Kekuatan Hati Wanita

Kekuatan Hati Wanita
cemburu


__ADS_3

Setapak demi setapak ku ayunkan kaki ku hingga kami menemukan ada pohon di situ banyak tertulis nama -nama pasangan lalu kamipun mengukir nama kami di antara sekian banyak nama ku ukir nama Arya dan juga sebaliknya ku taruh ukiran yang paling bawah hingga nanti mungkin ukiran ini tak kan terhapus oleh lainnya .


Sepanjang hari kami lewati bersama karena mungkin besok kami tak bisa bertemu kembali ,beda kan rasanya video call dengan bertemu langsung .


"Zain apakah jika nanti kita bertemu lagi kita akan sama seperti ini ya ".Arya bertanya


"Mungkin saja dan semoga saja Arya".jawabku sambil


tersenyum


Ku lihat dari sorot matanya ada banyak sekali pertanyaan yang terpendam namun ku tak tahu apa itu biarlah takdir dan waktu yang akan menjawabnya .


Tak terasa hari sudah mulai petang saatnya kami pulang dalam perjalanan pulang kami hanya terdiam sambil menghela napas panjang seakan tak ingin waktu ini cepat usai tiba -tiba kami di kaget kan oleh suara klakson di tepi jalan .


"tiiit***** tit** hallo ayo bareng aku pulang ".sahut pria yang ada di dalam mobil


Ternyata pria itu ayah Arya yang kebetulan lewat dan melihat kami sedang melintas


"Ayah kapan sampai ".tanya Arya

__ADS_1


"baru saja nenek bilang kamu jalan -jalan lalu ku cari saja sambil berkeliling daerah sini hehe".jawab ayah Arya


"ayo sekalian bareng pulang dari pada jalan kaki capek sekalian ku antar nak Zainab kerumahnya ".


"Aku heran kok ayah Arya tahu namaku ".


Ternyata Arya sering bercerita tentang aku pada ayahnya


Tak menunggu lama kamipun naik mobil itu dan segera melaju pulang sesampainya di halaman aku turun dan tak lupa berterima kasih pada ayah Arya dan mempersilahkan masuk tapi beliau menolaknya dengan alasan lain kali saja ya nak.


lalu ku langkahkan kakiku masuk ke dalam rumah di situ di ruang tamu ada Kharis yang duduk sambil memegang laptopnya .


"Zain aku mau tanya sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dan anak itu siapa namanya Hem Hem oh ya Arya ".


"Arya dan aku sangat dekat seperti aku dan kamu sekarang ". ku jawab Kharis dengan perasaan yang canggung


"oh aku kira kalian sudah jadian ".


"Ah kamu bisa saja mana mungkin Arya suka sama aku dia itu kesini untuk liburan bukan cari pasangan ".

__ADS_1


kami pun mengobrol lumayan lama hingga tak terasa ada Bu Riska yang memperhatikan kami dan menggoda kami .


"Nah begitu dong kan ku lihat kalian sudah lama tidak bercengkerama sejak ada gadis cantik itu siapa Nafisa ".


godaan Bu Riska membuat kami berdua jadi malu ,dan ada benarnya sih yang dikatakan Bu Riska karena sejak Nafisa datang di kehidupan Kharis aku memang sudah berusaha jaga jarak dengan nya .


"Oh ya Nafisa apa kabar ". tanyaku


"Oh Nafisa dia baik dia baru saja pulang ke rumahnya".jawab Kharis


"Aduh ada yang kangen dong tenang tinggal telfon aja ".


'Ah kamu tuh aku sama Nafisa tuh gak ada apa -apa kami cuma Teman kampus kok".


"lagian kalau ada perasaan juga sah aja secara kalian kan sama -sama dari kampus".


"Apa perkataan itu bisa di namakan cemburu za ".goda Kharis


"Aku cemburu siapa aku berhak kah cemburu ".ku meninggalkan Kharis yang saat itu sedang memandangku .

__ADS_1


__ADS_2