
Sesampainya dirumah ia masuk kedalam dan membanting pintu kamarnya.
Galih dan ica yang sedang makan menghentikan suapan mereka ketika mendengar suara bantingan pintu tersebut. Mereka berdua saling melirik, dan meninggalkan meja makan menuju kamar iyaz.
Galih mengetuk pintu kamar iyaz, tapi tak ada jawaban dari iyaz.
“Kamu tau kenapa?”
“Tadi ica menyuruhnya datang kerumah Oliv menyelesaikan masalahnya pa”
“Iyaz, buka pintu nya nak. Ada apa?” Ucap galih sambil mengetuk pintu kamar anaknya.
“Kalo kamu gak mau buka papa akan dobrak pintu ini” ancam galih.
Mendengar ancaman galih, iyaz dengan malas membuka pintu kamarnya.
“Kenapa sih pa? Gak bisa tinggalin aku sendiri aja”
“Kamu kenapa?”
“Gak ada pa, udah lanjut aja makan. Aku gak lapar, mau tidur capek”
“Benaran kak?”
“Iya” ucap iyaz menutup pintu kamarnya lagi.
Galih dan ica kembali ke meja makan dan menghabiskan makanan mereka.
“Coba kamu yang bujuk ya ca”
“Iya pa”
Setelah merapikan peralatan makan yang sudah bersih, ica berjalan kearah kamar kakaknya. Saat ica memegang gagang pintu ternyata tidak dikunci, ica masuk kedalam kamar kakaknya yang gelap.
“Kak” kata ica. Tak ada jawaban.
“Kaak” kata ica sekali lagi. Masih tetap tak ada jawaban. Kemudian ica berjalan kearah saklar lampu dan menghidupkan lampu. Terlihat muka kacau kakaknya yang terduduk di bawah samping ranjang.
“Kakak kenapa?” Kata ica kwatir menghampiri kakaknya.
Iyaz tak menjawab, ia hanya melihat ica dengan tatapan sedih lalu memeluk ica. Menangis..hanya itu yang terdengar ditelinga ica.
“Kak”
“Maaf” kata iyaz yang masih memeluk ica
__ADS_1
“Maafkan kakak ca, maaf. Maaf gak bisa jagain kamu.. maaf gak bisa liat yang mana teman yang mana lawan”
Ica bingung dengan omongan kakaknya dan melepaskan pelukan iyaz.
“Kakak ngomong apa? Yang jelas.”
Iyaz diam.
“Kakak udah ketemu Oliv?”
Iyaz mengangguk.
“Gimana?”
Iyaz kembali diam
“Kalo ditanya jawab pakai suara, bukan diam dan menganggukkan kepala saja”
“Ca.. kakak dan Oliv putus...”ucap iyaz, belum selesai ia ngomong langsung dipotong ica.
“Kenapa? Bukannya gak ada masalah lagi?”
“Dengarin dulu..” kata iyaz, ica mengangguk dan diam. “Dia selingkuhin kakak sama Ronal..” belum selesai iyaz menyelesaikan omongannya di potong lagi oleh ica.
“Bohong?” Iyaz langsung menjitak kepala ica. “Bisa gak? Dengarin dulu baru komentar? Kakak belum selesai ngomongnya”
Deg..
“Gak mungkin.. Oliv gak mungkin jahat sama aku kak, buat apa dia kayak gitu” sanggah ica.
“Bener ca, alasan dia karena cemburu sama kamu. Karena kakak lebih banyak menghabiskan waktu sama kamu ketimbang dia. Itulah katanya tadi. Kakak bukan patah hati diputusin ca, kakak hanya kecewa dengan sikap Oliv ke kamu”
Ica hanya diam. Ia tak tau harus bicara apa. Ia bingung, tak percaya dengan omongan kakaknya.
“Kakak gak bohong ca, tadi kakak ketemu Ronal dirumah Oliv. Mereka akan tunangan minggu depan.”
“Kak.. aku mau sendiri. Aku balik. Aku terlalu syok. Tadi sore Oliv ngomong kakak yang selingkuh, malam ini kakak ngomong Oliv selingkuh. Aku gak tau mau percaya siapa. Aku mau sendiri dulu” ucap ica berdiri meninggalkan kakaknya. Ia berjalan kearah kamarnya.
Baru saja ia sampai dikamar ia tertuduk dilantai depan pintu, ia kunci pintu lalu berlari kearah kasur. Menangis hanya itu yang ia bisa.
***
Ica malas untuk masuk hari ini apalagi hanya seminar, tapi kalo ia tidak hadir maka nilainya akan langsung E. Dengan terpaksa ia sekarang sudah berada diruang seminar.
Dari tadi ia belum melihat Oliv, ntah kemana perginya. Apa benar yang dikatakan kak iyaz kalo hari ini Oliv akan tunangan, ntahlaah ia pun tak tahu. Oliv tak pernah mengabari dia lagi seminggu yang lalu, dan ia pun begitu.
__ADS_1
Seminar dimulai. Ica terkejut dengan pemateri yang ada didepan.
“Bukannya dia cowok yang aku tabrak minggu lalu? Dia kah pengusaha sukses yang masih muda dan tampan itu? Oh My god...”teriak ica dalam hati tak percaya dengan yang ia lihat.
Selama seminar, mata Alex tak lepas dari ica. Ia terus memperhatikan gadisnya, eh bukan calon. Ica tak menyadari kalo tatapan yang diberikan Alex untuk nya.
***
“Nafisa.. bisa bicara sebentar?” Ucap Alex menghentikan langkah kaki ica.
“Ya? Ada apa?”
“Bisa kita bicara?” Ucap Alex sekali lagi. Ica menganggukkan kepalanya.
“Tapi tidak disini, bisa kita bicara ditempat yang sedikit sepi. Saya kurang nyaman dengan tatapan semua orang pada saya. Bisa?”
Ica mengangguk lagi. Ica berjalan terlebih dulu hingga ke tempat persembunyiannya dengan Oliv, Rangga dan iyaz di kampus ini.
“Silakan bicara”
“Saya suka kamu”
“Apa?”
“Saya suka kamu pada pandangan pertama,bisakah saya menjadi kekasihmu Nafisa?”
Ica yang mendengar syok tak percaya, sosok yang di puja semua wanita ini menyukainya. Ica hanya diam.
Sedangkan ditempat yang sama Rangga mendengar itu semua merasa sedikit dan kecewa. Hari ini dia berencana menyatakan perasaannya pada ica tapi bukan untuk menjadi pacar tetapi istrinya. Harapan Rangga kembali hancur melihat Alex sang bos mencintai gadis yang ia suka selama tiga tahun ini. Rangga meninggalkan mereka berdua, ia memutuskan untuk melupakan perasaannya dan pergi jauh dari ica.
Kembali ke ica dan Alex..
“Mau?” Tanya Alex. Tanpa sadar ica menganggukkan kepalanya. Melihat itu ia langsung memeluk ica
“Makasih sayang”
Alex yang bahagia mencium bibir ica. Ica hanya diam, ia masih bingung.
“Kenapa?”
“Maaf.. kita baru saja kenal. Dan lagi saya tak berminat berpacaran. Saya hanya ingin fokus menyelesaikan studi saya. Kalo gitu saya permisi” ucap ica meninggalkan Alex.
Alex tidak terima penolakan. Menurutnya ia pantas mendapat apapun yang ia inginkan termasuk ica. Melihat ica meninggalkannya begitu saja membuatnya berpikiran jahat untuk mendapatkan apa yang ia mau.
Ica terus berjalan bahkan mulai berlari meninggalkan Alex.
__ADS_1
“Aku hanya cinta mas Rangga. Aku hanya mau mas Rangga. Mas Rangga aku rindu, kapan kita ketemu? Jika nanti kita ketemu akan aku utarakan isi hatiku ini”batin ica
Ia terus berlari hingga tanpa sadar ia sudah di depan gerbang kampus. Ia mencari taxi untuk segera pulang. Didalam taxi ia mencoba menghubungi Rangga, tapi nomor Rangga tak aktif.