Kekuatan Hati Wanita

Kekuatan Hati Wanita
Bab 2,adopsi zainab


__ADS_3

Kisah gadis desa yg bekerja keras mencari nafkah untuk keperluan sekolahnya sendiri walaupun dia punya orang tua tapi tak pernah ia rasakan kasih sayang keduanya itu mungkin karena kesibukan orang tuanya yang menuntut untuk mementingkan pekerjaan dari pada anak-anaknya


Namaku Zainab aku di besarkan di keluarga yang kurang mampu setiap hari kami harus banting tulang demi untuk memenuhi kebutuhan hidup


Setiap hari kerjaku berdagang gorengan ,pagi ku berangkat sekolah dan sorenya aku jualan berkeliling desa ,pundi-pundi rupiah yg aku kumpulkan untuk membeli perlengkapan sekolahku


aku berkeliling mulai pukul 15.00 wib sampai dagangan ku habis ini


" gorengan- gorengan beli siapa mau mari -mari "


Kutawarkan dagangan ku ,hari -hari berjalan seperti itu,pada suatu ketika tanpa sengaja ku tumpahkan semua dagangan ku ,ku takut pasti di marahi ibu lalu ku pergi berlari ke rumah nenek yang ke betulan jarak nya tidak terlalu jauh


"Nek boleh kah aku menginap di sini "lirihku


"boleh nduk ada apa too kok tumben mau nginap sini"tanya nenek ku


Aku pun bercerita kejadian yang sebenarnya pada nenek ,lalu beliau tersenyum sambil mengusap kepala ku,memang dari nenek ku saja lah aku bisa merasa kan kasih sayang


Waktu yang tadi nya cerah sekarang berganti gelap itu berarti sudah malam,semua keluargaku mencari ku mulai dari bapak,ibu,dan saudaraku


Entah mereka tahu dari mana kalau aku ada di rumah nenek sampai mereka menjemput ku Daan ku di ajak pulang


Dalam hati kecilku berkata


"ternyata sejahat dan sekeras-kerasnya orang tuaku pada ku masih ada kasih sayang kepada ku"


Aku anak umur 11 tahun yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ,saat ini belum paham betul arti antara mendidik di siplin dan mendidik dengan keras


waktu pun berlalu dengan cepat hingga sampai akhir masa belajarku di jenjang sekolah dasar


Ku bingung akan melanjutkan kemana setelah ini ,melihat kondisi ekonomi keluarga ku ,kalau hanya mengandalkan penghasilan jualan gorengan tak kan cukup ku rasa

__ADS_1


Di saat itulah tiba- tiba ada teman dari bibiku yang datang ke rumah namanya Bu munah ,beliau bercerita kalau dia sedang mencari asisten yang akan di tempatkan di toko miliknya


Mendengar percakapan mereka ku berani kan diri untuk melamar pekerjaan itu


"Mohon maaf Bu apakah aku bisa mendaftar di toko ibu kalau setelah pulang sekolah "dengan nada memelas ku


"apa bener kamu mau kalau begitu kebetulan sekali sekalian nanti biar kamu pulang pergi bareng putri ku saja"jawab ibu munah


Betapa senang nya hati ku akhir nya aku bisa melanjut kan sekolah tanpa harus membebani orang tua ku ,ku ayunkan langkah kaki ku menuju toko Bu munah sekalian ingin tahu lokasi nya


Di tengah perjalanan aku bertemu kawan ku namanya Linda


"Hai Lin "sapa ku ,dia bertanya mau kemana ?ku jawab ingin jalan -jalan aku tak katakan kalau aku mau melihat lokasi kerja ku besok ,karena bila ku beritahu yang ada dia malah mengasihani ku ,sedang aku tak suka di kasih ani


Setapak demi setapak ku langkah kan kaki ,Alhamdulillah akhir nya sampai juga lumayan jauh sih jarak nya dari rumah ku tapi nggak apa-apa demi masa depan ku


ke esokan hari nya aku berangkat ke toko Bu munah karena hari ini aku belum mulai masuk sekolah jadi seharian aku bisa belajar untuk melayani pembeli di toko pikir ku


Ternyata menjadi penjual itu tidak semudah yang aku bayangkan ,harus pintar-pintar menyembunyikan kan rasa lelah kita dari pembeli


Belum aku jawab tawaran seler itu tiba-tiba ,kring -kring -kring ada telpon yg masuk dan memberi tahukan bahwa pada saat ini Bu munah bersama suaminya mengalami kecelakaan


Aku terdiam mulutku terkunci tak bisa bilang apa-apa karena sangking kagetnya ,lalu berita itu ku sampaikan pada anak Bu munah sindy namanya


"Non Sindi yang sabar za tadi aku dapat telpon katanya Bu munah mengalami kecelakaan "non sindy pun menangis tak henti-henti


Lalu kami ke rumah sakit untuk menjenguk Bu munah ,beliau mengalami patah tulang yang mengakibat kan tidak bisa beraktifitas di toko


Kemudian setelah beliau sadar ,aku langsung di panggil nya ke ruangan ICU


"Zainab nduk maaf kalau aku ada salah tapi berhubung keadaan ibu seperti ini terpaksa toko ibu tutup dulu sampai benar - benar pulih" aku pun mengangguk menjawab keputusan itu ,walau dalam hatiku aku bingung ke mana lagi aku akan mencari pundi-pundi rupiah untuk membayar keperluan sekolah

__ADS_1


Ku termenung sendiri di pojok teras rumahku yang ukuranya hanya 4 kali 5 meter itu ,bayanganku berandai -andai jika aku tak bekerja lalu gimana kalau pun aku cari pekerjaan yang baru mungkinkah bisa karena waktuku bekerja hanya setengah hari sepulang sekolah saja


Suara adzan magrib sudah berkumandang lekas aku ambil air wudhu dan ku adukan semuanya pada penguasa alam semesta,


Dari ruang tamu orang tuaku memperhatikan ku sebenarnya dalam didikan mereka yang keras itu tanpa aku sadari telah membangun karakterku seorang gadis remaja yang sudah bisa dibilang tanggung jawab pada dirinya


"Nduk yang sabar ini ujian untukmu mungkin Alloh akan memberimu pekerjaan yang lebih layak lagi "ia Bu jawabku


Kadang ku merasa iri dengan kehidupan teman-teman sebayaku yang mana mereka bisa bermain bersantai tanpa memikirkan tanggungan biaya sekolah ,tapi aku tetap bersyukur walau bagaimana pun juga aku masih bisa merasakan bangku sekolah


Pada suatu ketika aku sedang merenung di taman tanpa aku sadari ada sepasang suami istri yang memperhatikan ku sedari tadi suami istri itu sedang mengajak bermain putranya bermain


Mereka pun menghampiriku sambil bertanya -tanya kegiatanku dan namaku


"Nama kamu siapa nak kok sendirian saja"


"Namaku Zainab"jawabku


Ibu itu pun memperkenalkan dirinya


"Kalau namaku Riska dan ini suamiku Andi dan itu anak kami Rangga"


Ibu itu menawariku makanan maupun minuman ,baik sekali mereka andaikan aku punya keluarga seperti ini mungkin ku akan bahagia sekali


Aku pun lalu di antar mereka sampai halaman rumahku ,lalu orang tua ku pun mem persilahkan mereka masuk ke dalam,basa-basi semua orang sampai dalam percakapan mereka ada namaku yg di sebut,ternyata orang tua menceritakan perjuanganku ingin sekolah


Sampai di ujung percakapan mereka semua ,ibu Riska pun punya inisiatif ingin mengangkat aku jadi anak ya ,orang tuaku pun minta waktu untuk berfikir dulu


Akhir nya persetujuan orang tuaku pun membawa ku pada masa depan yang lebih baik dari sekarang


Aku pun di daftarkan di sekolah favorit

__ADS_1


Terima kasih Bu Riska dan BPK Andi yang sudah menerima aku jadi sebagian dari keluarga kalian aku akan selalu ingat jasa - jasa kalian


Love you forever


__ADS_2