
Selamat membaca!
đđ
Jika ada yang butuh diperbaiki silakan tulis dikolom komentarâşď¸
ÂĽÂĽ
Mentari pagi tidak bosan muncul seperti biasanya. Ica datang menghampiri ibu nya di dapur setelah memperhatikan kondisi rumah yang sepi hanya terdengar suara Nabila dan Ari yang tertawa diruang keluarga.
âBu, masak apa?â Tanya ica pada ibunya, tetapi bukannya menjawab pertanyaan ica ibu malah bertanya yang lain.
âTidur dimana kamu semalam?? Bapak kamu bilang kamu ga dikamar semalam,â kata ibu penuh dengan selidik sambil terus memasak.
âDikamar kakak bu, maaf kemarin cerita panjang lebar dengan kakak dan pacarnya ica sampai ketiduranâ jawab ica berbohong. âOh ya bu, tumben sepi yang lain kemana?â Tanya ica lagi. Yang lain maksudnya bapak tirinya.
âBapak kamu ada urusan dadakan di kantor, nanti sebelum makan siang pulang baru, habis itu kita baru pergi mainâ
âHmm.. bu.. ada yang mau ica omongin, boleh bicara sebentar?â Kata ica ragu.
âApa?â Jawab ibu mematikan kompor dan menyusul duduk didepan anak gadisnya.
âBu, percaya ica kan?â
__ADS_1
âIya, ya udah ngomong. Ibu mau lanjut masak untuk kita bawa nantiâ
âBu, semalam sebenarnya ica tidur dikamar kak iyaz bukan karena ketiduran tapi ada hal lainâ kata ica memperhatikan raut muka ibunya. âSesudah makan malam, bapak masuk kamar ica buâ lanjutnya menunduk menahan tangis
âIya ibu tau kemarin bapak kamu ngomong sama ibu, tapi katanya kamu ga dikamarâ
âBukan bu, sebelum itu. Mungkin pas bapak antar Ari ke kamarnya. Bapak masuk kamar ica dan hampir melecehkan ica buâ ucap ica jujur dan menangis. Mendengar ucapan anaknya tentang suaminya tentu saja ibu kaget dan tidak percaya, memarahi anaknya sudah menuduh tanpa bukti.
âBenar bu, ca ga bohong. Ibu bisa liat disiniâ kata ica lagi, memperlihatkan tanda merah yang ditinggalkan bapaknya semalam.
âKamu pasti bohong, ga mungkin bapak kamu kayak gini sama kamu. Apa kamu dan iyaz melakukan hal yang memalukan? Karena kamu sekamar dengan iyaz bisa jadi kalian menuduh bapak untuk menutupi kelakuan kalianâ kata ibu membantah dan menuduh anak kandungnya yang berbuat senonoh. Kemudian muncullah iyaz membela adiknya, sebenarnya dia sudah dari tadi ingin masuk cuman melihat adiknya mulai bercerita tentang kejadian semalam dia menahan diri, tapi ketika ibu nya menuduh hal yang tidak benar membuat iyaz keluar dari persembunyiannya.
âYa ampun bu, apa ibu ga percaya kami? Sampai hati ibu menuduh kami berbuat zina, andai semalam ibu melihat ica menangis, gemetaran dan ketakutan apa ibu masih berani menuduh kami? Bu, ini saranku supaya ica cerita sama ibu. Apa gunanya kami memfitnah bapak bu?â Ucap iyaz
âGa,ibu ga percaya kalian. Ga mungkin bapaknya Ari seperti itu, ibu tau betul dengan dia. Orang yang setia, baik dan ramah ga mungkin melakukan hal yang begitu. Buktinya Nabila ga pernah mengadu hal yang begini. Kalian baru semalam disini sudah menuduh bapaknya Ari? Ibu ga habis pikirâ elak ibu, berlalu meninggalkan anaknya.
Setelah iyaz merapikan kembali bajunya dan mengambil tas ica dikamar, ia berjalan keluar menghampiri ica yang masih menangis dan lagi ditenangkan oleh adik-adiknya.
âSudah ca, kalo ibu ga percaya kita ga perlu kita ada disini. Ayo kita kembali pulangâ ucap iyaz
âBaik kak, tapi kita harus pamit duluâ balas ica. Mereka berjalan kearah kamar ibunya dan mengetuk pintu kamar.
Tok tok tok
__ADS_1
âBu, kami balik. Kami ga jadi berlibur disini. Maaf kalo kami salah. Kami pergi bu. Ibu ga perlu mengantar kamu ke stasiun kami bisa pesan taxi buâ kata ica dibalik pintu. Selesai berbicara seperti itu, barulah ibu membukakan pintu untuk mereka.
âYa sudah balik lah, mungkin ini yang terbaik. Jika memang benar adanya yang seperti kalian bilang lebih baik ica pergi dari sini sebelum ternodai, dan jika memang benar kalian memfitnah bapaknya Ari untuk menutupi kemasiatan kalian lebih baik kalian pergi dari pada merusak keluarga Ariâ balas ibu. Mendengar omongan ibunya, membuat ica ingin menangis lagi tapi ditahan. Mereka keluar dari rumah dan menaiki taxi yang sudah dipesan menuju stasiun.
****
âKemana ica bu?â Tanya bapak yang mencari di setiap kamar dirumahnya.
âSudah balik pakâ jawab ibu
âSial..... kenapa juga harus cepat balik..â pikir bapak.
âKenapa buru-buru? Katanya semingguâ
âIyaz ada urusanâ
âItulah iyaz bukan ica. Kenapa ica ikut jugaâ
âEmang kenapa pak? Aneh? Biarkan sajaâ kata ibu mulai curiga.
âGa ada yang aneh, ya udah karena ica udah balik kita dirumah aja ya ga usah liburan. Bapak capekâ kata bapak memasuki kamar mereka.
â˘â˘â˘â˘â˘
__ADS_1
Vote dan like yaâ¤ď¸
Terimakasih