
"Assalamualaikum mama..Dini langsung pulang dari Bandung denger mas Dani jatuh pingsan..gimana sekarang kondisinya?"
"Alhamdulillah..baik saja, ini tadi ke dokter lagi tapi sekarang kedokternya papah..padah sudah kedokter Rina tapi kata papa biar yakin kita ambil opini kedua" ujar sang mama.
"Oh bagus ma..Semoga ga ada apa apa dengan mas Dani..Ya Allah aku kaget banget"
"Bentar lagi pulang..nanti kita tanyakan bersama"
"Mama sudah minum?"
"Sudah tadi buat teh sendiri..mama mau liat kebon dibelakang rumahmu ya..kata papa cantik sekali"
"Oh ya silahkan mama"
...♧■○■○■○♧...
Setelah satu jam Andini dan mama menunggu, terdengar suara klakson mobil didepan rumah. Andini langsung berlari meninggalkan mama yang masih memotret kebun belakang yang sangat rapih dan cantik itu.
Andini melihat yang membawa kendaraan adalah papanya bukan mas Dani, hatinya dag dig dug..kenapa papa yang nyupir?
Setelah mobil diparkir Andini lari menuju pintu penumpang dan membukakan pintu unuk Dani.
"Hei! kapan datang? Aku oke oke aja ko sayang..ya Allah kasian amat sampe harus balik ke Jakarta"
"Mas ah..ayok turun, ceritain dari awal ya..hai pap!"
"Halo Din!.." teriak papa dari sebelah sana.
"Gimana kata dokter pah?" tanya sang mama sekarang.
"Ga apa apa..yuk kita masuk dulu"
Bang Hari juga ikut sibuk bereskan isi mobil.
"Bang Hari..kayanya kita ga akan kemana kemana hari ini..mau pulang dulu? silahkan kalo mau.. oya besok santai aja dirumah Bang.. kita mau nyantai ko ga kemana mana. Kerja di Resto lusa aja Bang ga apa apa" kata Dani.
"Oh ya..kalo gitu saya ijin dulu ya..sehat sehat ya bang Dani" Hari kegarasi keluarkan motornya dan ia pulang.
Dani duduk disofa panjang disampingnya Andini menunggu ceritanya dengan cemas.
"Jadi..waktu aku mau baru mau bawa koper kemobil..tiba tiba kepalaku berkunang kunang tapi anehnya aku merasa telapak tangan mendadak dingin begitu juga kaki..ga berapa lama aku ga inget lagi.."
"Untung kepalanya ga nabrak sesuatu.." ucap Andini.
"Itulah.." Dani mengesahkan.
__ADS_1
"Nah..kata dua dokter yang kita datangi keduanya tadi mengatakan hal yang sama..siDani kena serangan jantung..tapi Alhamdulillah ga fatal" ujar papa.
"Ya Allah yang aku pikirkan benar juga" ucap Andini terkejut.
"Dokter pada bilang Dani sementara ini harus istirahat dari kegiatan restorannya dan kurangi atau stop konsumsi kopi dan tidur tidak boleh malam malam"
"Oh gitu..emang sih mas Dani kuat ngopinya pap"
"Ya sekarang dibatasi dan tidurnya jangan malam malam..oya, mulai besok banyak jalan kaki..itu tambahan dari dokter"
Andini memeluk pinggang suaminya dengan erat.
"Mas..kalo bisa stop ngopinya ya..kita ganti menu minuman nya.."
"Oke sayang..untuk resto aku mau diskusi sama Dahlan sore ini bagaimana bagusnya" Ucap Dani sambil membelai rambut Andini.
...♧■○■○■○♧...
Malam hari ketika mereka berbaring ditempat tidur, sambil mengelus dada Dani, Andini menciumi pipi Dani.
"Sayangku..jangan sakit ya.."
"Ya sayang..oya, aku lagi mikir..bu Tuti kan jago masak..aku suka lho masakannya..menurut kamu kalo kita jadikan bu Tuti tukang masak kita gimana? Aku akan training dia sesuai gaya masakku.."
"Aduh dia pasti seneng banget yang..tapi mau atau tidak aku ga tau ya"
"Coba..besok kamu kewarung nya..bicarakan mau atau tidak..aku akan berikan gaji plas ahir bulan aku kasihkan juga bonus atas hasil jual" ucap Dani.
"Hmm..iya mas besok aku tanyakan..sukurlah kalo mas Dani percaya sama bu Tuti..soalnya emang susah juga ya cari tukang masak yang bisa dipercaya..tapi, mungkin ini bisa membantu mas Dani istirahat"
"Ya sayang..eh ngomong ngomong kamu ko baunya enak sih..pake perfume baru ya?" ujar Dani sambil memeluk istrinya.
"Mas..ati ati lho, tadi kan sakit"
"Aku sembuh kalo disampingmu sayang..hmm" Dani menarik wajah Andini dan mendaratkan ciuman kebibirnya.
"Aduuh mas.."
...♧■○■○■○♧...
Bu Tuti yang sedang membuat mi goreng Jawa kaget dipagi itu kedatangan Andini diwarungnya yang sederhana.
"Assalamualaikum..waah baunya enak banget!"
"Eh ya Allah! sampe ga denger..iya lagi siapin aja makanan, biasanya ada bapak bapak minta mi goreng..nyobain mi ibu yuk"
__ADS_1
"Boleh..mumpung belum ada pengunjung sambil santai kita makan dan ngobrol..boleh ga saya duduk didalam..mau ngobrol sedikit" ucap Andini.
"Eh..ayok sini masuk.."
Sambil duduk disebuah bangku kecil Andini makan mi goreng Jawa bu Tuti.
"Enaak banget..aku inget dulu ujan ujan aku kedinginan..bu Tuti kasian sama aku..terus aku dikasih satu mangkok..waktu itu rasanya nikmat..ternyata sekarang ya emang nikmat!"
"Alhamdulillah.."
"Buk..aku mau ngobrol dikit boleh ya..ada pesen dari mas Dani"
"Oh pesen apa ya..mau kasih order lagi..Alhamdulillah!" ucap bu Tuti gembira.
"Bukan buk..jadi kemaren itu mas Dani kena serangan jantung..ga fatal sih tapi dokter bilang mending mas Dani untuk istirahat saja jangan sibuk diresto"
"Oh serangan jantung? Ya Allah kasian amat..padahal kan masih muda"
"Insya Allah ga apa apa buk..hanya saja mas Dani harus banyak istirahat..Nah, tadi malam sambil pikir pikir, Mas Dani mau minta bu Tuti yang menggantikan jadi tukang masak disana..bu Tuti terima gajih tiap bulannya juga akan dibagikan bonus hasil keseluruhan pendapatan tiap bulan itu..gimana buk? ada minat ga? soalnya aku juga mikir kasian mas Dani nya"
"Waduh..gimana ya, ibuk kan masaknya ga seenak mas Dani..kalo masalah warung ini sih ibuk bisa jual ke adik ibuk yang di tinggal di BSD..tapi soal masak memasak itu ibu bingung juga"
"Jadi..ibuk kalo setuju nanti akan ditraining dilatih maksudnya sama mas Dani, ibu kan sudah jago masak..tinggal disesuaikan aja sama gaya masakan mas Dani..langsung bisa ambil alih..mas Dani akan awasi terus deh sampe ibuk benar benar pas"
"Sebelumnya ibuk ucapin Alhamdulillah dan terima kasih atas keinginan mas Dani..tapi ibuk masih ragu..coba gini, nak Dini kembali lagi kesini 2 hari lagi..nanti ibuk beritau apakah ibuk setuju atau tidaknya"
"Nah..itu maksud kita..ibuk pikirkan baik baik..kalo aku bilang sih ambil kesempatan ini buk, selain ibuk ga usah repot repot dengan warung, ibuk juga punya penghasilan yang tetap..lagian, kita bisa jadi satu keluarga..bang Hari sekarang sudah sama kita, kalo ibuk masuk kekita..wah impianku terlaksana..membawa semua orang yang baik kepadaku kedalam satu keluarga yang bahagia"
"Alhamdulillah jalan Allah ko Agus amat ya nak.."
Baru aja selesai bicarakan masalah tukang masak..tiba tiba bang Hari datang.
"Lha bu manis ko disini? Bang Dani gimana kabarnya?"
Hei!..Alhamdulillah bang sehat..eh gimana siEma?
"Tadi malam aku call..Bang..katanya, sering sering dong abang kesini..aku bilang ya terserah bu manis..kalo disuruh keBandung ya aku ketempat kamu" ucap bang Hari sambil menyomot satu tempe kering.
"Siapa tau ahir minggu ini mas Dani sehat kita kerumah mamaku ya..supaya kamu bisa ketemu Ema" kata Andini sambil tersenýum.
"Loh .siapa nih Ema? Asiik deh ada yang lagi jatuh cinta kayanya..lagian, semenjak kerja dirumah Pa Dani penampilannya necis terus si abang hehe"
"Tenang buk Tuti..tenang..masih dalam penjajakan"
...☆■○■○■○☆...
__ADS_1