
Ica menunggu panggilan nama untuk sidang skripsinya. Tak jauh dari sana ia melihat Oliv, ketika mata mereka saling bertatapan Oliv langsung membuang mukanya. Ica sedih dengan sikap Oliv.
“Yang harus marah itu aku bukan kamu, tapi kenapa sikapmu begini liv. Tak bisa kah kita berteman lagi?” Gumamnya dalam hati.
Setelah menunggu lama, akhirnya nama ica dipanggil. Ica masuk kedalam ruangan dan mulai sidang skripsinya.
Satu jam lamanya ia berada diruangan tersebut, ica akhirnya keluar hatinya gembira mendapat respon yang sangat ia inginkan.
Ica berjalan keluar dari kampus, tiba-tiba sosok yang sangat ica lupakan yang sudah merampas kesuciannya hadir didepan nya memegang bunga.
“Hei sayang.. rindu aku?” Sapa Alex.
Ica melangkah mundur, ia takut dengan Alex. Tetapi langkahnya terhenti saat semua orang berkumpul disekitarnya untuk melihat Alex. Dengan terpaksa ica menarik Alex dan membawa Alex masuk kedalam mobil Alex.
“Tak ku sangka, ternyata kamu sudah mulai mencintaiku hingga cemburu melihatku di tatap oleh wanita lain” goda Alex
“Cuih... jadi manusia jangan suka kegeeran. Aku hanya malu jadi bahan tontonan. Ada apa?” Alex melihat keberani ica membuatnya tersenyum.
“Aku rindu sayang, malam ini temani aku ya?”
“Gak bisa... aku mau pulang, mau merayakan kelulusanku dengan papa dan kakakku” ucap ica bergegas meninggalkan mobil Alex, tapi tangannya segera digenggam Alex.
“Malam ini harus sama aku.. terserah bagaimana kamu izin sama papa kamu. Kalo tidak mau ya sudah aku akan memaksa masuk kekamar mu lagi”ancam Alex
Mendengar ancaman Alex, ica merasa takut. Ia takut ketahuan oleh galih kalo ia tak perawan lagi. Terpaksa ica menuruti keinginan Alex. Ia mengabari galih akan menginap dirumah temannya. Awalnya galih tidak mengizinkan, dengan banyak bujukan dan rayuan akhirnya diizinkan.
Mereka meninggalkan kampus dan menuju rumah Alex.
***
“Istirahatlah disini, ada yang mau aku urus. Mandi dan bersiaplah bermain denganku sayang. Aku rindu padamu” ucap Alex mencium kening ica dan pergi meninggalkan ica dikamarnya.
Ica memperhatikan setiap sudut ruangan yang ada dikamar ini.
“Kamar yang luas” gumam ica.
Setelah puas berkeliling dikamar itu, ia menjatuhkan badannya keranjang tersebut. Ketika suara pintu dibuka, ica buru-buru duduk.
“Kenapa belum mandi?” Tanya Alex yang melihat ica masih memakai baju yang tadi.
“Ini bukan rumahku, dan aku tak ada pakaian ganti”
__ADS_1
“Ya ampun sayang” ucap Alex gemas. Ia berjalan kearah lemarinya dan membukanya. “Pakailah baju yang kamu suka sayang, ini semua bajumu yang aku belikan” katanya lagi tersenyum
“Gak.. aku tak akan memakai baju seperti itu.”
“Aku mau kamu mandi sekarang” bentak Alex
“Baiklah, pinjamkan aku kaos dan boxer mu saja. Aku tak suka memakai baju itu”
“Dikasih baju tidur yang bagus, tapi maunya bajuku. Nafisa, apa kamu mulai menyukaiku” gumam Alex tersenyum.
“Kenapa tersenyum??”
“Tak ada, bajunya akan aku pinjamkan. Karena kamu belum mandi maka kita mandi berdua saja” goda Alex.
“Jangan harap” kata ica berlari kearah kamar mandi dan mengunci pintu.
“Nafisaku.. sungguh lucu kalo sedang tersipu malu seperti itu” kekeh Alex
Lima belas menit ica dikamar mandi, sekarang ia bingung keluar karena baju yang akan dipinjamkan Alex belum sempat ia ambil.
Pelan-pelan ica membuka pintu kamar mandi dan mengintip keluar, ica melihat Alex sedang berbaring dengan hpnya.
“Ehmm... Alex mana baju nya?”
“Bisa tolong ambilkan?”
“Ayolah Nafisa.. aku sudah melihat semua tubuhmu bahkan sudah merasakannya, kenapa harus malu? Aku tak akan melihatnya”
Ica berjalan keluar dari kamar mandi dengan menundukkan kepalanya, tanpa sadar Alex sudah berada didepan nya.
Cup..
Alex mencium kilas bibir ica, dan berlalu kearah kamar mandi. Beberapa detik ica terdiam dan mematung di tempatnya berdiri, lalu terdengar suara hpnya berbunyi membuatnya tersadar dan segera mengambil hpnya terlihat nama iyaz dihpnya.
“Iya kak..”
.................
“Iya aku menginap dirumah teman, besok aku balik. Iya aku sudah izin”
................
__ADS_1
“Ya sudah aku tutup”
Kemudian ica mengambil baju yang sudah disiapkan Alex dan memakainya. Setelah memakai baju, ica duduk diranjang sambil memainkan hpnya.
Alex yang barus aja keluar dari kamar mandi melihat ica duduk sambil memegang hp membuatnya kesal. Ia berjalan kearah ica dan mengambil hpnya.
“Kembalikan” ucap ica melotot ke arah Alex.
“Tidak akan, selama kamu disini. Kamu hanya boleh fokus padaku”
“Ayolah Alex.. kembalikan, ada hal yang perlu aku selesaikan malam ini”
“Cium dan panggil aku sayang, baru aku kembalikan”mendengar permintaan Alex membuatnya jijik, tapi setelah menimang ia dengan terpaksa memanggil sayang dan mencium pipi Alex.
“Tidak disini sayang, tapi disini” ucap Alex memajukan bibirnya. “Dan panggil sayang dengan manja”
“Alex sayang, kembalikan hpku” ucap ica dengan suara manja yang dibuat-buat, lalu mencium kilas bibir Alex dan tersenyum.
Alex yang senang dengan panggilan sayang dari ica segera mengembalikan hp ica. Dan memeluk ica.
“Sayang... malam ini kita tidur saja tidak usah bermain aku lelah” ucap Alex yang masih memeluk ica
“Apa aku bisa menolak” kata ica menatap kearah lain.
“Tidak ada penolakan”
“Ya udah gak usah minta izin kalo aku gak bakal bisa memilih yang aku mau.” Kata ica merebahkan dirinya kekasur disusul oleh Alex disampingnya.
Alex kembali merapatkan badanya pada ica. Dan berbisik..
“Nafisa...”bisik Alex ditelinga ica dan hanya dibalas dengan deheman saja.
“Apa kamu tak pernah rindu sedetik pun padaku?”
“Tidak”jawab ica cepat.
“Apa sudah ada pria lain yang menyentuhmu” kata Alex kesal. Mendengar itu, ica langsung bangun dari tidurnya dan menghadap Alex.
“Apa aku semurah itu buatmu? Dan asal kamu tau, kalopun aku suka dengan orang lain aku tak akan bisa bersamanya. Aku malu karena aku sudah tak perawan dan itu semua karenamu. Hidupku hancur” kata ica menangis dan beranjak dari kasur akan keluar dari kamar itu. Alex yang melihat ica menangis dan akan meninggalkannya langsung bangun dari tidurnya mengejar ica dan memeluknya.
“Maafkan aku Nafisa. Aku terbawa nafsu dan sekarang aku tak bisa melepaskan mu. Maafkan aku sudah merusak mu, aku akan bertanggung jawab padamu”
__ADS_1
Ica yang mendengar itu menangis sejadi-jadinya. Sebenarnya ia sudah menerima takdir nya dan mulai menyukai Alex, hanya saja saat ini ia akan menyimpannya sendiri.