
Setelah ku tahu kondisi mas reza yang saat ini bisa membuka matanya ,ku panggil perawat yang ada di lobby .
Sesegera mungkin perawat itu menghampiri ruangan mas reza dan dengan cekatan mereka memberi obat lewat infus nya .
Setelah perawat keluar mereka bilang boleh ada yang menjaga dari kami 2 orang saja .
akhirnya istri mas reza dan mama yang masuk setelah mama masuk beliau keluar lagi dan seperti mencari seseorang .
"ma.... Ada apa kok mama keluar lagi ada apa ma...."tanya ku .
"itu fajar mana fajar di mana dia ayahnya ingin melihat fajar "jawab mama.
Mendengar hal itu ku langsung mencari fajar yang telah aku suruh pergi ke kantin untuk memesan makanan ,karena dari tadi anak ku belum makan .
setelah sampai di kantin ku cari tempat duduk anak ku .
"naa....k fajar sudah makan ? Kalau sudah ayo ikut mama kembali ke ruang ayah ya .ayah ingin melihat fajar "bujuk ku .
"ia ma... ini fajar baru saja selesai ".
__ADS_1
Ku gandeng tangan putraku menuju ruangan ayahnya ,sesampai di depan pintu ku duduk dan ku arahkan putraku masuk .
selama setengah jam putraku di dalam hatiku sudah tak karuan campur aduk antara cemas dan bingung harus ngapain lagian sekarang posisiku bukan lagi istri mas reza ,ku hanya bisa menunggu dan berdo'a .
istri mas reza keluar dan aku di persilahkan masuk ,ku langkahkan kakiku mendekati mas reza ,sekilas ku tatap wajah yang dulu pernah mengisi hari hari ku wajah yang selalu aku pandang di kala akan tidurku dan bangunku .
Ku lihat wajah yang sayu lemas tak ber tenaga terbaring tak berdaya,ku mendekat dan semakin dekat hingga kakiku menyentuh kursi di samping mas reza .
ku duduk dan ku tatap tanpa kata dia pun juga menatapku penuh kata namun ku sedikit mengerti tentang perkataan dalam diamnya .
Lalu di raihnya tanganku dan di remasnya hingga ku menyadari ada tetesan air mata dari kelopaknya .
Mas reza hanya bisa menggeleng kan kepalanya karena keterbatasan nya bicara di dalam oksigen buatan yang membuat dia bisa bertahan .
Aku tak bisa menatap dia lagi karena semakin deras air mata ini hingga bicara pun aku sudah tejas lagi .
"mas yang kuat ya... Bertahan demi anak anak mereka masih sangat membutuhkan mu cepat lah sembuh ".
genggamannya semakin kuat dengan menganggukkan kepalanya dia menjawab .
__ADS_1
Ku keluar dari ruangan itu namun putraku tak mau beranjak dari samping ayahnya .
Tetesan air mata putraku membuat mas reza memejamkan matanya ,dia tak ingin melihat putranya menangis .
Mama lalu masuk menggantikan ku
Ku lihat istri mas reza sendiri di pojokan lobby ,ku hampiri dan sebisa mungkin ku hibur dia ,walau bagaimanapun juga dia istri mas reza ibu dari anak mas reza sama seperti aku .
ku duduk di sampingnya dan tiba tiba dia memelukku dan menangis di pundakku ,membuktikan kalau dia saat ini sedang rapuh .
Anak yang masih kecil di gendongannya pun aku ambil dan ku biarkan dia menangis sepuasnya ,paling tidak itu bisa meredakan perasaannya .
"yang kuat harus kuat demi anak mu ".
"ia mbak terima kasih atas doa dan dukungannya ".
Ayo kakak dukung aku yang
baru belajar ya makasih💗💗💗
__ADS_1