu jam lagi aku balik Jakarta, mungkin lebih dari 1 jam lah aku sudah disana..oke istirahat mas"


Langsung Andini menghubungi mamanya Dani..Mama langsung bilang akan segera kerumahnya Dani..Andini juga pamitan sama orang tuanya untuk segera pulang ke Jakarta.


"Bang..1 jam lagi kita balik ke Jakarta..bang Dani sakit barusan pingsan katanya!" kata Andini kepada bang Hari.


"Waduh! oke kita balik..saya mau belikan bensin dulu deh dipengkolan depan sana..sekalian periksa ban"


Sekitar 1 setengah jam kemudian Andini berangkat keJakarta..Ia menyempatkan kontak ke Rizal mengabarkan keadaan Dani.


"Ya Allah kasian..ati ati dijalan Din..salam untuk mas mu ya"

__ADS_1


Dalam perjalanan ke Jakarta Andini menjadi cemas..ada apa dengan mas Dani? sudah hampir satu tahun setengah mereka bersama sama tidak pernah ada keluhan sedikitpun juga..kenapa ko kata mas Dani waktu sebelum pingsan ia merasa kedua telapak kakinya dingin..Ya Allah semoga bukan jantung.


...☆■○■○■○☆...


__ADS_2