Kehancuran

Kehancuran
Ketidakpercayaan


__ADS_3

Selamat membaca!


😘😘


Jika ada yang butuh diperbaiki silakan tulis dikolom komentar☺️


ÂĽÂĽ


Mentari pagi tidak bosan muncul seperti biasanya. Ica datang menghampiri ibu nya di dapur setelah memperhatikan kondisi rumah yang sepi hanya terdengar suara Nabila dan Ari yang tertawa diruang keluarga.


“Bu, masak apa?” Tanya ica pada ibunya, tetapi bukannya menjawab pertanyaan ica ibu malah bertanya yang lain.


“Tidur dimana kamu semalam?? Bapak kamu bilang kamu ga dikamar semalam,” kata ibu penuh dengan selidik sambil terus memasak.


“Dikamar kakak bu, maaf kemarin cerita panjang lebar dengan kakak dan pacarnya ica sampai ketiduran” jawab ica berbohong. “Oh ya bu, tumben sepi yang lain kemana?” Tanya ica lagi. Yang lain maksudnya bapak tirinya.


“Bapak kamu ada urusan dadakan di kantor, nanti sebelum makan siang pulang baru, habis itu kita baru pergi main”


“Hmm.. bu.. ada yang mau ica omongin, boleh bicara sebentar?” Kata ica ragu.


“Apa?” Jawab ibu mematikan kompor dan menyusul duduk didepan anak gadisnya.


“Bu, percaya ica kan?”

__ADS_1


“Iya, ya udah ngomong. Ibu mau lanjut masak untuk kita bawa nanti”


“Bu, semalam sebenarnya ica tidur dikamar kak iyaz bukan karena ketiduran tapi ada hal lain” kata ica memperhatikan raut muka ibunya. “Sesudah makan malam, bapak masuk kamar ica bu” lanjutnya menunduk menahan tangis


“Iya ibu tau kemarin bapak kamu ngomong sama ibu, tapi katanya kamu ga dikamar”


“Bukan bu, sebelum itu. Mungkin pas bapak antar Ari ke kamarnya. Bapak masuk kamar ica dan hampir melecehkan ica bu” ucap ica jujur dan menangis. Mendengar ucapan anaknya tentang suaminya tentu saja ibu kaget dan tidak percaya, memarahi anaknya sudah menuduh tanpa bukti.


“Benar bu, ca ga bohong. Ibu bisa liat disini” kata ica lagi, memperlihatkan tanda merah yang ditinggalkan bapaknya semalam.


“Kamu pasti bohong, ga mungkin bapak kamu kayak gini sama kamu. Apa kamu dan iyaz melakukan hal yang memalukan? Karena kamu sekamar dengan iyaz bisa jadi kalian menuduh bapak untuk menutupi kelakuan kalian” kata ibu membantah dan menuduh anak kandungnya yang berbuat senonoh. Kemudian muncullah iyaz membela adiknya, sebenarnya dia sudah dari tadi ingin masuk cuman melihat adiknya mulai bercerita tentang kejadian semalam dia menahan diri, tapi ketika ibu nya menuduh hal yang tidak benar membuat iyaz keluar dari persembunyiannya.


“Ya ampun bu, apa ibu ga percaya kami? Sampai hati ibu menuduh kami berbuat zina, andai semalam ibu melihat ica menangis, gemetaran dan ketakutan apa ibu masih berani menuduh kami? Bu, ini saranku supaya ica cerita sama ibu. Apa gunanya kami memfitnah bapak bu?” Ucap iyaz


“Ga,ibu ga percaya kalian. Ga mungkin bapaknya Ari seperti itu, ibu tau betul dengan dia. Orang yang setia, baik dan ramah ga mungkin melakukan hal yang begitu. Buktinya Nabila ga pernah mengadu hal yang begini. Kalian baru semalam disini sudah menuduh bapaknya Ari? Ibu ga habis pikir” elak ibu, berlalu meninggalkan anaknya.


Setelah iyaz merapikan kembali bajunya dan mengambil tas ica dikamar, ia berjalan keluar menghampiri ica yang masih menangis dan lagi ditenangkan oleh adik-adiknya.


“Sudah ca, kalo ibu ga percaya kita ga perlu kita ada disini. Ayo kita kembali pulang” ucap iyaz


“Baik kak, tapi kita harus pamit dulu” balas ica. Mereka berjalan kearah kamar ibunya dan mengetuk pintu kamar.


Tok tok tok

__ADS_1


“Bu, kami balik. Kami ga jadi berlibur disini. Maaf kalo kami salah. Kami pergi bu. Ibu ga perlu mengantar kamu ke stasiun kami bisa pesan taxi bu” kata ica dibalik pintu. Selesai berbicara seperti itu, barulah ibu membukakan pintu untuk mereka.


“Ya sudah balik lah, mungkin ini yang terbaik. Jika memang benar adanya yang seperti kalian bilang lebih baik ica pergi dari sini sebelum ternodai, dan jika memang benar kalian memfitnah bapaknya Ari untuk menutupi kemasiatan kalian lebih baik kalian pergi dari pada merusak keluarga Ari” balas ibu. Mendengar omongan ibunya, membuat ica ingin menangis lagi tapi ditahan. Mereka keluar dari rumah dan menaiki taxi yang sudah dipesan menuju stasiun.


****


“Kemana ica bu?” Tanya bapak yang mencari di setiap kamar dirumahnya.


“Sudah balik pak” jawab ibu


“Sial..... kenapa juga harus cepat balik..” pikir bapak.


“Kenapa buru-buru? Katanya seminggu”


“Iyaz ada urusan”


“Itulah iyaz bukan ica. Kenapa ica ikut juga”


“Emang kenapa pak? Aneh? Biarkan saja” kata ibu mulai curiga.


“Ga ada yang aneh, ya udah karena ica udah balik kita dirumah aja ya ga usah liburan. Bapak capek” kata bapak memasuki kamar mereka.


•••••

__ADS_1


Vote dan like ya❤️


Terimakasih


__ADS_2