
Kedua orang tua Andini telah selesai cek in dan masuk kekamar hotel. Sedangkan Andini menempati kamar khusus untuk pengantin di Penthouse room. Dikamar itu juga nantinya perias pengantin akan mendandani Andini.
Pagi itu kedua orang tua Dani mengunjungi kamar orang tua Andini.
"Bagaimana? kamarnya cukup pak?" tanya papanya Dani..
"Alhamdulillah cukup dan bagus terima kasih"
"Kami mau kunjungi Andini dikamarnya mau ikut?"
"Ayok..kami juga belom kesana" kata mamanya Andini.
Anďini sedang menata kopernya ketika pintu diketuk dari luar.
"Halo!.Apa kabar? gimana enak?" tanya mamanya Dani.
"Waah besar sekali dan bagus!" ucap papanya Andini.
Andini langsung menyambut dan memeluk mamanya Andini.
"Kamarnya cakep sekali..terima kasih!" ucap Andini.
"Oke..besok tukang rias jam 7 pagi sudah disini namanya ibu Nani dia akan datang bersama 2 asistennya, satu urusan sanggul satu lagi urusan kebaya"
"Oh ya..jam 10 bapak dan ibuk beserta Andini akan dijemput anggota keluarga kami bersama para perias turun keloby dan kendaraan pengantin sudah menunggu" Ucap papanya Dani.
"Waduh..semuanya sudah disiapkan Din!" ucap mamanya Andini takjub.
"Iya buk ini acara istimewa bagi putra kami..oya jadi kita ketemuan di KUA dan setelah itu baru keresepsi..dan nanti pas didepan gedung resepsi keluarga kami akan jemput keluarga perempuan dan dari sana ikuti saja arahan dari kita"
"Sebentar lagi ada panitia acara akan datang untuk memberikan arahan acara besok pak..kami akan pulang dulu untuk pengaturan disana..bagaimana bapak ibu? apakah ada pertanyaan?"
"Tidak..ini sudah lebih dari cukup pak..kami akan tunggu panitia dikamar ini saja sambil kami ngobrol sama Dini"
"Nggeh kalo begitu kami pamit dulu..sampai ketemu besok di kantor KUA nggeh"
"Baik..yuk kami antar kelobi"
...♧■○■○■○♧...
Andini kaget dan takjub meihat wajahnya kini berubah..penata rias wajah benar benar telah mentransform Andini bak seorang bidadari.
"Duuh..cantiknya mba Dini!" ucap saah satu perias.
Mama Andini yang ikut masuk melihat putrinya kaget dan kagum sekali akan kecantikan Andini.
"Masya Allah anakku!"
__ADS_1
"Oh ya ini ada surat dari Dani..tadi diantar sama supirnya" lanjut sang mama.
"Loh..apa ya?" Andini langsung membuka amplop
disana ada sebuah kartu kecil.
"Sayangku..dalam acara resepsi ini ada sebuah hadiah kejutan khusus untukmu..tunggu ya"
Aduh apa sih? Andini jadi penasaran.
...♧■○■○■○♧...
Ahirnya Andini dan Dani hari itu disatukan didepan petugas KUA..Semua berjalan sesuai rencana, mulai dari pengecekkan identitas dan hal biasa lainnya, namun ketika pa ustad mulai memberikan wejangan sebelum ijab kabul..Andini menundukkan kepalanya dan menangis..Dani yang duduk disampingnya mencoba menenangkan dengan meremas tangan kirinya dan begitu juga mama Andini mencoba mengelus pundak putrinya.
Pa Ustad menanyakan kepada Dani, apakah engkau siap mengayomi, menyayangi mencintai dan melindungi selama hidupmu kepada calon istrimu?
"Insya Allah saya siap"..
Disitulah Andini menangis..ia teringat betapa sedih dan sendirinya Andini waktu ia masih menjadi gelandangan..seakan dunia ini sudah membuang dirinya kejurang kenestapaan..tiada satupun orang yang memperhatikan dan menyayangi...kini Allah telah memberikan seseorang yang sangat menyayangi dan ijhlas mejaganya..disanalah Andini menangis..bukan tangisan sedih, tapi tangisan bahagia..
Setelah Ijab kabul ahirnya merekapun sah menjadi suami istri..Dani membuka tutup tabir wajah istrinya..ia tercengang melihat kecantikan Andini..bak bidadari Andini dengan cantiknya menundukkan wajahnya seakan ia siap mengikuti arah hidup sang suami.
"Kamu adalah bidadariku" bisik Dani pelan dikuping Andini.
Hari yang sangat berbahagia bagi kedua pasangan..Setelah acara ijab kabul mereka istirahat sebentar dan pada hari itu juga pesta resepsi langsung dilaksanakan.
Andini gemetar melihat begitu kemilau gemerlapan lampu dan ornamen ornamen didekat kursi pengantin belom lagi pigura Jawa berukir khas Kudus tempat asal Dani berdiri dibelakang kursi panjang pengantin.
Andini dan Dani berjalan dengan langkah pelan disesuaikan dengan suara gamelan yang menggema indah. Mereka menuju kepelaminan.
Dani berjalan dengan menengadahkan wajahnya seolah mengatakan kepada dunia, aku telah berhasil mendapatkan dewiku dan akan kujaga ia sampai ahir hayat...
Tibalah mereka dikursi pengantin,.Andi menoleh kearah Andini dan mengedipkan mata kirinya membuat Andini tersenyum malu..Andini mencubit sayang ketangan Andi.
"Mas..katanya ada kejutan? apa sih?" bisik Andini.
"Ssst tunggu aja..nanti kamu liat sendiri sekarang kita santai disini..kamu ko cantik amat sih" balas Andi.
"Emang cantik lagi..hihihi"
...♧■○■○■○♧...
Dua orang tamu istimewa sudah tidak tahan ingin bersalaman dengan pengantin..dan memang mereka tamu tamu istimewa..
Setelah suara gamelan selesai berkumandang beberapa lagu, panitia memberitahukan bahwa apabila ada dari tamu yang ingin memberikan salam jabatan tangan dan berfoto dipersilahkan waktunya.
Berbondong para tamu antri untuk salaman..Andi sudah tidak tahan akan memberikan kejutan kepada Andini tapi dengan sabar ia tahan.
__ADS_1
Andi memanggil seorang petugas panitia.
"Mas..tolong minta kedua tamu istimewa untuk datang memberi salam ya"
"Oh baik mas"
Iapun bergegas mendekati ke dua tamu yang sedang duduk makan kueh.
"Pak..buk mas Dani minta naik keatas sekarang"
"Siap!" ucap yang laki.
Andini masih tidak sadar akan kejutan yang akan datang..ia masih sibuk berjabattangab dan memberikan senyumnya yang menawan.
Tiba tiba Andini seperti terkena petir, ia shock berat kedua matanya terbelalak!
"Ya Allah!" teriaknya sambil menutup mulutnya.
Dihadapannya berdiri bang Hari dan ibuk pemilik warung. Bang Hari nampak ganteng dengan kemeja batik celana hitam dan ibu pemilik warung dengan kain kebaya dan yang paling membuat Andini terpesona adalah ia mengenakan lipstick merah..sangat cantik.
Andini memeluk kencang sang ibu, keduanya menangis..
"Heh sudah sudah jangan nangis ah..make up mu nanti kotor!" ucap sang ibu sambil mengusap pipi Andini.
Andini kemudian beralih ke bang Hari, keduanyapun saling merangkul.
"Heh..Manis! Jangan nangis! Nanti aku juga nangis! Jangan bikin malu!" ucap bang Hari dipelukan Andini..
"Iya bang..Ya Allah!"
Andini menggaet tangan sang ibu dan bang Hari kehadapan kedua orang tuanya yang duduk disamping mereka.
"Papa mama..kenalkan ibu Tuti pemilik sebuah warung kopi dan bang Hari yang megang jalan Barito tempat aku dulu terlunta lunta..tanpa mereka aku tidak bisa makan!"
Papa dan mama berdiri dan memberikan salam hangat kepada mereka.
"Kalian duduk jangan kemana mana ya..makan yang kenyang..dan nanti malam datang kehotel"
"Terserah Manis aja" ucap Hari sambil tersenyum.
Dan mereka kembali duduk dikursi tamu.
"Itulah hadiahku untukmu sayangku.." ucap Dani sambil mengusap air mata dipipi Andini.
"Mas..itu adalah hadiah terindahmu untukku..Ya Allah..aku sangat senang terima kasih mas!"
...☆■○■○■○☆...
__ADS_1