Kehancuran

Kehancuran
Bertemu calonnya papa


__ADS_3

Setelah makan siang, Alex pamit untuk kembali ke kantor dan tak lupa mencium kening dan bibir ica sebagai salam perpisahan hari ini.


*****


Ica berangkat berdua saja dengan iyaz begitulah pesan galih pada mereka dengan alasan masih banyak kerjaan yang belum selesai. Sedangkan Ratna, bagus, Nabila dan Ari sudah berada di vila tempat mereka akan menghabiskan waktu bersama.


Selama diperjalanan hanya suara musik yang mengudara diantara kakak beradik ini. Iyaz fokus dengan jalan sedangkan ica sibuk mengabari pacarnya Alex.


✉️ica


Sampai ketemu dua hari lagi ya sayang. Jangan nakal😘


✉️Alex


Berani panggil sayang cuman di chat aja kalo ketemu langsung gak mau. Sayang, aku rindu kamu. Boleh gak aku datang kesana dan ikut bergabung bersama kalian?


✉️ica


Gak Alex, berlibur lah bersama keluargamu juga. Jangan telfon aku karena hp akan aku matikan. Daah


Setelah mengirim pesan itu ica langsung mematikan hpnya.


“Beda ya kalo pacaran?”


“Apaan sih kak? Kayak gak pernah pacaran.”


“Iyaa”


“Kakak masih ingat Oliv ya?”


“Gak kok. Kakak cuman butuh waktu aja.”


Tak berapa lama mereka sampai di vila tersebut. Sesaat mereka akan memasuki gerbang mereka melihat mobil papanya sudah ada di tempat. Iyaz dan ica saling melihat satu sama lain seakan berbicara dalam pikiran mereka masing-masing.


Mereka keluar dari mobil dan menuju vila, disana sudah ramai keluarga mereka. Tapi mereka melihat satu sosok asing ada diantara mereka. Iyaz langsung bertanya siapa wanita itu.


“Biar papa mu nanti yang menjelaskan, sekarang kalian Istirahatlah terlebih dahulu” jawab Ratna.


Mendengar itu ica dan iyaz hanya menurut saja, mereka berjalan kearah kamar mereka yang berdekatan. Ica tidak menyadari bagus mengikuti dirinya dan iyaz. Sesaat ica masuk kedalam kamar dan diikuti oleh bapaknya yang langsung mengunci kamar ica.

__ADS_1


“Halo sayangku, sudah lama tidak bertemu” ucap bagus memeluk ica.


Ica yang mendapatkan pelukan itu membuatnya ketakutan dan gemetaran, bibirnya tak berani bersuara, ia hanya diam mematung dalam ketakutannya. Bagus yang merasakan tidak ada respon dari ica membalikkan badan ica menghadap kearahnya. Dan tanpa aba-aba ia langsung ******* bibir anak tirinya itu. Ica berusaha memberontak tapi tenaga bapaknya tak sebanding dengan tubuh ica. Setelah puas menjamah bibir ica, barulah ia melepaskan pelukan mereka.


“Bapak sudah tidak sabar dengan tubuhmu ini sayang” ucap bagus membelai punggung ica.


“Nanti malam kita lanjutkan, sekarang bapak keluar dulu ya” katanya lagi sambil terus berjalan keluar kamar ica.


Setelah kepergian bapaknya, badan ica langsung merosot jatuh kelantai.


“Tuhan apalagi ini??? Kenapa begini” isaknya dalam diam


Ica mengambil tasnya guna mengambil hp dan menghidupkan hpnya kembali. Ia mencari kontak seseorang untuk dihubunginya dan yang terpikir dalam pikirannya hanya Rangga bukan Alex. Tapi lagi dan lagi kecewa yang ia dapat karena kontak Rangga tidak aktif. Ica menangis dalam diam sambil terus menggenggam hpnya dan tertidur dilantai itu.


****


Semua sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam mereka. Tak ada yang memulai pembicaraan, hanya suara denturan sendok dan piring. Hingga iyaz memulai pembicaraan setelah makanan dalam piringnya habis.


“Jadi, wanita yang duduk disamping papa siapa?”


Galih yang mendapat pertanyaan itu langsung berhenti makan dan menatap anak sulungnya itu sambil melirik wanita disampingnya.


“Nanti kita bahas, makan dulu ya”


“Dek, kamu tau siapa wanita itu?” Tanya iyaz pada Nabila dan hanya dibalas dengan gelengan kepala.


“Jangan sampai apa yang dipikirkan ku ini benar, dan kalo memang iya sungguh tak bisa diterima” batin iyaz.


“Sudah kak, kita tunggu orang tua kita selesai makan dan menjelaskan kepada kita kak” ucap ica menenangkan iyaz yang mulai sudah kalut dengan pikirannya.


Beberapa menit kemudian terlihat bapak dan mamanya berjalan kearah mereka disusul dengan papa dan wanita itu. Wanita itu terus menggenggam tangan papa tanpa niat melepaskannya.


“Baiklah karena anak papa sudah tidak sabar, papa akan memperkenalkan kalian” ucap galih menatap putra putrinya itu. “Wanita yang ada disamping papa saat ini adalah Lita kekasih papa sekaligus calon mama kalian” lanjutnya.


Duar...


Mendengar omongan papanya barusan rasanya seperti disambar petir.


“Sesuai dengan pikiranku barusan. Tapi kenapa sekarang?” Ucap iyaz dalam hati .

__ADS_1


“Kenapa?”


“Apanya yang kenapa yaz?” Kata Ratna heran dengan pertanyaan yang dilontarkan putra sulungnya.


“Iya kenapa? Kenapa papa harus punya kekasih? Kenapa baru sekarang papa mencari istri untuk papa? Kenapa?” Teriak iyaz.


Ica yang mendengar teriak iyaz merasa terkejut dengan sikap kakaknya itu, tapi sebelum ia menenangkan kakaknya ia mengode Nabila untuk membawa Ari kembali kekamar.


“Kak” kata ica memelas dan mengelus tangan iyaz berharap iyaz tenang.


“Kamu kenapa yaz? Papa tak pernah ajarkan kamu teriak sama orang dewasa begitu”


Bukannya tenang iyaz kembali meradang dan menunjuk wanita tersebut sambil terus berteriak.


“Jadi papa pergi keluar kota untuk liburan bersama wanita ini kan? Bukan untuk pekerjaan? Ah iya, alasan papa jarang makan malam bersama kami juga karena wanita ini kan?”


Plak..


Tamparan melayang di wajah iyaz tapi bukan dari galih melainkan Ratna.


“Iyaz.. beginikah caramu berbicara dengan orang tua yaz??” Bentak Ratna


“Wah ma.. tak perlu ikut campur dengan urusanku dan papa, mama tak pernah mendidikku jadi diam saja. Aku sedang bicara dengan papaku”


“Kak, sudah.. ayok kita pergi saja ya?”


“Gak ca, ini ga adil. Kamu tau, aku besar tanpa seorang mama. Dan sekarang saat aku udah besar, sudah tak butuh sosok mama dalam hidupku tiba-tiba papa membawa wanita ini?” Ucap iyaz menangis.


“Kak” kata ica memeluk iyaz.


“Yaz, bukan ini maksud papa nak. Cara papa memang salah, tapi butuh waktu untuk papa memberanikan diri untuk menerima wanita lain selain mama kalian. Memang kamu tidak butuh, tapi papa butuh nak. Suatu saat kamu juga punya keluarga dan papa akan sendirian, sebelum itu terjadi sekaranglah waktunya” kata galih menggenggam tangan iyaz.


“Tante tidak memaksa kamu menerima tante sebagai mamamu yaz, kita bisa berteman saja. Tante sayang papamu dan tante pingin menghabiskan sisa waktu tante bersama papa kalian” ucap Lita


“Apa aku terlalu egois? Apakah ini yang terbaik? Haruskan aku terima dan meminta maaf atas sikapku tadi” pikiran iyaz saling melepaskan pertanyaan.


Iyaz melepaskan pelukan ica dan menghapus air matanya.


“Maaf ma,pa dan tante Lita. Aku hanya syok dengan keputusan papa. Tapi setelah aku pikir mungkin tak ada salahnya papa punya mendamping hidup yang akan menemani papa di sisa hidup papa”

__ADS_1


Galih dan Lita langsung memeluk iyaz dan ica. Ratna serta bagus ikut senang melihatnya.


Setelah kejadian itu mereka kembali kekamar masing-masing untuk tidur berhubung waktu sudah malam.


__ADS_2