
“Apa kamu begitu membenciku ca? Apa kepulanganku ke kota ini adalah sebuah kesalahan? Aku rindu kamu.. aku sayang kamu” gumam Rangga.
Rangga dan ica tak menyadari tingkah mereka tadi sudah diperhatikan oleh iyaz semenjak Rangga berlari menyusul adiknya. Iyaz tersenyum menatap Rangga dari jauh lalu menghampiri Rangga.
“Sudah bro jangan di tatap terus. Yuk lanjut ngobrol di kantin sekalian nyicip masakan ica” kata iyaz merangkul pundak rangga.
Sesampainya di kantin, mereka hanya memesan minuman karena sudah berniat makan masakan ica.
“Ica udah punya cowok ya?”
“Iya, lu sih. Adik gue ditinggal gitu aja ya udah diambil orang lah”
Rangga hanya mendehem dan menikmati makanan dengan wajah yang ditekuk.
“Tapi sebenarnya kurang suka sama cowoknya ica. Semenjak kenal tu cowok sikap ica berubah, jadi lebih liar dan ga tau aturan. Parahnya cowok itu juga ngasut papa buat ngasih kebebasan yang terlalu bebas buat ica. Udah ga ngerti lagi”
“Lu ga ngomong sama papa kalo cowok itu ga baik buat ica?”
“Bisa apa aku kalo ica belain tu cowok. Lagian cowok itu termasuk berpengaruh di kota ini”
“Apa? Jangan bilang dia Alex?”
Iyaz hanya menganggukkan kepalanya.
“Serius bro?”
“Iya”
“Bro dia bukan cowok yang benar, gue liat dia beberapa kali bareng cewek ke hotel. Gue hampir liat dia kalo ada bisnis dan pasti ketemu sama dia dengan cewek yang berbeda yang dia bawa untuk kekamar. Lo pasti ngerti kan?”
Iyaz yang mendengar itu langsung berdiri dan menatap penuh amarah.
“Tenang dulu, jangan emosi. Ingat loh sekarang kamu berada di cabang perusahaan Alex.”
“Aku harus gimana?”
“Kita nanti ketemu papa kamu dan jelasin semuanya”
“Ok bro. Duluan ya, jam istirahat udah selesai nih. Lu habisin aja, dan bawa kotak bekalnya kerumah gue. Lu belum mulai sibuk untuk ketemu para investor untuk cabang perusahaan disini kan?”
“Iya tenang aja, kalo sekarang aku kerumah ga papa nih?” Teriak Rangga yang sudah ditinggal sendiri di kantin.
Rangga membereskan bekalnya itu lalu berjalan kepakiran menuju mobil untuk pergi kerumah ica.
****
Tok tok tok
__ADS_1
Lama mengetuk pintu akhirnya keluarlah gadis cantik memakai baju bola dan celana pendek.
“Mas Rangga” ucapnya terkejut.
“Boleh masuk”
“Gak boleh. Mas Rangga mau ngapain kesini? Bukannya tadi aku udah bilang gak mau ketemu mas Rangga”
“Tapi aku mau ketemu kamu. Mau kebalikin kotak bekal kamu. Masakan kamu enak ya udah cocok jadi istri”
“Sana pulang”
“Gak mau aku mau masuk, aku mau nunggu papa dan kakak kamu”
“Papa dan kak iyaz belum pulang. Silakan mas Rangga pergi dulu nanti kesini lagi kalo emang ada urusan dengan mereka.”
“Aku malas kembali ke hotel terus balik lagi kesini, mending aku tungguin disini aja” ucap Rangga yang menyelonong masuk ketika melihat kesempatan.
Ica melihat Rangga dengan tatapan sinis. Ica bukan benci Rangga, ia hanya terkejut dengan kemunculan Rangga tiba-tiba bertepatan dengan keburukan Alex terkuak.
“Gak sopan banget, beda sama mas Rangga yang dulu”
“Emang aku dulu gimana?”
Ica malas menjawab pertanyaan yang di ajukan Rangga. Ia menutup pintu rumah dan berlalu meninggalkan Rangga diruang tamu. Rangga yang melihat ica yang akan meninggalkan ia sendirian buru-buru Rangga mengikuti ica dari belakang.
Ica kaget Rangga berada tepat dibelakangnya.
“Maunya apa sih? Hilang tiba-tiba sekarang muncul tiba-tiba dengan sikap anehnya ini” gumam ica
“Ngapain mas Rangga ikutin aku?”
“Gak mau ditinggal sendiri aja”
“Terus mau nya apa?”
“Temanin. Sekalian ada yang mau aku obrolin. Mau ya?”
Dengan terpaksa ica menganggukkan kepalanya dan berjalan keruang keluarga yang disusul oleh Rangga. Ketika melihat Rangga sudah duduk, ica berjalan meninggalkannya tapi langkahnya dihentikan Rangga yang memegang tangan ica.
“Apa lagi mas?”
“Mau kemana? Kan aku bilang temanin aku sekalian ada yang mau di obrolin?”
“Aku mau ambil mas Rangga minum. Bisa tolong lepasin tangannya dulu”
Rangga lalu melepaskan genggam tangannya dari ica. Ica berjalan ke dapur dan menyiapkan minuman untuk Rangga lalu kembali ke ruangan tempat Rangga berada sekarang.
__ADS_1
“Ini minumlah, aku ga tau mas Rangga suka apa sekarang jadi aku buatkan seperti dulu”
“Makasih, aku masih suka teh buatan kamu” ucap Rangga yang mulai meminum minumannya.
“Jadi mas Rangga mau ngomong apa?”
“Kamu mau nikah sama aku?”
Deg
“Jangan bercanda mas. Ini ga lucu tau?” Teriak ica yang mulai berdiri dari duduknya, yang langsung ditahan oleh Rangga.
“Aku ga bercanda ca. Aku tau kamu pacaran sama Alex. Tapi aku suka kamu dari dulu. Aku cuman mau jujur dengan perasaan aku, dan aku pingin nikah sama kamu”
“Mas Rangga emang suka begini ya?” Tanya ica menatap Rangga. Rangga yang ditanya dan ditatap begitu terlihat bingung.
“Maksud kamu apa? Begini gimana?”
“Iya begini. Pergi tiba-tiba, datang tiba-tiba dan menyatakan cinta sekaligus mengajak nikah juga tiba-tiba. Mas Rangga suka begini?”
“Ca, mas punya alasan untuk pergi dan kembali lagi. Dan alasannya hanya kamu”
“Kenapa aku?” Tanya ica bingung.
“Aku pergi karena aku pikir kamu gak suka aku apalagi pas aku liat kamu sama Alex di belakang kampus ketika dihari ujian skripsi kamu. Aku melihat kalian sangat dekat dan mendengar Alex menyatakan perasaannya.”
“Mas dengar aku jawab apa?”
Rangga menggelengkan kepalanya.
“Seharusnya mas tunggu sampai aku jawab, mungkin aku ga harus kayak gini” ucap ica menunduk.
“Aku tau jawaban kamu ketika sebulan aku di kota B dan itupun dari iyaz. Bahkan aku juga tau kamu sayang aku. Tapi maaf aku gak bisa kembali dan menghubungimu dikarenakan aku mau membuktikan diriku dulu serta terlalu takut kamu menolakku”
“Mas kan belum pernah coba dari mana mas tau” kata ica menangis.
Rangga yang mendengar suara ica mulai serak, ia berjalan kearah ica dan memeluk ica.
“Maafin mas. Mas pengecut” ucap Rangga memeluk ica dengan erat tapi tidak menyakitkan.
“Ica mau maafin mas dan terima lamaran mas?” Tanya Rangga
“Maaf mas ga bisa membakukan keadaan” ucap ica melepaskan dirinya dari pelukan Rangga lalu menatapnya.
“Dan maaf aku tak akan bisa terima lamaran mas bahkan walaupun aku saat ini masih mencintai mas” ucap ica berdiri.
“Sekarang mas Rangga boleh pulang, telfon kak iyaz atau papa kalo mas Rangga mau kesini. Aku mau sendiri”
__ADS_1
Rangga pingin bertanya maksud dari perkataan ica tapi melihat ica yang menangis dan pingin sendiri ia memilih untuk pergi terlebih dahulu. Ia akan bertanya nanti.