Kehancuran

Kehancuran
Bertemu seseorang


__ADS_3

Semenjak kejadian itu ica menutup rapat mulutnya. Ia tak ingin bercerita walau sudah beberapa kali iyaz memaksa. Ia hanya berharap segera melupakan, dan menganggap mimpi buruknya.


Hari-hari ia lalui dengan senyuman menutup lukanya dengan menyibukkan diri seperti kuliah, kumpul dengan teman-temannya, kumpul dengan keluarganya dan rajin berkomunikasi dengan Ratna.


Iyaz dan Rangga sudah bulan sibuk dengan pekerjaan baru mereka. Waktu untuk bertemu iyaz hanya bisa dimalam hari, sedangkan untuk bertemu Rangga ntahlaah kapan ia bisa bertemu dengan sosok kakak kedua bagi ica itu. Sedangkan Oliv ia mading sering bertemu di kampus, itupun jika mereka ada dikelas yang sama.


Seperti sekarang ini mereka akan bertemu nanti siang dikelas yang sama. Sebelum itu ica akan menghadiri kelas yang terpisah dengan Oliv. Setelah kelas bubar ia memutuskan ke perpustakaan sambil menunggu Oliv datang. Diperjalanan ke perpustakaan ia tak sengaja menabrak seorang pria.


“Aaa... duh. Maaf” ucap ica


“Iya tak apa. Apa anda terluka?” Tanya pria tersebut


“Saya tak terluka” jawab ica cepat, lalu menundukkan kepalanya “maaf” lanjutnya.


“Sudah tak apa saya juga salah”


“Kalo begitu saya permisi”


Saat ica melangkahkan kaki meninggalkan pria itu, ia tertahan olehnya.


“Boleh tau, nama nya siapa?”


“Nafisa” jawab ica setelah lama ia diam.


“Alex” kata pria tersebut.


Ica lalu meninggalkan pria yang bernama Alex itu.


“Wah.. cantik... semoga ketemu lagi Nafisa, dan saat kita ketemu lagi kamu akan ku jadikan milikku. Tunggu aku Nafisa sayang”batin Alex


Alex memperhatikan ica hingga menghilang dari pandangnya. Kemudian ia berjalan ke pakiran mobilnya. Hari ini ia ada sedikit urusan dengan papinya yang merupakan dekan ica. Papi Alex memintanya untuk bisa hadir di seminar minggu depan sebagai pemateri.


***


Ica dan Oliv baru saja keluar dari kelasnya. Mereka berencana akan kerumah Ica sepulang kuliah.


Sesampainya dirumah ica, ia mempersilakan Oliv masuk kekamarnya terlebih dahulu. Sedangkan ia akan mengambil makan dan minuman untuk mereka.


Dikamar ica.......


“Ca, kak iyaz sering cerita gak sama kamu?” Tanya Oliv memulai pembicaraan diantara mereka.


“Dulu sering... sekarang jarang liv. Gimana mau cerita kadang ketemu aja pas makan malam itupun gak setiap hari. Emang kenapa?”


“Kayaknya dia selingkuh?” Ucap Oliv sambil menundukkan kepalanya.


“Apaan sih liv? Ga usah ngarah deh” bantah ica.


“Aku gak bohong ca, kemarin pas aku telfon dia katanya lagi sibuk banyak kerjaan..”


“Iya liv, semalam aja mukanya capek banget” potong ica.


“Aku belum selesai ngomong”


“Ya udah lanjut”

__ADS_1


“Tapi aku liat dia sama cewek di mall jam 7 malam, mereka ke bioskop”


“Gak mungkin lah.. udah deh liv gak usah ngaco. Kak iyaz gak mungkin selingkuhin kamu, dia sayang banget. Dulu aja ngomongnya mau nikahin kamu kok” sela ica lagi.


“Aku gak bohong ca. Benaran aku liat kak iyaz sama cewek mesra2 lagi, dan parahnya mereka ciuman pas di bassment” kata Oliv gak mau kalah


“Kamu kalo emang gak suka kak iyaz lagi ya udah putusin aja tapi gak usah fitnah kakak aku ya liv” bentak ica marah dengan tuduhan yang Oliv berikan pada kakaknya.


“Liv aku gak fitnah. Aku sayang sama kak iyaz, kamu gak tau betapa sakitnya aku kemarin? Aku nangis pas liat itu semua. Aku liat dengan mata kepala aku ca. Kamu gak percaya? Aku udah fotoin mereka, silakan kamu liat” ucap Oliv panjang lebar dan menyerahkan hpnya pada ica.


*“Deg.. gak.. gak mungkin kak iyaz kayak gini.. walau foto ini sedikit gelap, tapi memang ini kak iyaz aku hapal dengan postur badannya. Gak pasti gak mungkin”bantah ica dalam hati*


“Sekarang kamu liat? Aku gak bohong ca” kata Oliv menangis. Ica diam mematung, hatinya belum siap nerima semua ini tapi itulah kenyataan.


Beberapa menit ia masih terdiam dan mematung, barulah ia memeluk Oliv menenangkannya. Setelah tenang, tak ada suara diantara mereka. Hingga....


“Nanti aku tanya kak iyaz. Kamu pasti salah liat orang.” Ucap ica


“Gak usah.. gak perlu ca. Emang aku bukan jodohnya kak iyaz”


“Kamu ngomong apa sih liv? Gak usah ngaco. Aku tau apa yang udah kalian lakukan”


Oliv yang mendengar itu menjadi pucat, ia sungguh tak menyangka temannya tau kelakuan bejatnya dengan kakaknya itu.


“Tau dari mana kamu?”


“Aku dengar sendiri waktu kalian melakukannya dirumah ini dikamar kak iyaz”


“Kamu udah tau dari waktu itu dan kamu diam aja?”


Oliv hanya menggangguk. Kemudian ia memutuskan untuk pulang dan ica mengantarnya hingga sampai gerbang. Setelah mobil yang menjemput Oliv pergi datanglah mobil iyaz masuk perkarangan rumah.


“Itu siapa?”tanya iyaz yang baru saja keluar dari mobilnya


“Oliv” jawab ica. “Kak, sibuk” tanyanya


“Gak, kenapa?”


“Ayo masuk dulu, mandi dan makan baru kita ngobrol”


Iyaz menganggukkan kepalanya tanda setuju, lalu mereka masuk kedalam rumah. Ica mengikuti iyaz hingga kekamar iyaz.


“Mau nunggu dikamar kakak” tanya iyaz. Ica hanya mengangguk.


Iyaz berjalan kearah kamar mandi dan mandi. Dua puluh menit setelahnya barulah ia keluar hanya menggunakan celana pendeknya, lalu ke arah lemari dan mengambil kaos untuk ia kenakan.


Ica meliha iyaz sudah rapi mengajaknya makan dan iyaz mengikuti adiknya dari belakang. Diambilkan nya nasi dan lauk oleh ica setelah itu diberikannya pada iyaz. Ica hanya menunggu iyaz selesai makan. Setelah itu mengajak iyaz ke kamarnya.


“Kak.. aku tanya boleh?”


“Iya.. kenapa serius benar sih, nakutin aja kamu dek” kata iyaz duduk dikursi belajar ica. Sedangkan ica duduk ditepi ranjangnya.


“Kakak sayang kan sama Oliv?” Tanya ica menatap iyaz. Iyaz yang melihat tatapan adiknya menjadi bingung.


“Kenapa sih? Kemarin Oliv yang tanya sekarang kamu. Ada apa”

__ADS_1


“Jawab aja kak”


“Sayang lah. Kalo gak sayang gak mungkin kakak pacarin selama empat tahun ini. Gimana sih kamu dek”


“Kakak semalam kemana?”


“Aduh dek, pertanyaan apalagi ini? Kakak kerja lah, kan kamu liat sendiri kakak pulang jam berapa. Ada apa sih”ucap iyaz penasaran. Bukannya menjawab pertanyaan iyaz, ica malah memberikan foto di hpnya yang ia minta tadi pada Oliv. Iyaz yang melihat foto itu mukanya langsung pucat dan tak bisa berkata apa-apa lagi.


“Kenapa diam kak? Ini bukan kakak kan?”


“Kamu dapat foto ini dari siapa?”


“Gak penting. Aku cuman butuh jawaban kakak. Iya atau gak?”


“Iya, ini kakak dek. Maaf” ucap iyaz


“Gak mungkin.. bohong.. aku gak percaya kakak begini.”


“Udah lama dek.. maaf”


“Keluar” ucap ica membentak kakaknya. Sebenarnya ia tahu itu kakaknya tapi masih saja ia tak percaya bahkan saat kakaknya sendiri yang ngomong ia masih gak percaya.


“Dek dengarin kakak dulu. Cewek itu yang duluan nyosor cium kakak, bukan kakak dek. Kakak hanya sayang sama Oliv” ucap iyaz


“Benarkah?”ucap ica berbinar mendengar perkataan kakaknya. “Kakak gak bohong?” Tanyanya lagi.


“Kakak gak bohong.”


“Ya udah sekarang kakak ngomong langsung sama Oliv. Foto itu ica dapat dari Oliv, dan hari ini dia nangis mau putus sama kakak”


“Iya kakak akan kerumah Oliv sekarang.” Ucap iyaz meninggalkan ica dikamarnya.


Iyaz mengambil kunci mobilnya, berjalan keluar dan masuk kedalam mobil. Lalu ia mengendarai mobilnya kerumah Oliv.


Setelah sampai dirumah Oliv, ia melihat Oliv memeluk seorang pria dan ia kenal pria itu dia adalah Ronal. Iyaz langsung keluar dari mobil dan meniju Ronal. Oliv yang melihat itu mencoba melerai keduanya.


“Berhenti kak, jangan sakiti Ronal”teriak Oliv. Spontan iyaz melihat Oliv tak percaya dengan omongan yang barusan keluar dari mulut kekasihnya ini.


“Kamu bela dia? Kamu lupa apa yang dia lakukan pada ica? Wah.. aku tak menyangka kamu sepeti ini liv” kata iyaz menatap sinis kekasihnya Oliv.


“Oliv sayang... kasih tau aja semua nya pada iyaz. Jangan ada yang ditutupin lagi” kata Ronal


“Diam lo” teriak iyaz.


“Stop kak.. aku akan ngomong dan kasih tau semuanya.”


“Apa yang mau kamu bilang??”


“Yang nyuruh Ronal melecehkan ica itu aku, karena aku kesal dijadikan nomor dua sama kamu. Satu lagi Ronal pacar aku, hubungan kami sudah dua tahun. Minggu ini kami akan bertunanangan dan hari ini kita putus saja. Kamu urus adikmu” kata Oliv lantang, memeluk lengan Ronal. Ronal tentu saja tersenyum bahagia melihat raut muka iyaz yang terkejut dan marah itu.


“Oke.. aku pun tak sudi sama kamu. Oh ya makasih atas keperawanan kamu”ucap iyaz meninggalkan mereka.


Iyaz mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, ia merasa kesal dan sakit hati bukan karena Oliv selingkuh tapi karena dalang pelecehan ica yang dikakukan Ronal adalah Oliv sendiri.


Sesampainya dirumah ia masuk kedalam dan membanting pintu.

__ADS_1


__ADS_2