Kekuatan Hati Wanita

Kekuatan Hati Wanita
telfon malam


__ADS_3

hari hari yang kami lalui tidak seperti pertama kali kami menikah sekarang jauh sekali di katakan romantis .


ku terkadang merasa rindu dengan candaannya ,belaiannya,cinta dan kasih sayangnya.


ku sadar kalau sekarang ku bukan lagi aku yang dulu badanku penampilanku mungkin sudah tak semenarik yang dulu rasanya ku ingin menjerit dan mengutarakan isi hatiku .


" hai ..............iii ini aku ,aku yang dulu kamu manjakan kamu sayang ,ini aku yang sama seperti dulu kenapa dan ada apa dengan mu suamiku ".


pertanyaan dalam hati ku semakin berat setiap harinya ,hari ini contohnya mas Reza pulang telat sampai larut malam ku telfon katanya meeting .


tapi masak iya meeting sampai selarut ini sekarang timbul rasa was was dalam hatiku tatkala dia pulang dalam keadaan lelah ,lemas tak berdaya.


dia pulang langsung berbaring di sofa tengah .


"mas apa mau ku ambilkan makan atau apa gitu yang kau butuhkan ".


"tidak aku sudah makan tadi aku lelah aku ingin istirahat saja ,ini saja aku belum sempat sholat isya' tadi ".


jawabannya itu seperti memberi isyarat kalau dia sudah tidak butuh aku lagi ,padahal perutku sudah sakit keroncongan belum makan menunggu dia pulang tapi ternyata dia malah sudah makan di luar .


ku permisi ke ruang makan dan ku ambil nasi serta lauk ku makan sendiri dengan perasaan sakit hati .

__ADS_1


tanpa ku sengaja sendokku jatuh .


"kling ............Ng ".


suara sendok itu membuat mas Reza bangun dan memperhatikan ku dia langsung menghampiriku dan bertanya padaku .


"Lo kamu makan memangnya tadi kamu tidak makan nungguin aku ya ".


dia bertanya dengan mengusap rambutku .


"lain kali kamu gak usah nungguin aku pulang ,makan saja dulu kasihan kan anak kita kalau ingin asi tapi ASI-nya gak keluar akibat kelaparan ".


ku hadapkan kepalaku ke atas sembari melihat mas Reza yang berdiri di belakangku .


lalu dia duduk di sebelahku sambil menikmati cemilan kacang goreng di meja makan.


cara dia memandangku seperti banyak menanggung beban .


"maafkan mas ya tadi ...."


belum selesai ngomong tiba tiba ada telfon melihat itu aku sangat marah namun ku diamkan saja.

__ADS_1


ku teruskan saja makan ku dengar sesekali mas Reza menyebut panggilan dia Nia dalam telfon .


ku pura pura cuek padahal dalam hatiku sangat sakit .


terkadang ku bertanya pada takdirku


"apakah pernikahan ini sebuah perjalananku bukan pelabuhanku apakah hubunganku dengan mas Reza harus kandas sekarang ,lalu bagaimana dengan anak kami bagaimana nasibnya nanti ".


ku berlalu dan masuk kamar ku tenangkan hatiku ,seandainya saja kamu masih tinggal bersama orang tuaku mungkin mereka tahu kejadian ini .


kami memang mulai hidup mandiri 2 bulan ini kami ngontrak di desa sebelah ,hidup mandiri mungkin memang lebih baik dari pada orang tua ku tahu keadaan ku sekarang mereka malah jadi beban pikiran .


perjalanan rumah tanggaku semua ku serahkan pada tuhan saja biar kan kami menjalani ,dalam hatiku ku tegaskan kalau semua di bumi tak kan abadi .


cinta ,sayang ,kesetiaan bahkan pernikahan .


ku memang belum cukup dewasa namun ku tahu yang harus di lakukan saat ini .


ku coba menenangkan diri dan ku usahakan bersikap biasa saja terhadap mas Reza ,lagian aku belum tahu benar kejadian yang sebenarnya .


*****"

__ADS_1


Ayo kakak dukung aku yang baru belajar ya makasih💗💗💗


__ADS_2