
setelah kharis selesai memesan makanan lalu dia langsung melajukan mobilnya membawaku berkeliling kota ,kami mengunjungi museum dan tempat yang asri yang ada di sini .
ternyata asyik juga Kharis orangnya beda dengan Kharis yang ku kenal saat serius di rumah lama juga kami jalan jalan hingga tak terasa hari semakin sore kamipun berniat pulang .
kami balik arah ke jalan tadi sekalian mengambil pesanan makanan di depan restoran ku turun dan langsung masuk ke dalam tapi di saat aku menanti petugas restoran ku duduk di ujung meja ku tatap kiri kanan ku sambil ku nikmati hiasan alunan lagu dan suasana di sana sampai ku lihat orang yang tidak asing bagiku tapi ku lupa siapa dia ,ku terus memperhatikan wanita itu dan sepertinya dia sedang menunggu seseorang karena sesekali dia melihat handphone.
Ku tatap lebih dekat sepertinya dia tidak asing bagiku, ku coba lebih dekat sampai akhirnya dia menoleh ke arahku aku terkejut .
hah itukan Nafisa kenapa dia di sini "penuh tanya dalam benakku hingga ku lihat lelaki yang baru saja datang dan menghampirinya pria itu memegang tangannya dan mencium pergelangan tangan Nafisa .
siapa sebenarnya lelaki ini kenapa terlihat akrap sekali dengan Nafisa ",,,,penuh tanya dalam hatiku ku sedikit mendekat tapi percuma karena jaraknya terlalu jauh dan di tempat terbuka ya udah sambil menunggu makanan di kemas ku amati saja dari sini.
untung saja Nafisa tidak memperhatikan ku jadi aman deh saat pandanganku sedang fokus tiba " petugas restoran menyodorkan pesanku .ku terkejut dan hampir saja tak bisa mengontrol bibirku untuk teriak .
__ADS_1
hah aman gak sampai menjerit untungnya lalu ku bergegas masuk mobil diiringi debaran jantungku yang kencang lalu Kharis bertanya padaku .
"ada apa kamu kenapa kok nafasnya gak beraturan seperti habis lihat hantu saja "ledeknya dengan sedikit tertawa
"ah kamu mana mungkin masih sore ada hantu kalau ada nanti dong malam hari di kamarmu ,hihihi ,,, "
"apa kamarku emang ada hantu apa "
"hah kamu "dia hampir mencubit pipiku karena marah tapi berhenti saat ku cerita apa yang aku lihat barusan .
dan yang aku bingung tuh responnya dia biasa aja gitu cuma jawab oh oh oh apa ini aku kok jadi penasaran apa tak ada perasaan cemburu sedikit pun pada Nafisa kok mukanya datar aja banyak pertanyaan dalam benakku .
sekitar beberapa menit kami sampai di halaman dan ku melangkah keluar Kharis membuka pintu belakang mengambil makanan tadi ku berjalan ke dalam tapi saat ku baru melangkah tangan Kharis menghentikan ku ,sontak ku terkejut dan ku berbalik arah memandang nya ada apa Hem sambil ku ku angkat alis dan mata ku lalu dia bilang
__ADS_1
apa aku harus cemburu bila sahabatku berdua dengan kekasihnya lalu ku kerut kan dahi ku timbul pertanyaan lain dalam hatiku .
apa sahabat benarkah itu suara hatiku terdeteksi oleh senyum kecil di bibirku lalu Kharis berlalu sambil melempar senyuman menggoda .
ah ku gelengkan kepala ku agar tak terbawa lamunanku
sesampai di dalam senyum itu lagi yang Kharis tunjukkan apa jangan " dia sudah bisa membaca perasanku waduh bahaya ini .
lalu ku menatap tajam pada Kharis sambil ku lontarkan candaan padanya untuk menutupi rasa Maluku
"aduh kasian deh ada yang cemburu nieh "ejekku
dan kharispun langsung memasang wajah sedikit kesal dari situlah aku bisa tahu bahwa sebenarnya antara Nafisa dan Kharis murni sebuah sahabat wah senang hatiku .
__ADS_1