
Selamat membaca!!
😍😍😍😍😍😍😍
.
.
Setelah mengantar Oliv kembali kerumah Oliv, iyaz pun kembali kerumahnya. Sesampainya dirumahnya, diperhatikan keseluruhan rumah terasa sangat sepi. Ia menebak pasti ica masih dikamarnya, langsung saja ia menghampiri kamar ica.
Tok tok tok
“Dek.. buka pintunya.” Ucap iyaz dibalik pintu.
“Apa?? Kalo mau ngomong dari sini aja” sahut Ica dari dalam kamarnya
“Buka dulu ca, kalo ga buka kakak ambil kunci cadangannya ya”
Clik
Pintu dibuka oleh ica, tanpa permisi Iyaz masuk ke kamarnya dan duduk di ujung ranjangnya.
“Kenapa ca?? Kakak ada salah sama kamu?”tanya iyaz
“Ga ada” jawab Ica berjalan ke arah iyaz dan duduk disampingnya.
“Terus kenapa?” Tanya Iyaz mengelus pipi adiknya
“Kan udah dibilang ga ada. Kalo ga ada yang mau di omongin keluar sana” ucap Ica ketus dan menghempaskan tangan kakaknya yang masih mengelus pipinya.
Ini kali keduanya ica kesel dengan iyaz sang kakak dan tak mau sama sekali memandang kakaknya.
“Ada yang mau kakak tanyakan, apa tadi kamu ke kamar kakak?”tanya Iyaz dengan raut muka cemas dan serius.
“Kapan? Buat apa? Ga usah asal nuduh. Udah sana keluar dari kamar aku” kata Ica berbohong mendorong Iyaz keluar dari kamarnya.
“Orang yang sudah aku hormati kenapa bisa sebejat ini? Apa aku harus melapor pada ayah? Atau mengadu pada ibu? Aku jijik tinggal seatap dengan kak iyaz sekarang”gumam Ica.
Mendapatkan penolakan dari ica akhirnya iyaz memilih keluar dari kamar adiknya.
••••
__ADS_1
[Malam harinya]
Galih curiga dengan keheningan yang ada diantara anaknya, ini yang pertama sejak Ica tinggal bersamanya. Maklum, waktu ica marah pertama kali dengan kakaknya papa tidak mengetahui itu karena masalah langsung cepat selesai sebelum ketahuan galih. Diruang makan galih mulai menanyakan tentang hubungan mereka berdua.
“Ga ada apapun pa, mungkin ica lagi PMS”jawab Iyaz berusaha menutupi kemarahan ica padanya.
“Benarkah?”selidik papa curiga dengan jawaban iyaz, lalu melirik ica.Sedangkan Ica ragu akan pembicaraan ini, dan dia menjawab “iya ayah” dengan paksaan senyuman di bibirnya.
“Apa hari ini ada yang bertamu kerumah?”tanya galih. Selama Iyaz tinggal bersamanya tidak pernah sekalipun teman datang kerumahnya.
“Iya”jawab ica cepat.
“Tidak”jawab iyaz, merasa takut dengan kemarahan galih.
“Yang mana yang benar iya atau tidak?” Tanya ayah,kesal
“Iya ayah, tadi teman ica datang. Untung saja kak iyaz ada dirumah. Mereka hanya bermain. Oh iya ayah ada yang mau ica omongin, ica akan pulang ke rumah mama selama libur ini” ucap Ica pada galih.
“Kenapa ga liburan disini aja ca? Apa tidak nyaman dengan papa?”
“Bukan seperti itu, ica hanya rindu dan sudah lama ica tidak bertemu mama dan adik-adik ica”
“Baiklah”jawab galih pasrah. “Apa iyaz juga ikut?”
“Alasan aja sibuk masalah kuliah, padahal mau ena ena sama si oliv. Tapi tunggu, tinggal sama ibu? Apa berarti kak iyaz tidak kuliah di kota ini?” gumam ica.
“Bukannya kakak mau kuliah disini? Kenapa jadinya kuliah di kota A?”Tanya ica penasaran.
“Kenapa ca? Kamu ga mau kakak tinggal dengan mama atau kamu takut kakak tinggalkan disini?” Tanya iyaz
“Iya ca takut tinggal disini, jadi kuliah disini aja ya kak” bujuk ica
“Sudah.. pikirkan yang terbaik untukmu, kalo kamu mau ikut liburan sama ica papa izinkan. Kebetulan juga papa akan pergi seminggu keluar kota jadi kalian bebas mau apa” kata galih pergi meninggalkan ruang makan.
Diruang makan hanya ada ica dan Iyaz yang masih diam tak bersuara. Iyaz memutuskan menyudahi makan malamnya, membersihkan semua peralatan makan yang kotor dan mencucinya, sedangkan ica masih diam mematung ditempat dia duduk dengan pikirannya yang berkelut.
Selesai mencuci peralatan, iyaz berjalan ke arah kamarnya dan di ikuti ica.
“Kakak” teriak ica di depan pintu kamar iyaz
“Apa sih ca?? Dari tadi siang marah ga jelas mulu, kalo mau ngomong masuk kalo ga ada yang mau di omongin keluar dari kamar kakak” kata iyaz berjalan kearah meja belajarnya. Ica yang mendengar itu langsung berjalan masuk dan duduk dipingiran kasur kakaknya.
__ADS_1
“Kakak kenapa ga bilang kalo kakak mendaftar kuliahnya bukan disini, tapi di tempat ibu tinggal? Kenapa?” Tanya ica sedikit gemetar dan ingin menangis
“Kamu ga pernah nanya sama kakak? Lagian ada apa ca?”
“Kakak ga boleh tinggalin ica sendiri, cukup kakak pacaran dan ena ena sama oliv. Tapi jangan tinggalkan ica disini” kata ica yang tanpa sadar keceplosan dengan hal yang sudah ditutupinya.
“Apaa?? Ka.. mu ngomong apa barusan? Kakak ngapain?” Tanya iyaz menghampiri adiknya yang sudah menunduk.
“Jangan tinggalin ica” ulang ica
“Bukan yang itu, yang sebelumnya”
“Maksud kakak ena ena sama Oliv?”
“Jadi kamu tau? Kapan? Tadi siang? Jadi karena itu kamu diamin dan marah sama kakak?”
“Iya.. aku ga nyangka kakak bejat gitu”
“Ca, dengar ya ini rahasia kamu ga boleh ngomong sama ibu apalagi ayah. Bisa habis kakak ca”
“Ica ga bilang asal kakak ga kuliah di kota A”
“Nanti kakak usahakan kalo itu.. ga bisa dadakan kayak gini, bisa nganggur setahun kakak”
“Harus bisa,”
“Kenapa kamu ancam kakak cuman karena kemauan kamu?”
“Aku takut. Kalo kakak ga ada aku yang lindungi siapa? Sebenarnya aku ga percaya sama kakak karena kakak udah rusak anak orang, cuman aku yakin kakak ga bakal mau aku dirusak orang kan?”
“Maksud kamu apa? Siapa yang berani rusak kamu?”
“I..t...u.. do..” jawab ica gugup
“Dodi maksud kamu?”tanya iyaz dan disahut anggukan adiknya. Melihat jawaban adiknya iyaz langsung marah dan menyambar jaket dan kunci motornya, tetapi ketika akan keluar kamar ditahan oleh adiknya.
“Kakak mau kemana? Jangan pergi? Aku ga dirusak dia, maksudnya belum sempat. Kakak ga usah aneh-aneh. Nanti ayah tau malah makin runyam masalahnya.” Kata ica, menangis dan memeluk iyaz dari belakang. Abiyaz langsung membakukan badannya dan memeluk adiknya.
“Ceritain semuanya sama kakak ga ada yang boleh ditutupin”kata iyaz pada ica,menuntun adiknya kembali ke kasurnya tetap dalam pelukannya. Ica menceritakan kejadian dikamarnya tadi siang. Iyaz yang mendengarnya malah semakin menjadi. Dan setelah ica tenang iyaz mengantarnya ke kamarnya, menemani ica sampai tertidur lalu masuk kembali ke kamarnya.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya❤️
Terimakasih