Kehancuran

Kehancuran
Hancur


__ADS_3

Ia terus berlari hingga tanpa sadar ia sudah di depan gerbang kampus. Ia mencari taxi untuk segera pulang. Didalam taxi ia mencoba menghubungi Rangga, tapi nomor Rangga tak aktif.


“Kemana? Gak biasanya nomor mas Rangga gak aktif? Apa lebih baik aku pulang dan menunggu kak iyaz pulang baru bertanya tentang mas Rangga ya?” Gumam ica.


Ica telah sampai dirumahnya. Ia segera masuk kekamar dan menganti pakaiannya. Lalu mencari makanan di dapur.


Lama menunggu, akhirnya yang ditunggu datang. Iyaz baru saja masuk kedalam rumah sudah disamperin ica.


“Kak, capek?”


Iyaa hanya membalas dengan deheman dan anggukan kepalanya, lalu ia masuk kedalam kamar diikuti ica.


“Apa?” Kata iyaz melihat ica masuk kedalam kamarnya


“Jangan galak gitu. Mau tanya boleh?”


“Mas Rangga kemana? Kok nomornya gak aktif?”


“Ntahlaah belum ngobrol dan ketemu dia. Udah sana keluar mau mandi terus istirahat, kakak nanti aja makannnya kalo papa sudah pulang” ucap iyaz mendorong ica keluar dari kamarnya dan mengunci pintu.


Ica yang diusir merasa kesal dan kembali kekamarnya, mencoba untuk menghubungi Rangga lagi dan lagi hingga tertidur.


Perasaan ica ia baru saja mulai tertidur tapi sekarang suara ketukan dan panggilan papanya membuatnya jengkel.


“Apa sih pa?” Kata ica kesal membukakan pintu kamarnya.


“Ayo makan, papa baru saja nyampe”


“Iyaa” jawab ica mengikuti langkah papanya menuju meja makan. Di meja makan sudah ada iyaz dengan muka yang segar, ica rasa dia baru saja mandi.


Kami makan dengan nikmat, hingga suara galih memecahkan keheningan.


“Besok papa akan keluar negeri selama seminggu, jadi gak papa berdua aja kan?”


“Yah pa, iyaz baru aja mau bilang iyaz juga bakal keluar kota besok menangani proyek iyaz pa”


“Kenapa jadi barengan gitu perginya?”


“Kakak baru tau tadi”


“Papa sudah dari minggu lalu, dan ini rapat penting yang gak bisa diwakilikan. Jadi gimana dengan kamu ca? Apa papa suruh mama nemanin kamu disini?”


“Ica bisa sendiri pa, udah ga papa. Lagian ica sibuk nyusun gak akan kemana2 dirumah aja”


“Tapi papa yang gak tenang sayang.. papa takut”

__ADS_1


“Pa, ica ga papa. Tenang aja ya, selama ica gak keluar rumah semua masalah aman, oke? Papa sama kakak urusin kerjaan aja”


Galih dan iyaz saling menatap, mereka takut dan cemas meninggalkan ica sendiri saja. Tapi salah satu dari mereka tidak bisa membatalkan kerjanya.


Lagi dan lagi ica meyakinkan semua aman, mau tak mau iyaz dan galih meninggalkan ica.


Selesai makan semua kembali ke kamar masing-masing. Galih menyiapkan pakaian yang akan dibawanya begitu juga iyaz. Sedangkan ica hanya diam dikamar, ia memikirkan siapa yang bisa ia ajak kerumah. Selama ini ia hanya dekat dengan Oliv, iyaz dan Rangga. Oliv gak akan mau menemaninya, Rangga menghilang.


*****


Seperti yang dijanjikan ica pada iyaz dan galih kalo ia tak akan meninggalkan rumahnya. Tapi seseorang yang pernah ia tolak selalu memantau kegiatan ica dari rumah. Melihat ada peluang dia masuk kedalam rumah, mengingat tak ada orang dirumah selain ica ia memutuskan malam ini akan menjadi malam yang panjang untuknya dan ica. Siapalagi kalo bukan Alex.


Malam pun tiba, ica yang baru pertama kali sendiri mulai merasa takut. Ia mencoba berdiam diri dikamar dengan menghidupkan musik. Ia berusaha untuk tidur dengan musik tetap menyala.


Saat ia mulai terlelap, tanpa ia ketahui Alex sudah berada dikamarnya sejak tadi ntah bagaimana caranya Alex masuk ke kamarnya.


Dan saat ini memandang wajah ica yang terlelap, ia mulai menyentuh wajah ica dengan lembut. Melihat tak ada reaksi dari ica membuatnya memberanikan dirinya meraih leher mulus ica hingga turun ke kancing baju tidur ica. Ia buka satu persatu kancing baju dan membuka baju ica.


Ica hanya menggeliat merasa tidurnya terganggu kemudian tidur lagi. Alex memperhatikan itu semua, dengan berani ia menurunkan celana tidur ica. Tersisa lah hanya pakaian dalam saja yang melekat pada tubuh ica. Alex berjalan ke sisi ranjang yang lain, lalu ikut tidur disamping ica.


Alex memeluk ica dengan erat, membuat ica terbangun dari tidurnya.


“Siapa kamu?” Ucap ica kaget melihat ada seorang pria tidur disebelahnya.


“Lepaskan aku..” ucap ica memberontak melepaskan pelukan Alex.


“Gak akan aku lepas sayang... “


“Jangan...”


“Dimana pakaianku? Apa aku lupa memakai baju sebelum tidur” gumam ica


Ica terus menolak dan memukul badan Alex. Alex yang mendapatkan penolakan semakin tertantang untuk menaklukkan ica. Alex tetap memaksa ica menerima ciumannya dan membalasnya.


Alex menarik pakaian yang masih tersisa pada ica dam mulai melakukan sesuatu yang menyenangkan pada setiap area sensitif ica. Ica yang awalnya menolak sekarang terlihat pasrah dan menangisi nasibnya.


Permainan yang awalnya kasar lambat laun mulai lembut, melihat ica tak lagi memberontak. Setelah puas menikmati tubuh ica yang sekarang sudah terkulai lemas dengan permainan Alex barusan, barulah ia melepaskan pakaiannya seluruhnya. Melihat itu ica kembali meronta dan menangis..


“Jangan Alex.. lepaskan aku” pinta ica


“Sayang....diam lah dan nikmati saja. Aku janji ini tidak akan menyakitkan”.


“Kenapa harus aku? Kenapa begini? Tuhan apa salahku.. papa.. kakak...” ucap ica dalam hati.


Alex mulai melancarkan aksinya, ia mulai melakukan penyatuan pada ica. Dengan susah payah dan menghabiskan tenaganya akhirnya junior Alex masuk seluruhnya. Ia berhenti sejenak..

__ADS_1


“Sayang.. aku mencintaimu.. Aku akan bertanggung jawab padamu dan mulai sekarang kau adalah wanitaku”ucap Alex


Ica terus menangis menahan sakit di bawah perutnya. Dia merutuki kebodohannya, seharusnya ia terima tawaran galih untuk memanggil mamanya. Tapi sekarang tak ada gunanya. Semua telah hancur.


Mendengar tak ada jawaban dari ica membuat Alex marah dan membentaknya “APA KAU TULI SAYANG? JAWAB AKU”


“Iya..”ucap ica pasrah dalam tangis dan menahan sakitnya.


Alex yang mendengar itu tersenyum senang, ia mulai bermain pada tubuh ica sampai mendapatkan kepuasannya.


“Makasih sayang”ucap Alex mencium kening ica.


“Sekarang sudah hancur.. aku hancur bagai gelas yang pecah. Aku tak seperti dulu lagi.” Tangisnya dalam hati.


Ica yang kelelahan mulai tertidur.


Selama ditinggal iyaz dan galih, Alex menemaninya. Lebih tepatnya pemuas nafsu alex setiap malam. Dan dengan terpaksa ica menuruti kemauan Alex.


***


Iyaz lebih dulu sampai ketimbang galih, ia masuk kedalam rumah menemui adiknya. Iyaz melihat di setiap sudut rumah tapi tak menemui adiknya, ia buru-buru menemui adiknya dikamar.


“Dek, kamu tau gak?” Ucap iyaz menyelonong masuk kedalam kamar adiknya.


Iyaz kaget melihat kamar ica yang berantakan dan gelap.


“Ca.. kenapa kayak gini?” Tanya iyaz membangunkan ica yang sedang tidur. Ica yang merasa tidurnya terganggu merasa was-was ia mengira itu Alex tapi seperdetik kemudian ia melihat wajah kakaknya lalu memeluk iyaz dengan erat.


“Kamu ini ditanya bukan dijawab malah main peluk aja”


“Aku rindu kakak” jawab ica melepaskan pelukan kakaknya dan tersenyum.


“Dasar kamu ini” kata iyaz mengacak rambut ica. “Oh ya, kamu tau gak? Rangga pindah ke kota A, katanya mau mulai buka usaha sendiri. Kakak baru tau kemarin pas ketemu dia. Kamu udah tau?”


Ica hanya menggelengkan kepalanya.


“Sekarang apa gunanya tau dimana mas Rangga berada. Aku udah rusak. Aku hancur. Mas rangga gak akan mau terima aku lagi, lebih baik aku pendam saja perasaan ini”


“Dan kamu tau? Dia suka dan sayang kamu dari awal kalian ketemu, tapi katanya kamu sekarang sudah pacar. Kok kakak ga tau? Kasihan Rangga” ucap iyaz. Ica hanya diam.


“Kamu emang ga suka sama Rangga? Kamu kan dekat sama dia, masak gak ada perasaan. Terus siapa pacar kamu sekarang?”


“Bisa tanya satu-satu kak? Pertama aku suka sama mas Rangga, aku tungguin dia nyatain perasaannya tapi gak pernah ada. Sekarang aku udah pacar kak Alex namanya”


Iyaz yang mendengar itu hanya mangut saja. Lalu ia pamit untuk membersihkan dirinya dikamarnya. Sedangkan ica memutuskan membersihkan kamarnya sebelum galih datang dan memarahinya. Setelah itu ia aja memasak untuk iyaz dan galih.

__ADS_1


__ADS_2