Kekuatan Hati Wanita

Kekuatan Hati Wanita
Radit manja


__ADS_3

"hai apa kabar gimana dengan suamimu dia baik kan ? kalau ada masalah bilang ke aku langsung habis dia ".


huh sok jagoan tingkahnya seribu pertanyaan dari Kharis hanya aku balas senyum di bibirku ,dia malah semakin kesal ku tinggal saja dia pergi tapi tangannya itu Lo jahil masak aku di lempar pakai buah rambutan ya sakit lah .


"auch sakit tahu awas ya kamu " ku kejar dia ku raih sapu yang ada di teras ku pukul niatku tapi Bu Riska muncul tiba tiba dan menggeleng kan kepala .


kalian ini baru saja bertemu sudah mulai bertarung memang kalian tidak saling rindu apa .


"rindu "rindu " kami berdua menjawab bersamaan ku terdiam sebentar sambil mencermati ucapan ku yang keluar spontan itu .


Kharis pun sama , Bu Riska yang memandang kami hanya tersenyum .


"ayo sekarang masuk cuci tangan lalu makan siang bersama kebetulan ibu masak sayur asem ,sambel teri tadi .


Hem dari namanya saja aku sudah tak sabar ingin segera menikmatinya .


Radit memelukku dan menempel terus wah hari ini aku di suapi kak Zain ya ma..aku kangen makan bareng kakak.


Halah manja nya ... dengan kak Kharis gak mau ini biasanya makan bareng aku kan .


"tidak ah ... kak Kharis kalau nyuapi gak enak kasar ".

__ADS_1


hih Radit awas ya kalau kak Zain sudah kembali pulang nanti aku gak mau makan bareng lagi .


hehehehe... tertawa Radit meledek Kharis .


lalu ku mulai menyuapi Radit dengan lahap dia makan ,di habiskan sayang biar semakin besar dan kuat .


setelah Radit tinggal aku makan bareng dengan Bu Riska dan Kharis .


sepertinya enak ini ku ambil sayur asem banyaaaak banget dan yang lain hanya melihatku terheran .


"apa kamu kelaparan di sana hingga segitunya ambil makan ,awas perutnya buncit nanti hehehe...."


ku tak menghiraukan perkataan Kharis ku tetap menikmati sayur asem ini.


"injih Bu Ku juga heran kenapa ya setiap lihat yang asem rasanya nambah terus".


"apa kamu belum periksa ada apa sebenarnya "


"belum Bu nanti saja kalau pulang dari sini periksa bareng mas Reza ".


"mungkin kamu sedang hamil nduk ,semoga saja benar ya amiin "

__ADS_1


"uhuck ... Kharis langsung tersedak mendengar Bu Riska ".


ku Amini ucapan beliau lagi pula ku sudah kepingin punya anak dari hasil pernikahanku dengan Reza .


jujur awal nya ku ragu saat menikah dengan Reza tapi lama kelamaan aku jadi cinta padanya .


cinta tumbuh dengan berjalannya waktu dan semoga buah cinta kami segera hadir amin.


setelah selesai ku bersihkan bekas makanan nya namun saat ku kembali menuju meja makan untuk membersihkan Bu Riska melarangku .


ku di suruh duduk saja takutnya aku kecapean ,Kharis tersenyum sinis padaku .


"dasar manja coba sekarang kejar aku kalau berani ".


ku lempar bantal sofa ke arahnya dia menghindar sambil tertawa.


awas aja nanti kalau aku sudah bisa membalas hih ku cubit kamu ,Radit mendengar .


"kak Zain kenapa apa Radit bisa membantu kakak memberi pelajaran kak Kharis ".


"hah masak aku lawan anak kecil ya enggak lah ,mending aku ke kamar melihat laporan sekretarisku aja ".

__ADS_1


memang hari ini dia gak ngantor katanya bosan di kantor hanya kertas dan laptop yang dia pandang kasihan aku sebenarnya padanya .


ayo kakak jangan lupa tinggalkan like ya agar aku semakin semangat lagi πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2