Kehancuran

Kehancuran
Pergi


__ADS_3

Ica bersiap-siap berangkat kerumah Alex sesuai dengan janjinya. Dan ia tak lupa mengabari iyaz, papa dan bundanya agar mereka tidak cemas ketika pulang dan mendapati ica tidak dirumah.


Setelah satu jam berada diperjalanan yang macet akhirnya ica sampai didepan rumah Alex. Ia segera masuk kerumah tanpa menekan bel karena ia tau password rumah Alex.


Ica sengaja bertindak senatural mungkin seakan ia tidak melihat dan mendengar kejadian yang ada tadi siang. Ia mulai memasak makan malam untuk Alex.


Lima belas menit berkotak katik didapur Alex akhirnya ica selesai memasak lalu mengirim pesan pada Alex.


✉️Alex


Sayang.. aku sudah memasak makan malam untuk kita. Cepatlah pulang aku merindukan belaanmu


Ica berjalan ke arah ruang tamu, duduk dan menunggu Alex sekaligus menyiapkan kata-kata putus untuk Alex. Memang hatinya sampai detik ini hanya untuk Rangga tapi badannya sudah dikuasai oleh Alex dan bapak tirinya yang beberapa kali mengunjungi kota A hanya sekedar bertemu ica.


Setengah jam kemudian barulah Alex muncul dengan tatapan penuh nafsu.


“Oh sayang, maafkan aku” ucap Alex merangkul ica.


“Ya tak apa, hanya saja sangat disayangkan makanannya sudah keburu dingin. Mau aku panaskan sayang?” Ucap ica yang memainkan tangannya pada bidang dada Alex.


“Tak perlu dipanaskan sayang, aku hanya mau makan kamu saja” kata Alex semangat ketika melihat sikap ica yang mulai berinisiatif padanya. Ica menghentikan Alex dengan alasan ia sangat lapar menunggu Alex.


“Maaf sayang, tapi aku mau makan dulu. Kamu gak kasihan aku udah nungguin kamu dari tadi dan sekarang aku udah lapar banget. Kita makan dulu okay sayang” ucap ica berdiri meninggalkan Alex. Lalu Alex menyusul ica kemeja makan dan menikmati makanan sekali-kali menatap penuh nafsu.


“Sudah sayang?? Aku sudah gak tahan?”


“Pergilah ke kamar dulu dan Mandilah, aku akan bersihkan sisa makanan kita” kata ica.


Alex tidak menjawab permintaan ica tapi ia langsung mengikuti instruksi dari ica. Ia berjalan kekamar dan mandi. Ketika Alex keluar dari kamar mandi ia sudah melihat ica tidur ditutupi selimut.


“Sayang” ucap Alex lembut meraba pipi ica.


“Ehem.. kamu sudah selesai?” Kata ica berusaha duduk sambil mengangkat selimutnya.


“Lepasin aja selimutnya. Aku udah ga tahan”


“Sebelum kita melakukan, bisakah kamu berjanji bertemu dengan papaku hari ini untuk melamar ku?” Kata ica menatap Alex.


Alex yang mendengar ucapan ica perlahan mundur menjauhi ica.


“Benarkah kamu tak berniat menikahi ku Alex?”pikir ica


“Kenapa sayangku?” Tanya ica.

__ADS_1


“Tak ada. Aku pakai baju dulu”


“Kita akan bermain untuk apa pakai baju?”


“Aku hari ini capek nanti saja. Aku hanya mau tidur memeluk kamu?”


“Kamu ga mau menikahi ku?” Tanya ica yang menghentikan langkah Alex kearah lemarinya. Lalu menatap tajam kearah ica.


“Kamu kenapa Nafisa?”


“Aku ga kenapa-napa lex, aku hanya bertanya kapan kamu akan menikahi ku?”


“Ada apa dengan pembahasan ini? Aku minta maaf seminggu tanpa kabar itu karena aku sibuk sayang. Mari kita hentikan pembahasan ini” ucap Alex tegas lalu mengambil kaos dan memakainya.


“Sampai kapan kita kayak gini? Aku cuman mau status yang jelas lex?” Ucap ica memohon


“Nafisa, dengarin aku. Jalani saja dulu, nanti kalo aku udah siap baru kita nikah. Okay?”


“Aku mau sekarang.” Kekeh ica. “Aku hamil lex” lanjut ica berbohong. Ica hanya ingin tau tanggapan Alex.


“Apa kamu bilang? Hamil? Yang benar saja Nafisa.” Ucap Alex membentak.


Ica mulai mengeluarkan air mata buayanya eh maksudnya air mata palsunya lalu ia menatap Alex sekaligus memeluk perutnya.


“Nafisa jangan mengada-ada. Aku tak pernah menghamili kamu. Itu bukan anakku” tolak Alex


“Lalu anak siapa? Aku hanya tidur denganmu aku mana berani bermain dibelakangmu sayang” ucap ica yang sudah memeluk Alex dari belakang dengan tubuh yang telanjang.


“Sayang.. aku mau kita nikah, kita besarkan anak kita. Aku akan jadi istri yang baik”


“Nafisa aku ga mau menikah sama kamu” ucap Alex melepaskan pelukan ica dan membalikkan badannya agar berhadapan dengan ica.


“Lalu kamu mau menikah dengan siapa? Kamu anggap apa aku? Apa selama ini kamu hanya main-main saja?” Bentak ica sambil memungut bajunya dan memakainya kembali.


“Nafisa dengarkan kamu kekasihku. Tapi bukan berarti aku menikahmu. Aku akan kasih kamu apa saja tapi tidak dengan pernikahan. Dan anak ini kamu gugurkan saja”


“Apa katamu lex? Gugurkan? Apa kamu gila?”


“Aku ga bisa terima anak kamu”


“Ini bukan anak aku ini anak kita”


Ica yang sudah rapi kembali berjalan kearah pintu kamar dan berbalik melihat Alex yang frustrasi.

__ADS_1


“Kamu mau menikahi sekretaris cantik yang kamu nikmati tubuhnya setiap hari itu? Apa dia hamil anakmu lex?” Tanya ica


“Sial.. dari mana dia tau tentang kasih bahkan tentang anak kami? Aku ga bisa melepaskan dia dan juga kasih” gumam Alex


Alex menatap ica lalu menghampiri ica dan memeluk ica.


“Sayang.. bukan gitu, aku cuman gak mau menikah. Kita jalani hidup kita berdua seperti biasa ya?”bujuk Alex


Ica melepaskan pelukan Alex dengan paksa dan menatap tajam Alex.


“Jangan sentuh aku lex. Sudah cukup. Kita putus, jangan temui aku lagi. Sekarang kamu bebas meniduri gadis mana saja termasuk sekretaris yang tadi siang kamu tiduri dikantor mu”


Ica berlari meninggalkan kamar Alex menuju pintu luar dan disusul oleh Alex.


“Jangan menuduh begitu sayang. Aku ga mau kita putus”


“Lepasin aku.. aku mau pulang. Aku ga mau ketemu kamu. Aku mau kita putus”


Ica meninggalkan rumah Alex sedangkan alex hanya menatap kepergian ica dengan frustrasi lalu menghubungi orang yang dikantor mereka pasti tau kalo ica datang kekantornya tadi siang. Dan sesuai dugaan emang benar ica datang kekantornya.


“Sial banget”


Alex bergegas kembali kerumahnya mengambil kunci mobil dan menyusul ica kerumahnya.


****


Ica masuk kedalam rumah tanpa permisi bahkan tanpa menyapa Rangga, galih, Lita dan iyaz yang berada diruang tamu. Mereka heran dengan sikap ica yang tidak seperti biasanya.


“Ca” panggil iyaz tapi tidak dihiraukan ica. Adiknya itu berlari kedalam kamar dan menutup pintunya.


Iyaz mengikuti ica bahkan masuk kedalam kamar.


“Kenapa ca?”


“Kak...” ica langsung memeluk iyaz dengan erat ia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan kakaknya itu.


“Aku putus dengan Alex kak.. dia jahat, dia tidur dengan wanita lain”


“Apa?”


“Padahal dia rampas hal yang berharga dariku dan memaksa ku untuk menjadi kekasihnya tapi dia juga yang menyakiti ku kak”


Iyaz bingung dengan penjelasan adiknya.

__ADS_1


“Apa maksud ica? Apa yang dirampas?”pikir iyaz.


__ADS_2