Kehancuran

Kehancuran
-


__ADS_3

Ica menceritakan semuanya pada iyaz. Semuanya bahkan pelecehan yang terjadi di vila oleh bapaknya dan ancaman bapaknya akan menyebarkan vidio jika ica gak mau memenuhi hasratnya.


Iyaz marah dan sangat kecewa.


“Kenapa kamu harus merasakan ini ca? Kenapa? Dan bodohnya aku tak bisa menjaganya, seharusnya aku tak pergi keluar kota waktu itu mungkin ini tak terjadi. Harusnya kita tak usah bertemu keluarga di vila ini juga ga akan terjadi. Maafkan kakak ca”ucap iyaz dalam hati.


Iyaz ikut menangis mendengar cerita ica, ia terus memeluk ica hingga tertidur. Saat iyaz meletakkan ica ditempat tidur, datanglah Lita kekamar ica.


“Tidur yaz?”


“Iya bun. Kenapa?”


“Itu ada Alex mau ketemu katanya.”


“Dimana sekarang?”


“Ada di ruang tamu sama papa dan Rangga”


“Ya udah bun kita kesana aja”


Mereka berjalan kearah ruang tamu. Iyaz melihat Alex sedang mengobrol sama papanya sedangkan Rangga hanya di cuekin saja.


“Loh bun mana ica nya?”


“Tidur pa”jawab iyaz yang menatap Alex dengan tajam.


“Duh lex gimana ya ica nya udah tidur. Kamu mau ikut makan malam?”


“Gak usah om, Alex pulang dulu ya om”


“Oh ya sudah kalo begitu”


Alex pamit meninggalkan rumah tinggallah iyaz, galih, Lita dan Rangga yang akan melakukan makan malam bersama. Di meja makan mereka asyik mengobrol banyak hal terutama niat Rangga membangun cabang perusahaannya dikota ini.


Selesai makan malam semua kembali kekamar masing-mading. Dan malam ini Rangga akan menginap dirumah dan tidur dikamar iyaz. Mereka masuk kedalam kamar iyaz.


“Ica kenapa yaz?”


“Ada sedikit masalah saja” ucap iyaz menutupi aib adiknya.


Rangga hanya membalas dengan deheman saja.


“Apa benar ica udah ga perawan?” Tanya Rangga hati-hati. Iyaz langsung menatap Rangga.


“Kamu tau dari mana?”


“Aku dengar semuanya. Maaf ketika kamu nyusul ica aku ikutin kamu”


“Kalo kamu udah dengar ceritanya jangan tanya lagi, apalagi sama ica kasihan dia”


“Yaz... aku sayang adik kamu” ucap Rangga jujur


“Aku tau, tapi adik aku udah rusak.”


“Dia gak rusak yaz, dan aku terima apapun yang ada pada dirinya. Aku mau nikah sama dia. Aku mau hidup bersama nya. Tolong bantu aku bujuk dia yaz”


“Bro.. masalah perasaan aku gak bisa bujuk dan paksa apalagi adik aku”

__ADS_1


Rangga memutuskan untuk menceritakan obrolannya bareng ica tadi siang. Iyaz yang mendengar itu merasa terkejut, dan akhirnya setuju tapi bukan membujuk ica melainkan membujuk keluarganya.


“Bujuk ica sendiri dengan usaha kamu, urusan keluarga biar aku yang urus”


Rangga menganggukkan kepalanya, ia senang mendapatkan restu dari kakak iparnya, eh calon kakak ipar maksudnya.


Setelah obrolan itu mereka mulai tertidur bersama dan terhanyut dalam mimpi masing-masing.


****


🌸🌸Ica🌸🌸


Cahaya pagi yang hangat memasuki celah kamarku yang membuatku terbangun dari tidurku. Tidur yang seakan mimpi panjang yang membuatku enggan untuk terbangun tapi apalah daya sang mentari telah menyapa.


Kurenggakan badanku, lalu ku buka selimut dan beranjak ke kamar mandi. Lima belas menit berada dikamar mandi akhirnya aku keluar dengan tubuh yang harum sekaligus segar. Ku pilih baju yang cerah untuk memulai pagiku ini.


Aku berjalan kearah ruang makan dengan hati yang senang sebab bebanku sedikit terangkat dikarenakan semalam sudah ku curahkan semuanya pada kakakku. Hingga langkahku berhenti melihat satu sosok yang tak asing dimata berada dirumahku tepatnya sedang berkumpul dengan keluargaku di meja makan.


“Sepagi ini sudah ada dia”lamunku.


“Hei... kok berhenti disini, ayo udah ditungguin dari tadi” kata kak iyaz mengagetkan lamunanku.


“Oh ya kak.” Jawabku “hemm kak.. mas Rangga ngapain sepagi ini udah disini?”


“Dia nginap disini, udah yuk buruan”


Tanganku ditarik iyaz menuju meja makan dan didudukkan disamping mas Rangga.


“Pagi ca” sapanya dengan senyum yang manis.


“Pagi mas”


“Aduh papa kayak ga pernah muda aja” tambah bundaku.


“Udah ah ayok makan ica lapar”


“Cie ada yang malu ni” goda kak iyaz.


“Jangan gitu bro nanti calon istriku ngambek loh”


Deg


“Apaan sih mas Rangga bikin malu didepan papa dan bunda ngomong gitu. Lagian siapa yang mau jadi istrinya” pikirku.


Aku menatapnya dengan penuh curiga dan kesal. Dan sialnya itu diperhatikan oleh papaku.


“Wah benaran ngambek ya” ucap papa yang tertawa keras.


Pagi ini berhasil membuatku malu sekaligus kesal. Aku jadi ga mood buat sarapan, aku tinggalkan meja makan tanpa ada ucapan sedikitpun.


🌸Author🌸


Melihat ica pergi tanpa sarapan membuat iyaz, galih dan rangga dimarahi habis-habisan oleh lita.


“Tu kan, jadi ngambekkan. Bujuk sana, pokoknya bunda ga mau tau ica harus sarapan bareng bunda”


“Biar Rangga aja ya Tan”

__ADS_1


Lita tak mengacuhkan Rangga ia kesal melihat tingkah Rangga, iyaz dan galih yang membuat ica meninggalkan meja makan.


Rangga berjalan ke taman belakang karena ia tau pasti disana ica berada, dan benar sekali tebakan Rangga ketika melihat ica menatap bunga di bawah mentari pagi.


“Kalo marah terus nanti jelek loh” ucap Rangga yang sudah duduk disamping ica.


Ica menengok ke sampingnya lalu tersenyum.


“Jadi aku cantik ya mas?”


“Kamu baru sadar”


“Gak juga sih, cuman baru kali ini mas muji aku cantik”


“Ga harus dibilang” ucap Rangga tersenyum.


Lama mereka diam menatap bunga sambil berjemur, lalu akhirnya memutuskan untuk makan bersama di meja makan. Suasana meja makan kembali hening hanya detingan sendok dan piring yang terdengar.


Selesai makan galih dan Lita pamit kerja, kemudian disusul iyaz, dan ketika Rangga akan berangkat ia berniat mengajak ica.


“Ikut aku yuk”


“Gak ah”


“Aku cuman rapat sama investor sebentar habis itu cek lokasi gedung”


“Gak mau, aku mau dirumah aja mas”


“Aku mau sama kamu, mau ya?”


Rangga memasang ekspresi sangat memelas seperti anak kecil meminta permen. Dan ini berhasil membuat ica ikut dengannya, tetapi ketika mereka sudah berada di dalam mobil Alex mengetuk kaca mobil Rangga.


“Keluar ca” teriak Alex


“Mau keluar ca? Biar aku temanin”


Ica keluar dari mobil dan langsung ditarik oleh Alex tetapi dihentikan oleh Rangga.


“Jangan kasar sama cewek”


“Diam. Kamu ga ada urusan. Urusan gue sama cewek gue”


“Dasar cewek murahan bilangnya hamil anakku tapi jalan sama cowok lain”


Plak..


“Kalo ngomong itu disaring dulu. Lagian kemarin aku udah bilang putuskan kenapa kamu masih ada disini”


“Aku bilang kita ga akan putus”


“Nikahin aku kalo ga mau putus”


Ucapan ica berhasil membuat Alex melepaskan cengkaman tangannya dari ica.


“Gak bisa kan? Jadi ga usah maksa aku untuk terus bersamamu. Urus calon istri dan anak yang ada dikandungannya. Jangan muncul didepan aku lagi”


“Aku ga ada hubungan sama kasih sayang, kamu harus percaya. Yang kamu dengar kemarin salah paham”

__ADS_1


Ica kesal dengan kebohongan dan keegoisan Alex. Lalu melemparkan hpnya ke tangan Alex agar Alex bisa melihat dengan jelas vidio yang sudah ia rekam sewaktu mereka sedang berkuda ria.


Alex syok melihat vidio dirinya dan kasih yang sedang saling memuaskan satu sama lain dan obrolannya tentang merendahkan ica itu.


__ADS_2