Kehancuran

Kehancuran
Bapak


__ADS_3

Setelah kejadian itu mereka kembali kekamar masing-masing untuk tidur berhubung waktu sudah malam.


🌸🌸Ica🌸🌸


Ku rebahkan badanku diatas kasur dan tak lupa ku kunci kamarku, aku takut bapak akan masuk dalam kamarku. Ku raih hpku dan menelepon Alex.


“Alex, kamu dimana?”


...............................


“Bisakah besok kamu kesini?”


...….........................


“Yaaah... ga papa deh, tapi jemput kesini ya aku mau baliknya sama kamu. Okay? Dan love you”


.............


Ku matikan telfon ku, berjalan kearah kamar mandi guna membersihkan diri sebelum tidur. Setelah berbesih diri dikamar mandi aku segera untuk tidur.


******


[11:30]


Aku yang sudah baru saja terlelap mendengar suara pintu kamar terbuka sangat pelan lalu tertutup kembali dan terkunci. Aku tak begitu ambil pusing dengan suara itu dan memilih untuk tetap terlelap.


Terasa sentuhan tangan yang mengelus kakiku dan berjalan terus hingga kepahaku. Tapi ntah kenapa mataku enggan rasanya untuk terbuka. Sekarang terasa tangan menyentuh wajahku dan meraba di sekitarnya hingga turun ke leherku.


Tangan itu perlahan masuk kedalam bajuku dan memainkannya secara lembut dan perlahan. Aku tidak tau itu tangan siapa tapi sentuhan itu membuatku terasa melayang.


Aku tak tau bagaimana caranya semua bahan yang menempel pada tubuhku sudah terlepas semua. Hanya kehangat hawa panas dari tubuh seseorang yang ku rasa sudah berada diatas badanku. Samar-samar ia meneriaki namaku pada telingaku.

__ADS_1


*****


🌸Author🌸


Pagi mentari menyapa dengan kehangatan yang menerobos masuk dalam celah kamar ica yang membuat ica terbangun dan hampir berteriak ketika ia tak merasakan satu helai pun kain yang menempel pada tubuhnya.


“Apa semalam aku bermimpi? Apa aku ditiduri jin?” Gumam ica.


Ia turun dari ranjang melihat bajunya yang berceceran dilantai.


“Apa aku semalam tidur buka baju tanpa sadar? Dan kenapa badanku rasanya nyeri semua? Apa yang semalam bukan mimpi? Apa aku benar ditiduri jin” kata ica pada dirinya sendiri sambil memungut pakaiannya dan berlalu kekamar mandi membersihkan badannya.


Lima belas kemudian, ica keluar dari kamar mandi memakai bajunya dan sedikit memoles mukanya dengan make up lalu keluar kamarnya.


“Baru saja akan aku ketuk taci” ucap Nabila tersenyum. “Ayo buruan sarapan sudah ditungguin yang lain”lanjutnya. Ica mengikuti langkah Nabila sambil mengenggam hpnya.


“Tumben bangun telat sayang” ucap galih pada ica sesaat ica sampai di meja makan.


“Nanti akan aku tanyakan” gumam iyaz


Mereka melangsung sarapan dengan hikmat tanpa bersuara, hanya saja sesekali bagus tersenyum penuh kemenangan menatap ica dan itu tanpa disadari siapapun bahkan ica sekalipun.


Setelah sarapan mereka berjalan-jalan di sekitar vila menghabiskan waktu bersama-sama sambil bercerita dan tertawa. Lagi dan lagi bagus menatap ica lalu mendekati ica perlahan tanpa dicurigai yang lain.


“Gimana semalam sayang” bisik bagus memeluk pinggang ica.


Deg


“Apa maksud omongannya ini” kata ica dalam hati


“Nikmat bukan? Hanya saja sedikit disayangkan bukan saya yang pertama, tapi tak apa masih tetap sempit” ucap bagus berbisik

__ADS_1


“Maksud bapak apa?” Kata ica berpikir


“Kamu tau maksud saya sayang, jadi jangan sok polos begitu. Apa kamu lupa dengan yang kita lakukan semalam”


“Oh Tuhan.... jadi semalam aku tidak bermimpi dan tidak juga ditiduri jin tapi ditiduri oleh bapak tiriku”


“Nanti malam kita ulang lagi dalam keadaan sadar, tunggu saya dikamar tak perlu pakai apapun. Okay sayang?” Ucap bagus berlalu meninggalkan ica yang masih memikirkan kejadian semalam.


“Gak bisa begini. Aku harus pulang sekarang. Coba telfon Alex kalo iya tidak bisa menjemput aku terpaksa pulang sendiri”


Ica mulai menelefon Alex tapi tidak ada jawaban dari Alex dan memutuskan untuk mengirim pesan saja pada alex.


✉️ica


Sayang, aku rindu. Aku mau kamu sekarang, bisa kamu jemput aku sekarang sayang?


Masih tetap tak ada jawaban dari Alex, lalu ia berjalan ke arah iyaz yang sedang asik bermain bersama adiknya.


“Kak” bisik ica


“Apa”


“Sini, ada yang mau aku bilang sama kakak” bisik ica “adik taci yang cantik dan juga ganteng, taci pinjam kak iyaz bentar ya” ucap ica pada adiknya lalu menarik iyaz menjauh.


“Kenapa sih ca? Aneh banget sih kamu dari tadi”


“Pinjam mobil kakak aku mau keluar”


“Mau kemana? Sini kakak antar saja”


“Aku mau sendiri, boleh?”

__ADS_1


Iyaz menyerahkan kunci mobilnya pada ica. Sedikit berlari ica meninggalkan keluarganya dan berjalan ke arah dalam vila mengambil tasnya. Setelah mengambil tasnya ica bergegas meninggalkan vila tanpa diketahui oleh siapapun.


__ADS_2