
{Besoknya}
Mentari menyapa dengan sinarnya di pagi hari, ica yang tersentak segera bangun dari mimpinya dan segera mandi dikarenakan hari ini dia akan pulang kerumah mamanya. Untungnya tidak ada yang perlu dibawa kecuali baju yang akan dipakai dan tas kecilnya.
Setelah mandi dan bersiap, ica keluar dari kamarnya dan diliatnya ayah sudah rapi akan berangkat keluar kota hari ini, yang membuat heran ica adalah penampilan kakaknya rapi seakan mau berangkat juga pagi ini.
“Kakak mau kemana? Pagi sudah rapi dan wangi?”tanya ica yang baru saja duduk di kursinya
“Ikut kamu”
“Aaa? Benaran? Katanya semalam ga mau?”goda ica
“Berubah pikiran boleh ca, katanya kamu udah ngajakin kakak kamu ya berarti ga papa donk” sela galih membela iyaz.
“Ga ada yang salah pa, malah ca senang berarti ica ada teman dijalan. Papa langsung berangkat pagi ini? Kalo gitu kami nebeng ke stasiun pa”
“Baiklah”
••••
[Kota A]
Setelah menghabiskan dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kota tempat mama Ratna dan bapak Bagas mereka menetap saat ini. Keluar dari stasiun sudah ada ratna dan adik nya Ari yang menunggu mereka.
“Selamat datang kesayangan mama” memeluk iyaz dan ica bersamaan.
“Iyaz dan ica kangen ma” balas mereka
“Ayo Ari salam kakak dan taci kamu sayang” kata ratna pada Ari. Oh ya buat yang ga tau panggilan taci itu panggilan kakak buat ica ya😁
“Assalamu’alaikum taci dan kakak” kata Ari yang berlari memeluk ica, tapi sedikit canggung buat memeluk iyaz dan begitupun iyaz.
••••••
Rumah yang tidak terlalu luas yang dikelilingi pepohonan membuat nuansa rumah sangat asri.
Mereka telah sampai dirumah mamanya, dan disambut oleh Nabila dan bapak(suami ibunya)
“Assamu’alaikum” kata Ratna,iyaz, ica dan Ari bersamaan
“Waalaikumsalam. Pasti berjalan kalian sangat melelahkan, untuk hari ini kita istirahat dirumah aja besok baru kita pergi main keliling kota ini, ga papa kan ca?” Kata bapak mengelus kepala ica
“Tak apa pak” ucapku menghindar. Gelagat tidak suka ica pada bapaknya diperhatikan oleh kakaknya.
“Ya sudah, masuklah kekamarmu ca. Dan kamu iyaz kamarmu disamping kamar Ari. Semoga betah ya” kata bapak
__ADS_1
“Iya, makasih pak”
“Semakin lama semakin cantik aja anak tiriku ini, mana body nya sangat menggoda” gumam bapak memperhatikan ica dari kepala hingga kaki.
Ica dan iyaz masuk kekamar masing-masing, mereka merebahkan dirinya dan beristirahat sejenak. Sedangkan ratna memasak di dapur mempersiapkan makan siang untuk suami dan anak-anaknya.
•••
“Ca, ajaklah kak iyaz jalan-jalan sekitar sini. Dia kan belum pernah main kesini” kata ratna sambil mencuci piring dan dibantu ica.
“Baiklah ma” jawab ica yang telah selesai mencuci piring. Ica dan Ratna meninggalkan dapur. Ratna memilih masuk kekamarnya.
Sedangkan Ica datang kekamar kakaknya, tanpa mengetuk pintu kamar ica langsung aja masuk kedalam kamar kakaknya. Sedangkan iyaz kaget melihat adiknya masuk tanpa mengetuk pintunya, gimana iyaz tidak kaget adiknya masuk saat dia baru saja ingin melepaskan bajunya.
“Ga sopan ya?? Dirumah papa kamu ga pernah kayak gini” kata iyaz duduk diranjangnya.
“Dirumah papa kan takut dimarah papa, disini ga akan. Lagian mama dikamar bapak heheheheh” jawab ica
“Ada apa?”
“Sekarang main yuk, berdua dengan ica aja kak. Tapi kalo kakak mau kita berempat, kakak bisa bawa mobil kan?”
“Iya bisa, cuman mau kemana? Kakak malas ngasuh bocah ya, jadi kita berdua aja”
“Ya udah siap-siap gih kakak mau ganti baju dulu”
“Aku gini aja kak, kalo mau ganti ya udah aku tunggu disini mager mau keluar”
Iyaz tidak membalas omongan adiknya, dia berjalan ke arah tas yang dibawanya tadi mengambil baju dan mengantinya didepan ica.
Ica dan iyaz keluar dari kamar berjalan keluar mencari ibu nya meminta izin keluar dan mengambil kunci motor pada ibu.
•••••••
20.00 WIB
Iyaz dan ica baru saja kembali, disambut sinis oleh bapaknya. Tetapi ica yang sudah biasa dengan sikap bapaknya berlalu keruang makan tanpa mengacuhkan sikap bapaknya.
Ica tidak pernah lupa membelikan makan kesukaan adik-adiknya setiap dia pergi keluar. Tentu saja disambut dengan gembira oleh adiknya, setelah itu ica dan iyaz balik ke kamar dan mengatakan mereka sudah makan diluar.
“Kamu ini gimana, anak gadis kamu suruh keluar tanpa pengawasan orang tua dan baru balik sekarang. Liat malah ga makan dirumah, bisa ga urus anak?” Bentak bapak dan itu didengar oleh semua anaknya, bahkan ica dan iyaz yang sudah dikamar.
Tidak ada jawaban dari ratna karena sudah bosan dengan sikap suami nya setiap ica keluar sendiri atau bareng teman bahkan adik ica sekalipun.
Setelah menyelesaikan makan malam, ratna membersihkan peralatan makan dibantu Nabila. Sedangkan Ari memilih kembali ke kamarnya di dampingi bapaknya, tentu saja tujuan sebenarnya mendampingi Ari untuk masuk ke kamar ica.
__ADS_1
“Kamu selalu keluar tanpa bapak ya ca” kata bapak masuk kekamar ica yang lagi rebahan dikamarnya. Ica yang mendengar suara bapaknya segera duduk memasang wajah tak suka dan takut.
“Maafkan ica pak, tadi ibu yang suruh temanin kak iyaz keluar” kata ica, tangannya menarik selimut.
“Harus dihukum ya anak sayang” kata bapak tersenyum mesum. Bapak merampas selimut ica, menindih ica dan mulai mencium bibir ica dengan paksa. Ica berusaha memberontak, tapi tangannya di tahan diatas kepalanya. Tangan bapak yang lain sibuk membuka baju ica dan menurunkan branya,terlihatlah gundukan yang padat dan besar punya ica.
“Sayang, diam aja dan terima hukumanmu. Wah liat tubuhmu tumbuh dengan bagus” kata bapak disela ciuman pada ica. Meremas dan mengulum dengan rakus. Ketika melihat anaknya diam dan tak lagi memberontak dengan senang hati dia memainkan lidahnya di area gundukan anaknya. Saat dia ingin melepaskan celana tidur yang dipakai ica, suara istrinya menghentikan aktivitasnya.
“Sial, sayang nanti kita lanjutin lagi ya, bapak urus mama dulu” ucap bapaknya keluar dari kamarnya.
“Apa salahku ya Allah kenapa jadi begini😭kemarin Dodi merampas ciumanku, sekarang bapak tiriku” isak ica
Setelah melihat Bagas keluar dari kamarnya buru-buru ica kekamar mandi dan mengodok setiap tubuh yang sudah disentuh bapaknya. Tiga puluh menit dikamar mandi, ica segera memakai bajunya dan berlari kekamar kakaknya. Untung saja kamar kakaknya tidak dikunci.
“Kenapa lagi ca?” Tanya iyaz melihat adiknya terburu-buru masuk kamar dan mengunci kamarnya. Setelah diperhatikan badan adiknya gemetar ketakutan. “Ada apa ca? Kenapa dek” tanya iyaz lagi memeluk adiknya yang sudah menangis dalam pelukannya, dituntun adiknya duduk dikasurnya.
“Ayo cerita kenapa dek? Tadi kamu baik-baik aja. Kamu happy, ga ada yang salah kenapa sekarang jadi begini? Di marahin ibu? Atau di ancam Dodi?”Tanya iyaz dan dibalas gelengan oleh adiknya
“Lalu apa? Di marahin bapak?” Tanya iyaz
“Hu.. hu... hu... kak... kita balik malam ini saja, ca ga mau lama-lama disini ica takut”
“Takut apa? Ngomong yang jelas”tanya iyaz yang sudah kehilangan sabarannya
Ica tidak menjawab pertanyaan kakaknya, dia melepaskan pelukan kakaknya membuka baju nya dan memperlihatkan jejak kebejatan bapak tirinya padanya setengah jam yang lalu. Iyaz yang melihat banyak tanda merah di dada adiknya menjadi sangat marah.
“Siapa yang giniin kamu? Bapak?”
Ica menganggukan kepalanya dan memeluk kakaknya.
“Diapain ca? Apa dia berhasil menidurimu?
“Tidak kak, tapi hampir untung saja ibu cepat panggil dia kalo tidak ntahlaah. Malam ini aku mau tidur sama kakak aku takut, besok baru kita bilang ya kak”
“Baiklah sekarang tidur, dan pakai bajumu. Ingat kakak juga laki-laki jangan goda kakak”
“Iya kak”
Mereka akhirnya tertidur.
•••
Jangan lupa like, vote dan tambahkan ke farvorit❤️😘
Terimakasih
__ADS_1