Keduanya Telah Hilang

Keduanya Telah Hilang
Derita Andini


__ADS_3

Jantung Andini berdebar kencang, setelah lebih dari 1 tahun lamanya kini ia telah kembali kerumahnya..tidak banyak yang berubah..pohon kelapa kuning depan rumahnya nampak sama, daun daunnya bergerak tertiup angin seakan melambai menyambut kepulangannya.


Ia turun dari mobil grab dan berdiri sejenak didepan rumahnya..tiba tiba pintu rumah terbuka, sang ayah berdiri disana tertegun..


"Buk!! Andini buk!!" teriak laki laki tua itu.


Andini berlari dan langsung mendekap ayahnya. Ia jongkok dan mencium kaki ayahnya.


"Papa! aku minta maaf pa!!" jerit Andini.


"Dini!! ya Allah!!" terdengar suara ibunya dari belakang.


Andini bangun dan menabrak tubuh ibunya, mereka saling merangkul dan memeluk dengan erat. Air mata mengalir dengan derasnya.


Bu Hartoyo tetangga rumah sebelah mendengar teriakan teriakan itu lari kedepan. Mulutnya melongo..Andini telah pulang?


"Alhamdulillah ya Allah!" iapun ikut teriak.


"Ayok kita masuk nak.." Sang ayah menoleh kearah tetangganya dan tersenyum bangga.


Ketiganya duduk disofa masih saling merangkul.


"Kemana saja kau nak..kenapa tidak kasih kabar..tiba tiba menghilang nak!" jerit sang ibuk masih dengan derai air mata membanjiri pipinya.


"Alhamdulillah Dini sudah disini..maafkan Dini papa dan mama..aku sudah hilang ingatan waktu aku dengar Mas Ical membatalkan pernikahan..aku lari dan lari dari semua itu..panjang ceritanya hingga aku kembali disini"


"Ya Allah..ceritakan pengalamanmu ya nak..ayo ceritakan" desak ibunya sambil memegang kedua tangan Andini.


Andini meletakkan koper kecilnya dan membawa mereka duduk disofa, Dengan napas panjang Andini mulai menceritakan dari awal..


"Dini masih ingat waktu itu hari minggu pagi..seorang wanita menelponku..dia ingin ketemu katanya..waktu kita ketemu ia langsung bilang bahwa mas Rizal sudah mempunyai pilihan lainnya.." Andini mencoba mengingat masa lampaunya, ia menarik napas dan berhenti bicara.

__ADS_1


"Iya pelan pelan nak ceritanya..ga apa apa mama papa akan mendengarkan semuanya, kau berhak mengungkapkan semuanya nak"


"Mama..hari itu juga aku kerumah mas Rizal dan langsung aku tanyakan..ternyata benar adanya..Aku marah panik dan merasa terhianati! hatiku hancur mama..huhuuuuu" Andini tidak kuasa menahan kesedihan dan luka lama terungkap kembali..tapi ia harus ceritakan semua kepada kedua orang tuanya.


Mama menarik tissue dari meja dan ia keringkan air mata yang membanjir turun dipipi Andini.


"Saat itu juga aku lari keluar dari rumah mas Rizal, pikiranku kacau! Aku mending mati saja..aku berlari dan berlari..Dini sudah ga perhatikan lagi apa yang ada didepanku!" Andini berhenti lagi, ia menarik beberapa tissue dan membersihkan hidung yang basah dan air mata yang terus membasahi wajahnya.


"Dari situlah aku mengembara..selama 2 hari 2 malam aku tidak makan dan minum dan tidur disela sela ruko yang tutup..Mama..Dini kedinginan 2 malam itu huuuu"


"Ya Allah anakku sayang" Mamanya menangis mendengar cerita Andini, ayahnyapun sedih sekali ia mencoba menahan tangisnya..


"Pada hari ke 3 aku pergi kepasar loak dan kujual jam tangan, sepatu dan gelang emasku..dengan wang wang itu aku beli sendal, makan dan minum..aku sudah bertekad waktu itu untuk meninggalkan semua yang ada didunia ini..Dini terperangkap dalam situasi yang menyedihkan!"


"Memang ada yang pernah cerita bahwa ada yang liat kamu ada Cimahi..kita kejar dan cari disana tapi hasilnya nihil" Ucap ayahnya.


Andini bangun dan memeluk ayahnya dan menangis dengan keras didada ayahnya. Ayahnya tidak kuasa dan ikut menangis, kini bertiga mereka menangis dan saling berpelukan.


Setelah agak reda..Andini meneruskan..


"Mulai apa anakku? mulai apa??"tanya ibunya penuh kawatir.


"Aku..aku menjadi..gelandangan..Dini tidur diemperan toko, dibawah jembatan..makan dan minum sedapatnya..bahkan orang sudah menganggap Dini orang gila..ya Allah"


Kedua orang tuanya sudah tidak bisa bicara apa apa..


"Beberapa kali Dini diusir satpam dan juga pernah dikejar anjing, entah sudah berapa kali Dini sakit demam tapi Alhamdulillah Dini sehat kembali..Singkat cerita hingga satu hari Dini ditemukan dan ditolong oleh seorang priya muda.."


"Oh Dini ditemukan dan ditolong?" tanya ibunya.


"Iya mama..nama pemuda itu Dani Anggara sukmojoyo..dialah yang membantu mengembalikan kepercayaan Dini..dialah dewa penolong yang tiada duanya..tadinya aku menolak untuk ditolong..tapi setiap hari setelah pulang kantor ia duduk ditanah disampingku dan terus mencoba menyadarkan"

__ADS_1


"Ya Allah..Alhamdulillah!" ucap ayahnya.


"Sampai ahirnya ia bersumpah akan memberikan makan 100 anak yatim piatu apabila Dini mau ikut dibersihkan dirumahnya..dan Dini ahirnya menyerah..disitulah ia merubah diriku secara pelan pelan" Andini berhenti dan menarik napas panjang, kini ia menyunggingkan senyumnya.


"Ternyata Dani mempunyai sebuah restoran..Dini bekerja sebagai pelayan selama 1 bulan tapi setelah itu, waktupun berjalan dan mas Dani percayakan aku menjadi wakil manager restoran itu hingga saat ini"


"Ya Allah..baik sekali orang itu ya Allah.." ucap ibuknya.


"Mama..papa, sekanjutnya sekitar satu minggu yang lalu terjadi satu hal yang sangat menakjubkan..apa coba..mama mau tau?"


"Apa anakku sayang apa..cerita ya ke mama" kata ibuknya sambil memegang erat tangan anaknya.


"Mas Dani sang dewa penyelamat..meminang aku! Dini tidak sadar selama ini mas Dani mencintai aku! Dan besok senin ia akan kesini mau ketemu papa dan mama..ya Allah Dini sangat bahagia ma! Aku mencintai dia dengan sepenuh hatiku..dunia akhirat"


"Ya Allah..tapi apakah ia tau latar belakangmu?" tanya sang ayah bingung.


"Tau papa..justru dari dialah yang membawa Dini kepada kesadaranku untuk kembali bangkit menjadi manusia yang wajar..dan ia berhasil 100%..bayangkan apabila ia tidak menemukanku..sering kali Dini sudah tidak kuat dan berkeinginan untuk mengahiri hidup ini..tapi Allah masih sayang sama Andini.."


"Astagfirullah.." ucap ibunya, Andini kini mengambil beberapa tissue dan mengusap pipi ibunya yang basah.


"Mama papa..izinkan Andini menikahi dia..Dini mencintai mas Dani setengah mati.."


"Andini anak papa sayang..papa izinkan kalian menikah..kita akan tunggu kedatangan dia kerumah ini dengan tangan terbuka dan cinta kasih yang tiada taranya!. Sebagai rasa syukur yang dalam..kita harus sujud sukur kepada Allah bahwa ahirnya kita bisa berkumpul lagi"


"Ayok..kita semua ambil air wudhu..kita shalat 2 rakaat dan biarkan papamu diahir rakaat setelah salam memanjatkan doa terima kasih kepada Allah" ucap ibunya.


Andini digandeng oleh kedua orang tuanya menuju kekamar mandi untuk berwudhu bersama.


Merekapun setelah itu shalat dikamar Andini dan pada ketika mereka selesai memberikan salam, ayahnya mengucapkan selamat kepada Allah.


"Ya Allah..ahirnya doa kami kau luluskan..setelah sekian lama..Andini telah kembali dalam keadaan sehat walafiat..kami ucapkan terima kasih Ya Allah..ampunilah dosa dosa kami dan dosa anak kami ini..tiada daya dan upaya hanya kepadamulah kami bersandar.."

__ADS_1



...☆■□■□■□☆...


__ADS_2