
Sekamat membaca!
❤️❤️🖤🖤🖤❤️❤️
.
.
.
Ica kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa ditemani iyaz, Oliv dan Rangga. Ica melupakan semua yang pernah terjadi menuruti kemauan iyaz dan Rangga.
Weekend ini ica, iyaz dan Rangga akan kerumah Ratna. Mau bagaimanapun mamanya memperlakukan dirinya ia tetap menyanginya. Mereka memilih berangkat menggunakan mobil Rangga. Selama diperjalanan hanya ada keheningan semata.
Satu jam lama nya mereka mengendarai mobil, akhirnya mereka tiba dirumah Ratna.
“Ma..” panggil ica ketika turun dari mobil. Muncul sosok paruh baya didepan pintu, tersirat kerinduan pada wajahnya.
“Nak”kata Ratna menghampiri ica dan iyaz. Seperdetik kemudian dilihatnya sosok asing berada diantara anaknya.
“Ini siapa?”
“Oh ini teman iyaz dan ica ma” jawab iyaz
“Siang tante” sapa Rangga
“Siang juga.. duh tampannya. Mama kira calon menantu mama”
“Maa”
“Hahaha sudah... yuk masuk. Selamat datang dirumah tante ya nak Rangga”
“Iya Tan”
Mereka masuk kedalam rumah. Ica hanya melihat Ari dan Nabila saja dirumah, tak terlihat sosok bapak tirinya itu dan ia pun enggan menanyainya.
“Nabila.. Ari... sini liat siapa yang datang??”
“Taci... Abang” teriak Nabila memeluk ica dan iyaz bergantian.
Ari diam mematung tanpa mau mendekati ica dan iyaz.
“Ari... sini..”ucap ica membentangkan tangannya. Ari yang melihat ica memperlakukannya seperti biasa barulah ia memeluk ica.
“Taci.. kenapa ga pernah main kesini?? Taci marah sama Ari ya?”
“Gak sayang.. Taci ga marah sama Ari, taci sibuk. Maafkan taci. Dan yang terpenting taci disini. Ayo peluk juga kak iyaz”
Ari berjalan kearah iyaz dan memeluknya.
“Nah sekarang salam kakak tampan ini namanya Rangga. Panggil mas Rangga”
“Selamat datang mas Rangga” ucap Ari dan Nabila bersamaan. Rangga hanya membalas dengan senyumannya.
__ADS_1
Kemudian Ratna mengantarkan ica, iyaz dan Rangga ke kamarnya. Ica diletakkan dikamar Nabila sesuai perintah galih pada Ratna sebelum anaknya menginap dirumah Ratna. Sedangkan iyaz dikamar yang pernah dia tepati, dan Rangga dikamar ica.
*****
🌸🌸Ica🌸🌸
Ku baringkan badanku disamping Nabila yang sudah tertidur lelap. Hari ini hari yang melelahkan, dan aku bersyukur hari ini aku tidak bertemu bapak.
Mataku mulai lelah dan akhirnya tertidur. Sayup-sayup terdengar suara pintu terbuka, tetapi aku sangat berat untuk membukakan mataku.
Aku mendengar ada suara langkah kaki mendekat kearah ku.
“Sayang.... bapak rindu”bisiknya pada telingaku.
Aku merasakan tangannya yang meraba tubuhku, membuka kancing baju tidurku. Memegang benda kenyalku dan meremasnya lembut.
“Sayang...” suaranya serak.
Aku ingin bergerak dan bangun tapi badanku tak sejalan dengan otakku.
“Tolong..” batinku berteriak.
“Aaaah” ucapku saat ia mulai menyedot benda kenyalku itu.
“Sssst... sayang jangan bersuara..”bisiknya
Dia terus menyedot dengan lembut secara bergantian, tak selesai sampai disitu tangannya berusaha melepaskan celanaku. Dan terlepaslah. Dirabanya dan dielus nya dengan lembut.
“Aaaah sayang.. punyamu sangat harum”ucapnya lalu menjilati dan bermain sepuasnya. Aku menahan suaraku keluar dari mulutku. Sesaat kemudian aku merasakan benda keras menempel pada punyaku.
*****
“Pagi juga mas. Dari mana mas?”
“Habis jalan pagi sama iyaz. Yuk sarapan” ajaknya. “Oh ya ca, mama kamu udah nikah lagi ya?” Tanyanya
“Iya mas”
“Hmm.. pantasan tadi mas liat papa tiri kamu lagi nikmati kopinya di teras” ucap Rangga
“Deg.. jangan-jangan semalam aku tidak bermimpi tapi memang benar terjadi”ujarku dalam hati. Terbesit ketakutan kalo memang benar yang semalam adalah nyata.
“Kenapa ca?”tanya Rangga yang melihat raut mukaku.
“Ga ada mas.” Kataku mencoba tersenyum. “Kak iyaz mana mas?”
“Ada di dapur lagi ngobrol sama mama kamu.”
Aku hanya menjawab dengan deheman saja. Dan memang benar yang dikatakan Rangga bahwa kak iyaz memang sedang asyik mengobrol dengan mama di dapur.
“Ya ampun ca, anak gadis kok baru keluar kamar” ucap mama ketika melihatku memasuki dapur.
Aku hanya tersenyum lebar menanggapi ucapan mama dan mama hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Kalian jadi pulang sore ini? Ga mau nginap semalam lagi?” Tanya mama pada kami bertiga.
“Jadi ma. Bulan depan kami kesini lagi” jawab iyaz menanggapi pertanyaan mama
“Ya sudah kalo gitu. Terserah kalian aja”
Kami hanya membalas dengan senyuman.
“Nabila..” teriak mama “panggil bapak bilang sarapan sudah siap”lanjutnya
“Bisakah aku tak bertemu dengannya”batinku
“Iya ma” sahut Nabila. Iyaz melihat ketakutanku mencoba menenangkanku sambil mengelus tanganku. Ku coba mengambil nafas dan mengeluarkan. Aku harus tenang dan tersenyum.
Terdengar suara langkah kaki yang sama dengan yang semalam masuk kekamar Nabila sedang berjalan masuk ke ruang makan.
Bapak tersenyum puas padaku seperdetik kemudian tersenyum pada yang lain.
“Mari makan” ucap bapak setelah duduk di kursinya. Semua menikmati makanannya kecuali aku. Hilang nafsu makanku ketika semeja dengan bapakku ini.
Selesai makan aku dan Nabila membersihkan peralatan makan. Setelah semua bersih aku dan Nabila beranjak keruang keluarga, tetapi di depan ruang tamu ada bapak sedang menelefon. Ketika aku lewat, tiba-tiba saja ia berbisik padaku.
“Sungguh nikmat semalam. Tenang aja belum bapak jebolin kok. Bapak mau jebolin kamu dalam keadaan sayang. Mau sekarang sebelum pulang” bisik bapak tersenyum puas dan penuh nafsu.
Badanku seketika gemetar, kaku tak bisa digerakan. Hingga aku tak sadar Nabila dibelakang memanggilku.
“Taci.... “teriak nabil mengoncangkan tubuhku. “Kenapa bengong aja? Tu dipanggil kak iyaz. Ayok”
Aku mengikuti Nabila yang menarik tanganku hingga keruang keluarga. Ku perhatikan menyeluruh, tak ada bapak dan mama disana.
“Mama kemana kak?”
“Lagi di depan sama bapak ci”jawab Ari mendahului kak iyaz. Aku berjalan kearah kak iyaz dan duduk Disampingnya serta berbisik.
“Kita pulang sekarang kak. Aku gak mau disini”bisikku. Terlihat jelas raut penuh tanya pada kakakku, ketika ia akan menjawab...
“Ayoooo Kaka dan taci lagi bisikin apaan sih?” Kata Nabila penasaran.
“Hust... anak kecil pingin tau aja” jawabku
“Tapi kok mas gak dikasih tau?”tanya Rangga
“Sini gue bisikin”kata kak iyaz. Kakak berbisik pada Rangga, lalu Rangga menganggukkan kepalanya.
Aku, kak iyaz dan Rangga saling mengode satu sama lain memutuskan membicarakan langsung pada mama. Kami hampiri mama.
“Ma.. kami pulang sekarang.. Rangga ada keperluan dadakan. Ica juga ada pertemuan dengan dosennya sore ini ma. Ga papa kan?” Ucap kakak menjelaskan.
“Ya sudah.” Jawab mama kecewa.
Kami masuk ke dalam dan mengambil tas kami lalu berjalan kearah mobil dan masuk kedalam mobil.
****
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya😘