Keduanya Telah Hilang

Keduanya Telah Hilang
Karyawan baru.


__ADS_3

Hari sabtu jam 11 tepat Rizal dipertemukan dengan Dahlan. Namun sebelum itu ketika Andini kedatangan Rizal dirumahnya pada jam 10 pagi Andini dibuat terkejut oleh penampilan Rizal yang bersih dan kelimis.


"Ya ampun! kamu telah kembali persis seperti dulu kala aku mengenalmu mas..gitu dong bersih dan ganteng!" puji Andini.


"Alhamdulillah kalo kamu masih inget sama wajahku dulu hehe"


"Ayok masuk..aku buatkan kopi dulu ya"


"Makasih Din.."


Rizal duduk dikursi tamu, menarik napas panjang, matanya melihat berbagai foto Andini dan Dani dipajang ditembok. Ia bangun dari duduknya dan memperhatikan satu persatu.


"Sungguh indah duniamu Dini..kau pantas mendapatkan jodoh yang keren dan sangat baik hati" ucapnya dalam hati.


Baru saja ia melihat lihat foto itu, Andini datang membawa sebuah baki dan kopi panas hitam.


"Foto kenangan semuanya mas" ucap Andini sambil menaruh cangkir kopi.


"Kasian Dani..masih muda sekali ketika ia pulang"


"Yah..memang suratan Allah mungkin mas"


"Din..aku hari ini sangat berbahagia..2 hal penting telah terjadi. Satu, aku bisa ngobrol santai denganmu satu lagi, aku melihat ada celah cahaya terang mendekatiku"


"Insya Allah mas Ical sukses kedepannya..sebetulnya, aku punya rencana sudah jauh jauh hari dulu ketika bertemu pertama kali denganmu diwarung itu..Rencanaku waktu itu sudah bulat..Aku akan keluarkan mas Ical dari duniamu itu..jelas itu bukan dunia Rizal yang aku tau"


"Begitu ya..tapi roda memang berputar..tanpa sadar kita manusia sering terjerumus oleh ego kita sendiri..lihatlah aku, dulu angkuh dan sombong..dengan gampang aku umbar egoku..tanpa memikirkan apa efeknya" ucap Rizal sambil merenung.


Andini mendekat dan menaruh tangannya dipergelangan Rizal, ia menatap kedua mata Rizal.


"Kamu harus bisa keluar dari semua jurang kenestapaan ini..kamu harus break through it..ga ada yang bisa mengubahmu hanya kamu sendiri yang bisa. Seriuskan pekerjaan barumu ini buang masa lalu dan bangkit menjadi orang yang sukses..okay?"


"Ya..aku harus bisa..kamu dewi penolongku Din..ternyata Allah dulu pernah mau satukan kita tapi aku melawan kehendaknya dan inilah akibat dari perlawanku kepada kehendakNya..Namun aku kini telah berbeda..aku sudah kembali ke tujuan hidupku yang sebenarnya..doakan aku ya Din"


"Iya dong..selalu aku mendoakanmu mas..semua kepahitan yang aku alami sebetulnya adalah sebuah jembatanku untuk mencapai tujuan yang sebenarnya..So..relax, we are in the right track!"


"Yuk.kita minum setelah itu kamu aku anter ke restoku jam 11 kan pertemuannya"


...♧■○■○■○♧...


Ternyata ketika Dahlan bertemu dan berbincang bincang demgan Rizal. Mereka klop satu sama lain. Rizal seperti ketemu sahabat lamanya Dani. Dua duanya mempunyai visi dan misi yang hampir sama.


Dahlan langsung senang dan setuju Rizal untuk segera masuk dalam grup mereka.

__ADS_1


Pada ahir pertemuan Dahlan minta Rizal segera carikan tempat yang bagus dan strategis dan menghitung semua perkiraan biaya awal. Dan yang paling bagus dari pertemuan itu, dimulai dari hari itu Rizal sudah terhitung sebagai karyawan.


"Oke..posisi kamu nanti setelah resto jalan adalah marketing dan kita akan membuat nama yang sama seperti diJakarta ini..yaitu Rumah Makan DAD, bedanya ditambah dengan tulisan cabang Bandung dibawahnya."


"Alhamdulillah kalo gitu mas Dahlan..saya setuju dan menerima dengan penawaran mas Dahlan."


"Ya mulai hari ini kamu menjadi salah satu pendiri restoran cabang Bandung. Kontrak kerja akan saya email secepatnya..selamat bergabung!"


Mereka berdiri dan saling jabatan tangan.


"Bagaimana? semua beres?" tanya Andini yang datang sambil menggendong Imo.


"Alhamdulillah semua cocok mulai hari ini, perkenalkan kepala marketing kita untuk Jawa Barat, Rizal" kata Dahlan sambil tersenyum puas.


Andini tersenyum bangga..


...♧■○■○■○♧...


Malam itu Rizal diajak Andini santai minum kopi di Lot 9, sebuah tempat nongkrong yang asik diBintaro Jaya. Entah kenapa Andini memilih duduk agak dipojok, tapi rasanya enak suasana dipojok jauh dari keramaian.


"Gimana mas? seneng ya?"


"Aduh aku tuh perasaannya melambung tinggi..seakan baru saja keluar dari lumpur yang kotor..Alhamdulillah dari semuanya justru dari kamulah satu satunya yang mengeluarkan aku dari semua kepiluan ini"


"Alhamdulillah mas..sekarang yuk kita bangun kembali kehidupanmu yang lebih baik lagi"


"Mas..kenapa? ko keluar keringet gitu?"


"Bentar ya Din.." Rizal terus memegang perutnya dan menunduk.


"Kamu sakit?"


"Aduh brengsek..kambuh lagi, dah lama sebetulnya..aku ada gangguan dilambung..tapi sebentar juga ilang ko"


"Dokter bilang apa?"


"Aku disuruh cek darah..supaya bisa dijetahui salahnya dimana..tapi.."


"Tapi kenapa?"


"Aku lagi kumpulin wang dulu"


"Ya ampun! gimana sih? Besok jangan pulang dulu..kamu cek disini dan aku mau tau kamu sakit apa"

__ADS_1


"Aah ga usah Din..terima kasih"


"Ee ga boleh gitu..kamu kan nanti akan super sibuk..mending kita diagnosa awal biar diberesin..aku ada disini, kamu akan kubantu mas..okay? pokonya besok ga boleh pulang"


"Din..maaf ya..kita pulang yuk..maaf ya"


"Ayuk..kamu istirahat..ya apun mas, bentar aku bayar dulu.."


Setelah Andini bayar ia kembali kekursi namun Rizal mendapat kesulitan berdiri.


"Aku bantu angkat ya mas"


Andini mendekat dan dengan satu tangan memeluk Rizal. Mereka jalan perlahan menuju mobil.


"Mas..kita bereskan sakitmu..jangan sampe mas Dahlan tau kondisimu ya"


"Terima kasih Dini..terima kasih"


...♧■○□○■○♧...


Setelah tiba dirumah, Rizal dibawa kekamar dan rebahan. Andini kemudian menyiapkan teh anget.


Ternyata sakit perutnya agak lumayan berat, terlihat dari keringat yang keluar dikeningnya.


Dengan penuh kesabaran Andini mengeringkan butiran keringat dan menyerahkan teh panas agar Rizal meminumnya.


Tanpa sengaja Rizal menyentuh pergelangan Andini. Iapun memegang telapak tangan Andini.


"Maafkan aku Dini..terima kasih atas semuanya..kamu wanita yang baik hati"


"Mas..sembuh ya, jangan sakit..aku sudah kehilangan mas Dani..aku ga mau kamu juga hilang.." ucap Andini dan meletakkan keningnya dikepalan tangan Rizal.


"Iya Din..jangan takut..aku istirahat dulu boleh? kita kedokter besok"


"Ya mas..kamu istirahat dan tidur yang enak..besok pagi kita kedokter..selamat malam mas"


Setelah Andini keluar dari kamar, Rizal memohon doa kepada Allah..


"Ya Allah..jangan kau ambil aku dulu..biarkan aku bantu usaha Andini sebaik mungkin..dan biarkan aku menjadi sahabat barunya..Amin"


Rizalpun tertidur lelap..


Disisi lain Andinipun berdoa dikamarnya..

__ADS_1


"Ya Allah tolong jaga mas Rizal..ia telah insyaf dan ingin kembali menjadi orang yang baik..aku disini bersedia dengan tulus membantunya..berikan ia kesempatan sekali lagi..Amin"


...☆■○■○■○☆...


__ADS_2