
Sebenarnya ia sudah menerima takdir nya dan mulai menyukai Alex, hanya saja saat ini ia akan menyimpannya sendiri.
Alex membalikkan tubuh ica dan menghapus air mata ica.
“Jangan nangis. Maafkan aku”
Ica hanya menganggukkan kepala dalam pelukan Alex. Alex menuntun ica kembali keranjangnya.
“Tidurlah, besok aku antar pulang dan berkenalan dengan papamu”
“Tidak Alex, jangan sekarang. Biarkan aku bicara terlebih dulu pada papa”ucap ica memohon. Ia takut galih syok melihat Alex mengantarnya besok kerumah. Alex hanya tersenyum dan memeluk ica.
“Oke sayang, aku akan mengikuti katamu saja. Tidurlah.. kalo tidak mari kita bermain dulu” mendengar kata bermain ica langsung menutup matanya. Alex mencium bibir ica lalu ikut tidur disamping ica sambil terus memeluk ica.
***
Mentari pagi menyambut kedua insan yang masih terlelap dan saling berpelukan itu. Ica yang merasakan hembusan nafas pada keningnya membuatnya bangun dari mimpi indahnya. Ica melepaskan pelukan Alex dengan hati-hati, setelah pelukan terlepas ica duduk diranjang dan menatap wajah Alex
“Tampan.. tapi sayang brengsek.” Kata ica pelan. “Hanya saja aku mulai menyukainya”lanjutnya.
Ica memberanikan dirinya meraba wajah Alex, dari rambut, mata, hidung hingga berhenti di bibir Alex.
Alex sebenarnya sudah bangun ketika mendengar ica menyatakan cintanya itu tapi ia tak ingin ica malu dan berpura-pura masih tertidur. Saat ica berhenti di bibir ia mulai membuka matanya.
“Sayang.. kalo kamu ingin ini katakan saja akan aku berikan sepenuh hati”
“Tidak” elak ica
Alex bangun dan memegang wajah ica. Meraba dengan pelan seperti yang dilakukan ica tadi, lalu mengecup bibir ica. Lama kelamaan mengemut bibir ica, memaksa ica membuka mulut agar ia bisa memperdalam ciumannya.
Alex menghentikan aktivitasnya dikarenakan ica sudah memukul dadanya.
“Kau mau membunuhmu Alex?”
“Maaf sayang.. bibirmu sangat manis, aku tak pernah bosan”
“Sudahlah.. aku ingin mandi dan pulang” kata ica beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Setibanya dikamar mandi ia mengunci pintu kamar mandi.
“Beginikah nikmatnya??” Ucap ica dalam hati.
***
Sedangkan dikota A, Rangga merasa frustrasi setelah cerita dari temannya sekaligus kakak dari sang pujaan hati bahwa selama ini dia tak pernah bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
“Maafkan aku yang terlalu lambat ca, semoga kita berjodoh. Jika saat itu tiba, semoga rasamu masih sama dengan yang dulu” gumam Rangga menatap foto ica yang ada dihpnya.
Kemudian ia kembali fokus pada kerjaannya. Ya dia berhasil membangun perusahaan kecilnya dalam beberapa bulan belakang ini. Sebenarnya usaha ini sudah ia buka dari dulu hanya saja ia tak begitu serius menjalankannya.
Rangga berharap ia bisa cepat memajukan perusahaannya dan kembali ke kota tempat pujaan hatinya tinggal.
***
Ica baru saja sampai dirumahnya, ia diantarkan supir Alex sesuai permintaannya pada Alex. Dirumah ada iyaz, hari ini iyaz izin tidak masuk kantor dikarenakan kondisinya yang sedang tak sehat.
Ica sudah mendengar itu semalam waktu iyaz menelefonnya. Dan saat ini ia sudah berada dikamar iyaz yang masih tertidur didalam selimut.
“Kak, bangun”
“Hmmm.. sudah pulang?”
“Iya kak. Tadi papa bilang kakak belum sarapan, mau apa?”
“Bisa buatkan kakak pindang ikan pedas?”
“Bisa, tapi bolehkah kakak makan itu?”
“Iya tak masalah.”
“Baiklah, tunggu disini. Ica akan buatkan” kata ica meninggalkan kamar kakaknya.
Ica membantu iyaz menyuapi makanannya dan meminum obatnya.
“Kak, bisakah ica cerita?”
“Ceritalah kakak akan mendengarkannya”
“Kak aku sudah punya pacarnya namanya Alex. Kakak tau?”
“Alex, pengusaha muda itu?”
“Iya kak”
“Selamat ya, tapi bagaimana perasaanmu pada Rangga?”
“Aku masih menyukainya kak, hanya saja untuk saat ini aku kubur perasaanku. Jika memang jodoh aku pasti akan bersamanya”
“Baiklah, kakak hanya ingin yang terbaik untukmu. Mama dan bapak akan kesini weekend ini, bawalah Alex kerumah dan kenalkan pada kami semua”
__ADS_1
“Baiklah kak. Ya sudah Istirahatlah, aku akan keluar”
Iyaz menganggukkan kepalanya, ica berjalan keluar menuju kamarnya. Baru saja ia akan merebahkan badannya keranjang Alex mengabarinya lewat pesan.
✉️Alex
Sayang... aku rindu dirimu, bisakah aku kerumah mu untuk makan siang agar aku bisa bertemu denganmu sayang?
✉️ica
Kita baru berpisah beberapa jam yang lalu lex. Maaf tak bisa, ada kakakku dirumah dan ia sedang sakit.
✉️Alex
Ayolah sayang, aku ingin makan siang denganmu
✉️ica
Baiklah😉
Alex yang melihat balasan ica tersenyum bahagia. Ia tak menyangka ica akan menyukainya secepat itu.
“Tak sia-sia aku merebut mahkotamu sayang” ucap Alex dalam hati.
Ia kembali fokus pada kerjaannya. Sedangkan ica sibuk melihat stok makanan di kulkas untuk ia masak agar bisa makan siang bersama dengan Alex.
Setelah memilih dan menimang masakan apa yang harus ia masak, baru lah ia memasak semuanya.
Setelah semua siap, diliatnya jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Ia berlari ke kamar iyaz dan mengabari Alex akan makan siang bersama mereka hari ini, lalu berlari lagi menuju kamarnya untuk bersiap.
Alex mengetuk pintu rumah ica, dan dibukakan oleh iyaz yang masih lesu.
“Halo.. Kakak Nafisa?”
“Iya. Silakan masuk pak Alex” ucap iyaz. Ia hanya sengaja memanggil Alex pak karena Alex merupakan CEO di sebuah perusahaan.
“Panggil Alex aja. Dan ini untukmu” memberikan bingkisan untuk iyaz.
“Baiklah Alex dan terimakasih. Tunggulah disini akan aku panggilkan Nafisa”
Alex mengangguk. Tak berapa lama keluar ica yang sudah rapi dan harum.
“Ayo kita makan aku sudah masak untukmu” ajak ica dan Alex mengikuti ica ke meja makan.
__ADS_1
Iyaz, ica dan Alex makan saling diam. Sekali-kali Alex menatap ica dan diperhatikan oleh iyaz.
Setelah makan siang, Alex pamit untuk kembali ke kantor dan tak lupa mencium kening dan bibir ica sebagai salam perpisahan hari ini.