
aku yang saat ini berdiri di samping Bu Riska jadi kaku seperti patung tanganku di genggam Bu Riska pundak ku di rangkul dan ku hanya diam terpaku saat itu ,entah apa yang aku aku rasakan ku tak tahu seperti mati rasa tepatnya.
Kharis pun juga sama dia kaget bingung kok Mama nya tidak bilang dulu ingin membawa gadis yang kemungkinan besar ingin di jodohkan dengan nya .
Bu Dewi melangkah menghampiri Kharis ,gadis itu sangat cantik dan elegan nyaris sempurna penampilannya ku pandang dari kejauhan tangan mereka bersalaman dan yang membuat ku makin terkejut Bu Dewi memanggil gadis itu dengan sebutan calon anakku .
ini lah yang selama ini aku takutkan dan yang selalu aku hindari akhirnya hatiku hancur sendiri kan sejak lama ingin ku buang perasaan ini pada Kharis tapi apa daya ku ku tak bisa tapi kalau sudah begini bagai mana caraku mengobati rasa sakit ku .
apa aku harus keluar dari rumah Bu Riska atau aku akan hidup dalam kecemburuan .
__ADS_1
Kharis hanya bisa menuruti mamanya dia tak punya pegangan karena mungkin juga perasaan Kharis menang merasa cocok dengan gadis itu yang sebut saja namanya Anita ayu Anggraini .
putri pengusaha besar yang kebetulan mama Anita teman mamanya Kharis di sosialita .
"tenang nduk tenang sabar mungkin ini yang di namakan cinta tapi tak berjodoh sabar nduk" bisikan Bu Riska padaku yang memang Bu Riska yang paling mengerti aku .
pesta masih berlangsung dan kami semua menikmatinya walau pun dalam hatiku hancur setidaknya aku masih bisa menyembunyikan lewat senyumku .
pesta berlangsung sampai jam 22 .00 wib .rasanya lama sekali malam ini berlalu di tambah lagi nafasku rasanya sesak dan panas sekali . Bu Riska yang masih di sebelahku selalu mengusap pundak ku sebagai isyarat agar aku sabar dan mungkin memang Kharis bukan jodohku ,sedari awal hati ku ini sudah sering mengantisipasi kejadian ini tapi kenapa rasanya masih sakit.
__ADS_1
syukur lah acara malam ini sudah selesai kami pamit pada Kharis dan Bu Dewi ,pak Andi mengajak kami berfoto dulu bersama keluarga ,dan mungkin ini foto terakhir kami ber lima pak Andi , Bu Riska,aku,Radit dan Kharis jelas terlihat dari wajah Kharis galau dan kosong walaupun di tutupi dengan senyum manisnya namun masih terlihat dari tatap matanya .
di sepanjang perjalanan yang di bicarakan pak Andi tetap tentang gadis itu beliau sepertinya tidak setuju atas tindakan Bu Dewi yang menjodohkan Kharis tanpa meminta persetujuan dari beliau maupun dari Kharis .
setidaknya Kharis tahu soal ini jadi bisa menjaga hati Masing " lalu Bu Riska bertanya dan mencari tahu siapa tahu Kharis pernah bercerita kalau dia punya pacar atau perasaan pada gadis ,namun pak Andi sendiri tidak pernah mendengar tentang hal itu tapi dari gerak gerik Kharis ku tahu dia punya gadis idaman karena ku ayahnya jadi ku bisa membaca dari sikapnya .
di saat semua membicarakan tentang pesta malam ini aku hanya terdiam karena kegalauan perasaanku tidak menentu ke mana rasanya dadaku penuh membendung rasa cemburuku .
sampai saat aku tidur aku pun memimpikan kejadian tadi gimana ini harus bagaimana aku bersikap ,lalu Bu Riska masuk ke kamarku dan memberitahuku sambil memeluk ku
__ADS_1
nduk dengar cinta tak harus memiliki aku bisa mencari cinta ku sendiri agar bisa menghapus perasaan ku ini .