Kehancuran

Kehancuran
Kecewa


__ADS_3

Selamat membaca!!


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


.


.


.


{08.00}


Tok tok tok


“Masih molor dek?” Kata Iyaz, mengetok pintu kamar Ica


Ica yang baru saja terbangun karena suara ketokan pintu, perlahan bangun dari tidurnya.


“Hoaaam.. iya kak, ada apa?”kata Ica sambil mengucek matanya.


“Bangun, udah pagi. Buruan sarapan” teriak Iyaz dari balik pintu kamar ica.


“Iya kak” jawab Ica.


Kemudian Ica bangun dari kasurnya menuju kamar mandi untuk mandi. Beberapa menit setelah mandi, Ica memakai baju santai dan membereskan kamarnya.


•••••


^^^^ica^^^^


Aku berjalan menuju ruang makan, disana sudah ada kakakku. Aku menghampirinya yang sedang makan sambil bermain hp.


“Mau makan apa main hp?”godaku, duduk disampingnya. Kak iyaz memperhatikan ku dan bertanya “mau kemana kok cantik banget?”


“Ga kemana-mana, dirumah aja dan kalo cantik udah dari dulu kali kak” jawabku bangga “oh ya, kakak ga ada acara kan hari ini?? Dodi mau main kesini katanya”


“Yah.... kenapa kamu ga bilang semalam, kakak ada janji sama pacar kakak. Gimana ya?? Apa kakak ajak pacar kakak kerumah aja ya?? Ga mungkin kakak tinggalin berdua aja” jawabnya cerewet


“Terserah kakak” kataku sekenanya. Aku dan kak iyaz melanjutkan sarapan kami. Setelah selesai makan, aku membersihkan piring kotor. Sayup sayup ku dengar kak iyaz lagi berbicara di telfon.


📞


“Iya sayang, Mau yaa? Ga sudi aku kalo dia berdua sama Dodi aja”


“Benaran?? Hmm makasih sayang? Aku jemput nanti yaa”


Aku hampiri kakakku yang lagi nelfon dengan pacarnya diruang keluarga.


“Gimana kak?”


“Untung mau,sekalian kenalain dia ke kamu.”


“Hmm iyaa.” Jawabku “kak....” kataku memeluk lengannya.


“Apa?” Jawabnya yang masih fokus menonton TV


“Mau ikut aku pulang ke tempat mama gak?? Kakak gak pernah lo kalo libur main sama kita”


“Mau sih dek, cuman kan kasihan kalo ayah ditinggal sendiri. Lagian kakak ga dekat sama Ari dan Bapak” katanya


“Kan belum coba ngomong, Papa sibuk kerja ini kak, ga akan kesepian banget. Sekali sekali kak. Janji deh ga lama, paling sehari apa dua hari. Yaa?? Aku ga pernah liburan bareng kakak lo” bujukku

__ADS_1


“Nanti kita coba bicara sama Papa ya” katanya mengelus kepalaku. Dan kami lanjut menonton TV, acara farvoriteku yaitu kartun, masih dengan posisi yang sama.


••••


Setelah berjam jam nonton, aku memutuskan memasak untuk makan siang kami dan berhubung bakal ada tamu yang akan kerumah siang ini.


Aku mulai memasak kangkung, ikan balado dan udang tepung. Sedangkan kakakku berada dikamarnya, katanya mau mandi dan jemput ceweknya.


Masakanku telah siap, aku tata di meja makan. Kemudian aku mandi dan solat. Berhubung Dodi akan kerumah aku memilih baju yang sopan.


Setengah jam aku menunggu kakak bersama pacarnya dan Dodi akhirnya mereka datang bersamaan. Alangkah terkejutnya aku ketika melihat cewek yang di gandeng kakakku, ternyata temanku Oliv.


“Kok ga bilang?” Tanya ku pada Oliv yang tersenyum kecut.


“Hehehehe, rahasia” jawabnya cengengesan


“Kesel loh” kataku merajuk


“Kamu juga ga bilang kalo sama Dodi?” Katanya ga mau kalah, untung kakak dan Dodi cepat melerai kami kalo tidak hmm.. ntah apa yang akan terjadi.


“Ya sudah ayok masuk.” Kata kakak pada Dodi dan Oliv.


“Belum pada makan siang kan?? Aku udah masak, yuk makan” ajakku. Mereka berjalan dibelakangku menuju ruang makan. Kami makan dengan hikmat tanpa ada suara. Setelah makan Oliv membantuku membersihkan piring kotor.


^^^^^^Iyaz^^^^^^


Selesai makan aku dan Dodi menuju ruang keluarga, kami memilih duduk disana sambil menunggu ica dan Oliv selesai membersihkan ruang makan.


Dua puluh menit menunggu, akhirnya mereka muncul dan duduk bersama kami. Ica duduk disamping kanan Dodi, sedangkan Oliv duduk disamping kiriku. Kami memutuskan dirumah saja sambil memutar film yang sudah Dodi persiapkan katanya.


Satu jam film selesai di putar aku perhatikan Oliv sudah tertidur di lenganku. Aku memutuskan mengendongnya ke kamarku. Aku tinggal mereka berdua di ruang keluarga.


••••


“Sayang... kita ke kamar kamu aja yuk. Kakak kamu aja ga keluar dari kamarnya” kata Dodi tersenyum penuh makna


“Bentar ya, aku cek kak iyaz dulu.”jawab Nafisa berdiri dan menghampiri kamar kakaknya, tetapi di depan pintu kamar kakaknya Nafisa mendengar suara desahan.


“Hmmm... aa..aah.. jangan disini sayang, ga enak ada adik kamu nanti ketahuan aku nya berabe” kata Oliv


“Udah tenang aja sayang.. aku udah ga tahan.. ga akan ketahuan” jawab Abiyaz


Mendengar itu Nafisa langsung kembali ke ruang keluarganya duduk termenung disamping Dodi yang masih mencari film yang bagus.


“Kenapa? Udah jadi ngomong sama kakak kamu?? Aku bosan loh nonton ini, kita ke kamar kamu aja ya.” Kata Dodi memegang tangan Nafisa


“Aa.. apa tadi yang kamu bilang?”jawab Nafisa gerogi


“Ke kamar kamu sayang. Aku bosan” bisik Dodi


“Disini aja ya” jawab Nafisa takut


“Hmm ya udah” kata Dodi bergeser menjauh dari Nafisa. Melihat sikap Dodi yang seperti itu Nafisa jadi ga enak hati, membujuk Dodi dengan memegang lengan Dodi.


“Jangan marah ya, kita disini aja nonton dikamar emang mau ngapain? Kamar aku berantakan” bujuk Nafisa. Itu ga membuat Dodi senang dan kembali menggeser duduknya agar jauh dari Nafisa.


“Ya udah kalo ga mau, aku balik aja kali ya? Aku bosan nonton ini, udah pernah. Kamu nonton sendiri aja ya” kata Dodi yang beranjak dari tempat duduknya, tetapi ditahan oleh Nafisa


“Ya jangan gitu donk sayang, masak aku ditinggal” kata Nafisa membujuk Dodi dengan panggilan sayang yang baru pertama kali memanggil seperti itu. Dodi yang melihat Nafisa memohon untuk tidak ditinggalkan membuatnya senang.


“Oke ga aku tinggal tapi ke kamar kamu” kata Dodi tersenyum. Dengan terpaksa Nafisa menyetujui ajakan Dodi. Melihat Nafisa setuju, membuat rencana kotor Dodi dapat terlaksana.

__ADS_1


Mereka masuk kedalam kamar Ica. Dodi memperhatikan setiap sudut dikamar Ica .


Akhirnya...kamarnya luas dan bagus banget. Sangat terliat perempuannya, gue suka kamar ini. Pingin coba **** sama dia” pikir Dodi


“Sini deh duduk samping aku sayang” kata Dodi menempuk kasur yang sudah didudukinya. Ica berjalan kearah Dodi dan mengikuti kemauan Dodi dengan perasaan was was.


“Ga usah takut” kata Dodi mengelus tangan Ica. “Sayang aku minta kado anniv nya sekarang aja boleh?” Kata Dodi memeluk Ica dari samping


“Aku belum beli hadiahnya” jawab Ica


“Ga usah beli sayang, kamu cukup memberikan dengan ikhlas” kata Dodi tersenyum licik dan penuh makan.


“Emang kado diberi dengan ikhlas dan itu harus dibeli mana ada yang gratis. Maksudnya apa coba? Terus kenapa dari tadi Dodi maksa banget masuk kamar sih. Sekarang senyum kayak gitu, bikin takut” suara hati Ica.


“Ya udah minta kado apa?”tanya Ica melepaskan pelukan Dodi. Bukannya lepas malah semakin erat dan saling berhadapan.


“Aku mau bibir kamu sayang” bisik Dodi


“Gak.. aku ga mau.. ga usah macem macem ya, aku panggil kakakku loh” ancam Ica yang tidak di gubris oleh Dodi.


“Kakak kamu lagi asyik sama Oliv sayang, aku cuman minta kiss ga minta s*** jadi ga usah berlebihan sayang” kata Dodi


“Aku tetap ga mau. Lepasin aku” ronta Ica memukul dada Dodi. Dan ini membuat Dodi punya kesempatan mendorong Ica keranjang dan menghimpitnya..


“Mmmmpp ga mau” kata Ica bergetar dan meronta ronta. Kesempatan ini yang membuat Dodi meminta lebih.


“Sayang.. mau cium aku atau tidur sama aku kayak Oliv dan kakak kamu” ancam Dodi yang membuat Ica diam ditindih Dodi.


“Mmmmpp... sayang buka mulutnya”perintah Dodi yang langsung dituruti Ica . Dodi ga menyiakan kesempatan ini, dimasukannya lidahnya kedalam mulut Ica memeriksa setiap sudut yang ada di mulut Ica. Awalnya aneh menurut Ica, setelah beberapa menit malah bikin nagih sampai mengeluarkan suara menjijikkan.


“Aaa.. ah.aaah” mengambil nafas


“Enak sayang?” Tanya Dodi yang tersenyum melihat muka Ica memerah


“Hmmm” angguk Ica


“Mau lagi, boleh?” Tanya Dodi dan di anggukan oleh Dodi. Tapi sekarang tangan Dodi mulai memberanikan masuk kedalam baju Ica yang langsung di halangin Ica.


“Jangan dan ga boleh” protes ica


“Okay sayang”


Setelah mereka selesai dengan aktivitasnya mereka balik ke ruang keluarga takut di curigai oleh kakaknya. Sampainya diruang keluarga, mereka kembali nonton seolah tidak terjadi apapun. Selang beberapa menit mereka nonton baru lah keluar Oliv dan Iyaz.


“Maaf ya, ikut ketiduran” bohonh iyaz pada adiknya.


“Hmm” jawab jutek Ica


“Ga pulang bro?”tanya Iyaz pada Dodi


“Iya ini mau pulang, nunggu lo keluar doank. Oliv mau bareng gue aja gak? Mumpung searah” tawar Dodi


“Ga, Oliv gua antar sendiri. Ga papa kan kalo kakak antar Oliv sebentar?” Ucap Iyaz


“Terserah” jawab Ica mematikan TV dan masuk ke kamar tanpa mengantar pacarnya dan temannya pulang. Iyaz merasakan ada yang salah dengan ica, tapi ia akan menyelesaikannya nanti setelah mengantar kekasihnya Oliv pulang kerumahnya.


*****


Jangan lupa vote😘


Terimakasih

__ADS_1


🖤🖤🖤🖤


__ADS_2