
tok tok suara kaki orang berjalan ini mungkin ini Bu Riska lalu ku berusaha untuk bangkit agar tidak jadi beban ku ingin menguatkan otot kakiku setelah ku coba untuk berdiri tiba_tiba suara kaki itu berhenti tepat di depan pintu kamarku .
"ia masuk saja tidak di kunci Bu".
sahutku menyapa orang yang membawa makanan untuk ku sambil ku merapikan bajuku yang belum sempat aku lipat kemarin .
tapi tak ada jawaban lalu ku angkat kepalaku ku lihat di samping ranjang ku ada seorang yang berdiri sambil menyiapkan makanan di atas meja dan betapa kagetnya aku ternyata orang itu Kharis .
"a a a apa yang kamu lakukan di kamarku ".
"aku di kamarmu ,aku kesini hanya ingin melihat keadaan gadis ceroboh yang tadi jatuh he he he ".
"kalau kamu ke sini cuma ingin mengejek ku maaf aku tak bisa aku sibuk tuan muda ".
"apa tuan muda ,pangeran kaleei".
"Halah sudah kamu ke sini mau apa ".
__ADS_1
"ini loh makananmu gadis ceroboh tadi Ibu mau mengantarkan aku kasihan jadi biar ku Antar saja ,jangan GR kamu ini cuma kasihan Ibu harus naik turun tangga kan kasihan capek ".
"lagian siapa coba yang GR kalau tidak ikhlas kamu ambil kembali saja".
lalu Kharis membujukku dan merayuku yang saat itu masih merasa marah dengan berbagai rayuan dan usaha akhirnya aku mau menerima makanan itu walaupun sebenarnya dalam hati ku aku sangat bahagia dengan cara dia membujuk merayu tapi karna gengsi ku pura -pura aja acuh.
kami pun makan bersama siap demi suap kami nikmati makanan kami sampai akhirnya pada suapan terakhir aku tersedak dan sangat panas ku rasa di bagian dadaku .
dengan sigap Kharis langsung mengambilkan minum untukku sambil menepuk punggungku agar aku tidak makin parah.
"hati _ hati makanya kalau makan tuh pikiran jangan berkeliling kemana_mana ".
setelah ku beri minum berulang kali akhirnya rasa sakit nya hilang .
setelah kami selesai makan kami bercengkerama sambil melihat pemandangan malam dari atas sangat bagus dan menakjubkan .
seakan waktu tak mau di ajak kompromi kami pun sudahi pembicaraan ini dan kharis pun turun dia mengajakku serta tapi kakiku masih sakit ,tenang biar aku gendong kamu.
__ADS_1
mendengar perkataan itu seketika mataku terbelalak ke arah Kharis dengan senyum lebar dia tertawa melihat reaksiku .
nggak lah mana mungkin aku gendong kamu mengingat tubuh kamu pasti berat ,mari aku Popong aja sekalian sambil belajar menguatkan kaki .
aku mengiyakan permintaan Kharis lalu dengan pelan _pelan dia membopongku .
setelah perjuangan yang melelahkan akhirnya aku sampai di bawah dan menyapa semua anggota keluarga .
melihat aku yang berjalan tertatih _tatih Radit
pangeran kecilku bertanya
"kenapa kak Zainab jalannya kok begitu emangnya sakit ,kena apa kak ".
"oh ini nggak papa dik cuma terpeleset tadi bentar lagi juga sembuh sayang ".
"oh gak papa kak semoga cepet sembuh biar bisa main sama aku lagi kakakku kan kuat".
__ADS_1
anak kecil ini super gemesin pipinya kayak bakpau kulitnya putih bersih .
ku berjalan menuju ruang keluarga dan kami bercanda dan berkumpul semua di sini mulai dari pak Andi yang sukanya ngemil kacang goreng , Bu Riska yang sukanya makan krupuk pasir Kharis jagung rebus sedang aku dan Radit sama sukanya makan kwaci Hem nyammi.