
ku berangkat agak siang sengaja agar supaya aku bisa meluangkan waktuku di rumah ini karena semakin hari semakin cepat ku pergi dari sini ,ku tatap setiap sudut ruang ku perhatikan dan ku ingat kenangan di setiap ruang .
betapa semakin berat ku melangkah ,di rumah ini aku bisa mendapat kan segalanya kasih sayang perhatian dan juga pendidikan .
dalam lubuk hatiku yang paling dalam ku tanam kan cinta untuk keluargaku ini .
hari semakin siang ku mulai berkemas dan berangkat dan seperti biasa Bu Riska titip salam buat ibu dan bapak di kampung .
sekitar satu jam perjalananku hari ini ,akhirnya sampai juga di tanah kelahiran ku .
ku langkahkan kakiku menuju pintu saat ku ketok pintu kok tak ada sahutan .
"assalamu'alaikum Buk .....buk.... bapak .. kok sepi di mana kalian "penasaranku .
ku mencari mereka berdua di ladang dekat rumah tapi tak ada lalu ku cari di rumah tetangga sekitar namun tidak ada capek ku mencari akhirnya ku duduk di bawah pohon rindang .
ku bertemu dengan teman kecilku Bayu namanya dan dia memberi tahuku bahwa dia baru saja melihat orang tuaku di pasar .
sambil menunggu beliau ku bercengkerama dengan bayu sebentar ,kami menceritakan hal yang kami lalui dulu .
__ADS_1
waktu kecil ku sangat tomboi dan juga sok jagoan ,ah aku jadi malu ternyata dulu aku seperti lelaki sifatnya suka berkelahi karena kebetulan Bayu salah satu korban pukulan ku hingga dia tak mau lagi berangkat sekolah hingga akhirnya ku di suruh minta maaf dan berjanji tak akan mengulangi lagi hal ini .dengan keadaan kaki di angkat satu dan telinga di jewer .
kami tertawa lepas di sana ,lalu dia tanya benar tidaknya acara pernikahanku dengan Reza .
lalu ku jawab ia dan tidak lupa aku beri dia undangan ,sekalian reunian.
dia bergegas pergi membeli sesuatu di toko dekat rumahku .
dan selang beberapa waktu orang tuaku pulang .
"assalamu'alaikum ibu bapak sudah pulang ",sambil ku cium telapak tangan beliau .
"dereng Bu baru saja ".
pintu di buka ku langsung masuk dan ku menuju kamarku karena sedari tadi ku sudah menahan ingin ke kamar mandi .
setelah itu ibu dan bapak mengajakku bicara di ruang tamu mereka bertanya kepadaku tentang syarat syarat pernikahanku besok .
mahar apa yang aku minta baju apa yang aku pakai hingga riasan dan dekorasi dan semuanya mereka menyuruhku untuk memilih sendiri .
__ADS_1
dan mengenai mahar apa yang aku inginkan itu permintaan dari keluarga Reza .
dan kebetulan Reza sering bercanda masalah mahar kepadaku melalui telfon .
"buk bapak Kulo nderek mawon ".jawabku
mendengar jawaban ku ibu tersenyum dan memelukku tanpa mengatakan apapun .
tapi ku tahu makna semua nya ku jadi ikut tersentuh dengan sikap beliau .
ibuku sifatnya pendiam beliau selalu mendahulukan perasaan tanpa banyak bicara .
itu sebabnya setiap kali aku dalam masalah beliau selalu menyelesaikan dengan damai tanpa pertengkaran .
ku jadi ingat waktu ku kecil dulu beliau selalu mengajakku ke ladang sepulang ku sekolah namun di saat beliau sibuk pagi pagi sekali beliau menyiapkan peralatan ku sekolah hingga nanti aku pulang pun beliau selalu menyiapkan makan ku bajuku di teras rumah di taruh di atas kursi kayu di tutup dengan topi besar terbuat dari anyaman rotan .
selalu seperti itu ibuku tak pernah membiarkan ku kekurangan walau pun dalam keadaan sulit sekalipun .
Ayo kakak dukung aku yang baru belajar ya makasih💗💗💗
__ADS_1