Kehancuran

Kehancuran
Bukan Rangga


__ADS_3

Selamat membaca!!


❤️❤️🖤🖤🖤❤️❤️





***Lima bulan kemudian***


Kedekatan Rangga dan ica tak liput dari perhatian iyaz pada adiknya. Hanya saja belum terdengar dari keduanya ada hubungan apa sebenarnya.


Hingga suatu waktu, ica membagikan cerita bahagia pada iyaz. Iyaz pikir itu tentang hubungan ica dan teman baiknya itu tapi kenyataannya salah.


“Sejak kapan kamu dekat sama bang Ronal?” Tanya iyaz yang terkejut dengan cerita adiknya.


“Dua bulan yang lalu kak. Bang Ronal baik, perhatian dan manis banget. Awal dekat sih karena ga sengaja gitu, lama kelamaan tumbuh deh rasa suka dan yang bikin bahagia bang Ronal pun begitu. Kemarin bang Ronal nembak pas pulang sekolah” jelas ica bahagia.


^Flasback on^


“Ca, Abang suka sama kamu. Ica mau jadi pacar Abang?” Kata Ronal pada ica di perpustakaan. Tentu saja itu membuat ica bahagia.


“Ica mau bang” jawab ica tersipu malu.


“Makasih ya ca”sahut Ronal dan memeluk ica.


^Flasback off^


Iyaz yang mendengar itu semua hanya bisa tersenyum pada adiknya. Tetapi menyayangkan sikap Rangga yang sangat lama mengambil langkah.


“Huft Rangga... kamu kalah satu langkah dari orang yang menyukai adikku”batin iyaz


*****


Ronal datang kerumah ica, dan disambut dengan hangat oleh ica. Ica menyuruhnya duduk diruang tamu sedangkan ica membuatkan minuman untuk Ronal.


“Makasih sayang” ucap Ronal meminum buatan ica.


“Iya sama-sama” balas ica. “Kenapa kesini gak bilang dulu untung saja ica dirumah bang, kalo ga gimana?” Lanjutnya


“Abang rindu sama kamu sayang, ga boleh kah?”


“Tentu boleh bang. Lain kali beritahu ica kalo abg kerumah”

__ADS_1


“Iya sayang” ucap Ronal. Diperhatikan ya rumah terlihat sepi ronal pun bertanya kemana yang lain. Ketika ica menjawab iyaz keluar dari kamarnya.


“Oh ada bang Ronal. Aku kira ica lagi nelfon” kata iyaz duduk di depan Ronal.


“Hmm.. kamu dirumah juga. Dimana mama kalian?”


“Di kota A bang” jawab iyaz.


“Jadi kalian hanya tinggal berdua”


“Gak bang, kamu tinggal bersama papa” jawab ica


“Papa kalian mana? Aku mau izin bawa ica keluar”


“Papa lagi kerja bang. Mau dibawa kemana bang”


“Hanya main saja yaz, tenang akan aku antar pulang dengan selamat”


“Ca, pergilah telfon papa kalo diizinkan pergilah” suruh iyaz. Ica yang mendengar itu pergi ke kamar mengambil hp dan menghubungi papa nya..


“Pa, ica keluar sama teman ya pa. Ica janji bakal pulang sebelum papa pulang, boleh pa?”


“Teman cewek apa teman cowok?”


“Hmmm.. baiklah, tapi janji harus pulang sebelum papa pulang. Pulang sebelum jam 8 malam agar bisa makan bersama”


“Terimakasih pa. Love you”


Panggilan pun berakhir. Ica langsung bersiap, menganti pakaiannya dan berdandan senatural mungkin.


Siap berdandan, ica keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu. Iyaz langsung melirik adiknya.


“Kak, aku sudah izin dan diizinkan. Sekarang aku dan bang Ronal berangkat ya” pamit ica. “Yuk bang” lanjutnya menggandeng tangan Ronal.


Ronal menuntun ica masuk kedalam mobilnya dan membukakan pintu disamping kemudi. Setelah ica masuk barulah ia masuk dibalik kemudi, mobil pun keluar dari perkara rumah ica.


****


Ronal bahagia bisa mengajak kekasih montoknya ini keluar dan berjalan-jalan. Mereka memilih pergi kesebuah taman. Sebelum ke taman mereka sudah berbelanja makanan ringan untuk dinikmati selama ditaman.


“Disini aja ya? Cuman mau ngobrol sama kamu, tadi dirumah kurang leluasa karena ada iyaz” ujar Ronal


“Iya ga pa pa bang. Maaf ica kurang peka”


“Ga papa sayang” mengelus kepala ica.

__ADS_1


“Abang boleh tanya?”


“Boleh bang,”


“Jangan tersinggung ya sayang” ucap Ronal ragu.


“Apaan sih bang? Bikin penasaran aja. Ga papa tanya aja selagi bisa dijawab akan dijawab”


“Pernah punya pacar?” Tanya Ronal dan dibalas anggukan oleh ica.


“Pernah ngapain aja?” Tanya Ronal lagi.


Ica ragu menjawab pertanyaan Ronal, dan itu terlihat oleh Ronal.


“Ga pa pa kalo ga mau jawab sayang. Jangan dipikirkan ya?” Menenangkan ica.


“Ica dan mantan ica dulu hanya sebatas cium bibir aja” ucap ica menundukkan kepalanya, ia takut melihat kekecewaan Ronal padanya. Itu semua hanya ilusi ica saja.


“Jangan malu, ga pa pa. Makasih sudah jujur sayang” memeluk ica dan mencium kepala ica.


Ica sengaja tidak menceritakan tentang kejadiannya bersama bapak tirinya itu menurutnya itu adalah aib keluarga.


Mengingat hubungannya dengan mamanya renggang sejak kejadian itu kembali membuat ica bersedih.


“Kenapa sayang?”


“Ica rindu mama bang, sudah hampir dua tahun ga ketemu”


“Nanti pas libur kita kesana ya, Abang juga mau kenalan dengan mama mertua Abang”


“Baiklah”


Obrolan tadi membuat mereka hanya duduk dan saling berpelukan saja. Saat dirasa mulai gerah barulah mereka beranjak pulang.


Ronal mengantarkan ica sampai depan pintu rumah dan menyerahkan ica pada iyaz. Setelah itu barulah ia pulang.


*****


Untuk hari ini sekian dulu yaa.. besok baru update lagi..


Love you readers❤️🖤


Jangan lupa like dan vote dear😘


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2