
malam hari cepat sekali berganti sinar matahari pagi ini agak redup tertutup butiran embun yang membuat tubuh dingin bila terpapar langsung.
Bu Riska menyuruhku memakai jaket atau sweater yang ada di lemari beliau karena Bu Riska kalau aku paling gak suka pakai jaket atau sweater jadi aku gak punya.
ku iyakan saja saran beliau kan ini memang dingin banget ,ku rasa hari ini ku bisa pergi ke Arya untuk berkunjung pada mamanya .
sudah beberapa hari ini ku tak mengunjungi beliau,tapi lagi lagi si Kharis mengajak ku barengan kalau begini kan aku tak bisa mampir ke Arya dulu ,gumam ku tapi tak apalah lain waktu saja .
"kenapa tak mau barengan kok mulutnya seperti ngedumel gitu,kalau gak mau gak papa kan ku bisa ngebut kalau ada kamu gak bisa ngebut".
ku langsung menatap tajam padanya saat dia bilang ngebut ,dia paling tahu kalau aku gak bisa lihat dia naik mobil cepat .
pak Andi dan Bu Riska hanya tersenyum melihat tingkah kami setiap hari .
"kalian ini seperti anak kucing ya sedikit berantem lalu akur gitu terus kerjanya ".sahut pak Andi sambil tersenyum pada kami .
udahlah aku mau saja dari pada nanti malah panjang urusannya kan aku sendiri yang keteteran mengerjakan tugas kampusku
kemudian aku pamit pada Bu Riska dan pak Andi karna kami berangkat duluan .
__ADS_1
sepanjang perjalanan kami saling diam seribu bahasa hingga tiba di depan butik besar yang ada di ujung jalan raya .
Kharis mengajakku turun mau ngapain juga tanyaku dia bilang sudahlah turun saja ikut aku kedalam yuk .
ku tak tahu maksud dia mengajakku ke sini lalu setelah sampai didalam aku di suruh memilih sweater yang pas dan cocok di aku .
ku kaget ngapain juga aku di suruh milih kan ***sebelum selesai hatiku bertanya dia langsung menarik tanganku supaya aku mencoba yang sudah dia pilih ada 5 buah sweater.
jujur selera dia tinggi dan bagus juga sebenarnya aku suka semuanya tapi aku kan malu mau ngomongnya .
ku coba satu persatu pilihan dia nomer 1 no 2 no 3 no 4 ok cuma aku suruh coba yang nomer 5 ,setelah selesai di coba dia tanya mana yang aku suka .
lalu di berikan pada kasir pilihanku nomer 5 tapi dia bawa ke Kasir juga yang nomer 4 ku kira yang nomer 4 mau dikasih ke Nafisa .
tapi setelah bayar dan kami masuk mobil ternyata semua untukku .
oh hatiku senang sekali baru kali ini dapat hadiah dari lelaki dan kebetulan idamanku 🥰🥰🥰🥰🥰.
ku tanya pada Kharis kenapa kok ku di belikan sweater
__ADS_1
dia bilang
" ini sudah mulai kemarau cuaca nya sangat dingin lagian yang kamu pakai itu milik Bu Riska kan menurut ku gak cocok di kamu terlalu tua motifnya ".
ku tersenyum dan berterima kasih padanya sebagai gantinya dia menyuruhku supaya selalu memakainya agar hangat .
oh so sweet banget pria yang kaku acuh tapi romantis juga .
"ok terima kasih ya lain kali kalau aku ada kesempatan akan ku traktir kamu candaku biar suasana gak kaku gini ."
ok
dia langsung melajukan mobilnya mengantarku dulu .
setiba di depan kampus kami jadi pusat perhatian karena setiap kali Kharis mengantarku dia tidak pernah turun baru hati ini Lo dia mau turun membukakan pintu mobilnya untuk ku.
siulan dan sorakan para gadis alay di kampus terdengar di telinga Kharis sontak itu membuat dia gr .
"nah lihatlah gadis cantik itu semua mereka menganggap ku seorang bintang cuma kamu saja yang buatku jadi tukang taksi."
__ADS_1
dia berlalu dan tertawa puas pergi .