
jawaban Kharis menunjukkan setuju walaupun belum ada kata setuju keluar dari mulut nya ,ku harus kuat ku yakin aku bisa menghadapi semua ini .
tekad ku untuk menghapus perasaan ini semakin kuat kala aku tanpa sengaja mendengar percakapan mereka lewat hp di situ sesekali ku lihat dari kejauhan Kharis tersenyum dan lama sekali ngobrolnya sampai tak sadar kalau sudah larut malam .
di saat itulah ku yakin dia bukan untukku ,ku masuk kamar seperti biasa ku nasehati diriku sendiri kalau memang dia bukan untukku lagian aku bukan siapa -siapa yang pantas bersanding dengannya .
hampir setiap hari hal yang sama terulang sampai rasanya hatiku terkikis setiap harinya ,hidup di rumah ini rasanya seperti tak ada hari yang istimewa rasanya hambar seperti makanan tanpa garam ,mengalir seperti air .
ku selalu berdoa agar ku cepat dapat pengganti di hatiku yang mampu mengisi kekosongan di dalam hatiku ,entah sampai kapan semua ini akan terjadi hidup tanpa warna hanya bertemu pagi malam yang selalu datang silih berganti.
hari ini hari yang berbeda suasananya sama perasaan nya sama ,pagi berangkat lalu sore pulang ,ku naik taksi saat di perjalanan ada kejadian apa ini kenapa orang -orang berkerumun ku penasaran ku tanya warga yang melintas di dekatku .
__ADS_1
"maaf ini ada apa ya kok ramai sekali banyak orang berkerumun "tanyaku .
"oh ini nak ada pemuda terjatuh dari sepeda motor ,tapi sudah di bawa ke rumah sakit tidak parah sih namun belum bisa ditanya alamatnya karena dia tidak bawa KTP atau apapun tentang identitasnya ".jawab bapak itu dengan sangat detail hingga ku tak perlu bertanya lagi .
lalu pak sopir mulai berjalan agak pelan ku lihat TKP sekilas ku lihat seperti kenal motor itu ku ingat-ingat di mana ya lalu ku ambil hp ku foto motor itu siapa tahu aku bisa mengingat nya.
sepanjang perjalanan ku lihat foto itu berusaha mengingatnya ku langsung berteriak kecil sambil ku goyangkan hp ku .
"oh ya pak aku baru ingat itu motor temanku kira -kita di mana ya pak rumah sakit tempat dia bawa tadi ".tanyaku ku ingin di antar ke sana .
lalu BPK itu bertanya pada orang yang lewat lalu ku di antar ke rumah sakit itu ,dengan perasaan cemas campur aduk berdebar dadaku saat berjalan menuju ruang resepsionis lalu ku tanya tentang orang yang ku kira itu Reza karena itu motornya saat berkunjung ke rumahku dulu .
__ADS_1
petugas di sana memberitahuku kamar pemuda itu ,ku bergegas menuju ke sana ,sesampainya di depan pintu kamar ku lihat beberapa dokter sedang melakukan perawatan lalu ku tanya suster yang baru keluar dari kamar itu .
"maaf bagaimana apa dia parah lalu apa sudah bisa di kenali identitasnya ".tanyaku
"mbak ini siapa pasien keadaannya sudah tertangani ada luka yang harus di jahit di pelipis alis dan tangan tapi tidak apa -apa kok,dan kalau identitasnya kami belum tahu karena yang menanggung pengobatan pun sudah ada ".
jawab suster itu sambil menunjuk kan arah orang yang menanggung biayanya .
ku berbalik melihat orang itu ternyata itu pak Andi ku berjalan menghampiri beliau .
"bapak bagaimana bisa di sini lalu siapa yang terjatuh tadi kok bapak harus menanggungnya ".pertanyaan ku
__ADS_1
"oh itu pemuda jatuh sendiri saat mau melintas di pertigaan dan saya tidak kenal hanya kasihan karena dia butuh perawatan segera ,lalu kenapa kamu di sini ".tanya balik pak Andi.