Kekuatan Hati Wanita

Kekuatan Hati Wanita
sarapan


__ADS_3

setelah selesai berkumpul dan bercanda bersama dan malam pun cepat sekali tak terasa sudah hampir jam 24.00 wib kami pun kembali ke kamar masing -masing .


Radit pangeran yang tampan itu sudah tidur pulas di atas kasur lantai lalu pak Andi menggendongnya ke kamar di iringi dengan Bu Riska di belakangnya ,sebelum Bu Riska ke kamar beliau menawarkan diri untuk membantuku pergi ke atas.


tapi tidak usah lah malah merepotkan nanti ,biar ku belajar sendiri saja .


ku bangun dari dudukku dengan susah payah aku berdiri lalu ku ayunkan kaki setapak demi setapak ku belajar mandiri .


dari jarak yang tidak terlalu jauh Kharis memperhatikan aku seperti siaga bila ada apa-apa .mungkinkah.....?.


berbagai spekulasi dalam pikiranku namun ku coba terus untuk melangkah hingga di tengah tangga kakiku ini seperti sudah tidak kuat lagi ku hentikan sejenak langkahku ku tarik nafasku dan ku pejamkan mataku supaya berkurang rasa letih ku.


tiba-tiba ku rasakan sentuhan tangan hangat di pundak ku lalu ku buka mataku dan yang benar saja itu Kharis yang mencoba membantuku pergi ke kamar.

__ADS_1


sesampai di depan kamar ku lepaskan genggamanku tanpa satu katapun kami saling memandang ,ku akui ada getar dalam hatiku saat berada di dekatnya namun kembali lagi ku ingat siapa aku ,dan siapa dia .


dalam lamunanku tiba-tiba ada bisikan di telingaku yang mengatakan .


"hati-hati jaga dirimu panggil aku bila butuh bantuanku ".


setelah dia bisikkan padaku kata itu seketika itu juga dia pergi ke kamarnya ku tutup pintu ku dan kulihat dari jendela kamar yang ukuran nya hanya sejengkal.


jujur ku bahagia saat dia bisik kan kata itu di telingaku tapi seketika itu juga aku sadar dengan statusku .


walaupun baru TK tapi kecerdasannya sudah terlihat sejak dini ,setiap ada sesuatu yang baru dia pasti tanggap dan mudah mengerti sesuatu yang di jelaskan .


"pagi semua", sapa pak Andi yang baru hadir di meja makan yang kebetulan kami semua sudah menanti beliau

__ADS_1


"pagi ayah mari duduk dan langsung makan aku sudah lapar yah".jawab si kecil Radit


kami semua tertawa mendengar perkataan si Radit ,lucunya kejujuran dan keluguan anak ini


setelah kami selesai menyantap sarapan lalu kami berangkat dengan aktifitas kami ,kadang ku bosan dengan suasana yang seperti ini tak pernah ada waktu yang panjang untuk kami berkumpul bersama.


Dalam perjalanan ku ke kampus sering berangkat bareng pak Andi dan si kecil Radit tapi kali ini Kharis entak kenapa juga bareng sama kami ,mungkinkah.... anganku pasti ke mana -mana .


selang lima belas menit kamu tiba di sekolah Radit lalu pak Andi mengantarku dan Kharis .


perjalanan dari rumah kurang lebih dua puluh lima menit tidak terlalu jauh sih tapi karena belum boleh berangkat sendiri jadi terpaksa selalu merepotkan pak Andi lagian beliau juga yang memaksa sambil memastikan keamanan ku .


sesampainya di depan kampus ku buka pintu mobil dan ku turun dengan wajah meringis agak sakit tapi biar ku paksakan agar terbiasa .

__ADS_1


"hai tunggu kok keburu ninggalin aku kamu emang ada agenda apa kok sampai terburu-buru".tanya Kharis


"oh nggak ku cuma ini mau ngelatih otot kakiku saja biar terbiasa ".jawabku padahal dalam hatiku aku kaku bingung mau ngomong apa .


__ADS_2