Kehancuran

Kehancuran
Menceritakan Kebenaran


__ADS_3

Selamat membaca!😘


Hari ini, hari pertama masuk sekolah setelah sekian minggu libur. Hubungan ica dan ibunya mulai berjarak sejak kejadian dirumah ibunya. Hal itu membuat ica bersedih, hanya saja kakaknya selalu menghibur ica.


Ica berangkat diantar iyaz, berhubung iyaz belum mulai kuliahnya. Memasuki kawasan sekolah, digerbang sudah ada dua sosok yang dikenalnya sedang menunggunya. Ya siapa lagi kalo bukan Dodi dan Oliv. Hubungan Dodi dan ica masih seperti biasa, hanya saja mulai ada jarak antara mereka, berbeda dengan Oliv dan iyaz hubungan mereka kian romantis.


“Sayang...” sapa Dodi dan Oliv melihat ica dan iyaz datang.


“Pagi juga” jawab ica dan iyaz serentak. Ica turun dari motor kakaknya berjalan meninggalkan mereka, Dodi mengejarnya sedangkan Oliv masih berbicara dengan iyaz didepan gerbang.


“Kelasnya udah ditukar sayang, kita liat mading dulu yaa” kata Dodi


“Bisa ga kalo lagi disekolah ga usah manggil sayang, risih tau terus diliatin sama semua siswa dan guru disini jadi ga enak” ucap ica


“Baiklah ca, jangan marah” balas Dodi. Mereka berjalan kearah mading, mencari nama mereka di daftar nama kelas XII. Betapa senangnya ica dia terpisah dengan Dodi, beda hal dengan Dodi dia menjadi galau melihat namanya dan ica tidak sekelas.


Ica berlalu ke arah kelasnya meninggalkan Dodi yang masih sibuk dengan pikirannya. Sesampainya dikelas ica memilih duduk di depan berhubung masih bisa memilih.


*****


Sekolah sudah berakhir, semua siswa sudah berhamburan keluar sekolah tidak terkecuali ica, Dodi dan Oliv.


“Ca kak iyaz jemput kan ya? Aku pulang bareng kak iyaz ya? Kamu sama Dodi, habis malas naik ojek” ucap Oliv


“Gak, enak aja.”


“Ayolah. Kakak kamu aja ga papa asal diizinin kamu, ya” rayu Oliv pada ica.


“Sekali-sekali ini ca, pulang sama aku apa bedanya sayang” sela Dodi


“Iya benar, boleh ya?”


“Ini yang pertama dan terakhir ga ada yang lain. Ingat” ancam ica


“Iya, galak banget sih. Lagian enak pulang sama pacar loh”


Ica membalas dengan deheman saja. Iyaz sudah menunggu mereka di depan gerbang, memperhatikan muka kesel adiknya. Dia sudah bisa menebak pasti karena kekasihnya, tapi mau gimana lagi sekali ini ga papa kan😁

__ADS_1


Ica diboncengi Dodi kearah rumahnya, sesaat sampai rumah Dodi berhenti di cafe sekitaran kompleks rumah ica dengan alasan makan dulu, ica terpaksa mengikuti kemauan kekasihnya.


***


“Ga aneh-aneh kan si Dodi?” Tanya iyaz


“Ga, cuman makan dulu aja tadi sebelum sampai rumah” jelas ica


“Hmmm ya sudah.. putusin aja si Dodi, ngapain pacaran sama anak kayak gitu. Kalo kelamaan mutusin ya ada kamu jadi korban”


“Iya besok diputusin. Oh ya ngomong-ngomong korban, udah berapa korban kakak?”


“Cuman Oliv dek, belum ada yang lain dan ga berharap yang lain. Mau dipakai sampai mati, udah sayang dan nyaman banget sama dia. Kamu ga tau aja yang korban itu bukan Oliv tapi kakak, dia yang jebak kakak tau”


“Yayayayaya terserah”


Pergi meninggalkan kakaknya menuju kamar untuk mengganti pakaiannya.


••••••


Rembulan sudah menampakkan cahayanya, barulah sang ayah sampai dirumah setelah beberapa jam bekerja dikantor. Ayah membawakan makanan yang dia beli ketika jalan pulang, tentunya sudah disampaikan pada anaknya agar tidak memasak makan malam.


“Kemarin ibu kalian nelfon, katanya waktu libur kalian cuman nginap satu malam dan berbuat ulah, benar?” Tanya ayah


“Kami memang hanya semalam dan tidak jadi liburan. Tapi ga bikin ulah yah” jawab iyaz, meyakinkan ayahnya


“Terus kenapa ibu kalian bisa ngomong seperti itu” tanya ayah, melihat kearah kedua anaknya.


Ada keraguan dalam diri ica dan iyaz untuk menceritakan masalah mereka, takut tidak dipercayai seperti ibu mereka. Saling pandang, akhirnya ica buka suara.


“Hmm.. ayah kalo kami cerita, apa ayah bakal percaya? Ica takut yang ada nanti ayah ga percaya seperti ibu” ucap ica, memberhentikan aktivitas makannya sambil terus menunduk tidak berani menatap ayah. Ayah yang ditanya seperti itu membuatnya curiga, ia menatap anak perempuannya terlihat raut sedih dan kecewa di wajahnya.


“Ayah akan percaya”


“Benarkah?” Iyaz memastikan jawaban ayahnya.


“Iya. Ceritalah”

__ADS_1


Terdengar suara tangis dari mulut ica, badannya bergetar mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu. Ayah yang mendengar anaknya menangis, berjalan kearah tempat duduk anaknya dan memeluknya, menuntun anaknya meninggalkan ruang makan.


“Ada apa sayang? Kenapa nak? Iyaz cerita kenapa sebenarnya?” Kata ayah yang terus mengelus punggung anaknya


“Sebenarnya ayah... ica... dia... dilecehkan oleh bapak yah” ucap iyaz lantang.


“Apa? Kamu jangan bercanda yaz. Ga baik menuduh orang seperti itu.” Kata ayah “ica, benar yang kakak kamu bilang? Kalian ga boong” ucap ayah melepaskan pelukannya dan melihat mata anaknya. “Jawab ca, jangan bikin ayah marah” lanjutnya.


“Iya ayah, itu benar adanya. Ga mungkin ica berbohong yah, ga ada gunanya ica memfitnah seperti itu” ucap ica, menatap ayahnya.


Ayah memperhatikan mata ica, tidak terliat kebohongan di matanya apalagi respon anaknya yang gemetaran. Kembali memeluk anaknya, menenangkannya. Kesel dan marah mendengar cerita anaknya, ingin rasanya dia menonjok dan memasukkan suami mantan istrinya ke penjara, hanya saja di urungkan niatnya agar tidak membuat gaduh keluarga mantan istrinya.


“Lalu kenapa sampai ibu kalian tidak percaya dengan omongan putrinya sendiri” kata ayah


“Sebenarnya itu karena ketika bapak kembali kekamar ica dia ga liat ica dikamar itu, dan mengadu sama ibu” jawab iyaz


“Maksudnya gimana?”


“Ica udah pasti takut dikamar, jadi dia tidur bareng aku yah. Mungkin ica mikir kalo masuk kamar adiknya pasti bapak berani masuk tapi kalo kamar aku pasti bapak ga berani. Pagi itu ibu nanya dimana ica semalam ketika ica jawab dia tidur dikamar bareng aku ya ibu mikirnya kami melakukan hal yang tak senonoh dan untuk menutupi itu kami memfitnah bapak” jelas iyaz panjang lebar. Mendengar penjelasan anaknya ayah mengerti situasi sebenarnya dan sangat yakin anaknya ga akan melakukan hal yang tak senonoh seperti dipikirkan ibu mereka. Yang tak habis pikir kenapa ibu mereka tidak percaya dengan mereka.


Ayah terus menenangkan ica, memeluk dan mengelus punggungnya sambil berbicara dengan iyaz, tanpa sadar ica sudah tertidur dipelukan ayahnya. Iyaz yang meliha hembusan nafas ica mulai teratur dia sudah mengira adiknya tidur.


“Yah, ca tidur. Iyaz pindahin ke kamarnya ya yah. Habis ini biar iyaz yang bersihkan ruang makan. Ayah tidur aja, pasti lelah” ujar iyaz


“Hmm baiklah” ayah menyerahkan ica pada iyaz untuk di antar kekamar ica.


Setelah mengantar adiknya ke kamar, dan menyelesaikan semua pekerjaannya. Iyaz kembali ke kamar menelefon kekasihnya dan tertidur.


•••••


Jangan lupa like dan vote 😘


Sedikit bocoran ya, episode besok sosok yang ditunggu pemeran utama akhirnya muncul.


Ditunggu yaah..


sekali lagi jangan lupa like dan vote. Kalo ada saran dan kritik boleh di kolom komentar.

__ADS_1


Love you dear❤️


__ADS_2