
di sepanjang perjalanan pulang ku interogasi pemuda ini sedekat apa hubungan mereka berdua tanpa malu -malu Arya pun menceritakannya padaku .
memang sohib ku ini yang paling sering buat aku ketawa ,dia juga minta agar aku seharusnya cari pacar biar gak kesepian .
omongan Arya ini sontak bikin aku gemes dan langsung mencubitnya .
"ah ao sakit Zain ".
makanya kalau ngomong tuh di pikir dulu sewotnya aku .
dia malah tertawa kegirangan lihat aku ngambek .
"tenang Zain nanti kalau aku di kantor aku coba Carikan yang pas untuk mu gimana ,,ok".
untuk membuat pemuda ini diam ku iyakan saja perkataannya ,sudah lah sudah puas menggodaku kini gantian kamu yang harus cari pacar juga biar sekalian nanti nikahnya kan irit biaya hehehe...
"ah kamu mana mungkin ada gadis yang mau sama aku "
"tenang Arya nanti ku antar ke salon temen ku biar kamu kelihatan agak cakep dikit".
__ADS_1
"hah dikit emang aku gak ganteng ya kok cuma dikit hehehe..".
sudah lah setelah sampai di depan rumah ku turun dan Arya pun berlalu pulang.
seperti biasa hari -hariku di rumah aktifitas ku lagi namun aku jalani semua ini dengan senang hati tak ada rasa ngeluh karena memang ini tugas aku yang minta sendiri.
Bu Riska pun datang membantuku dan aku tahu tujuan beliau ingin tahu keadaan ku karena beliau menganggap ku anaknya sendiri.
Bu Riska mulai bertanya tentang siapa Arya bagaimana dengan dia ,sebenarnya beliau pernah bertanya soal ini tapi mungkin karena beliau kurang yakin jadi bertanya lagi padaku.
ku katakan kalau antara kami memang bersahabat tapi tak lebih itu dan ku ceritakan bagai mana kehidupannya .
setelah mendengar penjelasan dariku Bu Riska bisa menyimpulkan kalau anak ini baik bahkan terbilang dewasa sebelum waktunya.
tapi terkecuali Kharis Lo ini dia juga mandiri , Bu Riska mengatakan ini dengan memandang ku sesekali ada apa ini kok aku jadi kaku ya .
ah sudahlah semua telah beres tinggal menunggu yang lain .
Bu Riska mengajakku menyiapkan ke ruang keluarga supaya kamu bisa saling sharing kegiatan hari ini.
__ADS_1
di malam hari suasana hangat sekali mungkin karena ini musim kemarau di sela kami sharing pak Andi bilang kalau Arya itu sangat rajin pujian pun tertuju pada Arya pekerjaan nya sudah di bilang hampir sempurna .
mendengar kata pak Andi ini ku sekilas tersenyum sambil sekilas menatap Kharis.
ada yang aneh raut wajah Kharis sepertinya dia tersenyum tapi terpaksa ah jangan jangan dia cemburu.
untuk menghibur nya ku katakan saja yang di bilang Bu Riska tadi padaku .
"oh ya pak benarkah hebat dong dia sudah mulai adaptasi dengan kantornya ,lagian bukan Arya saja yang hebat di sini juga ada pemuda hebat yang penuh tanggung jawab siapa lagi kalau bukan Kharis."
seketika itu dia menatapku seperti kaget kok aku memujinya padahal ini aku lakukan supaya dia bisa tersenyum ,kalau tersenyum kan manis lihatnya.
"kok bisa aku ".mengelak nya tapi ada senyuman manis di bibirnya
"ia kata Bu Riska kamu adalah salah satu pemuda mandiri yang hebat".
oooooooo
Bu Riska tersenyum melihat kejadian ini beliau sudah menduga kalau aku sebenarnya punya hati pada Kharis cuma beliau hanya bisa mendorongku lebih baik lagi supaya aku pantas menjadi pendamping Arya yang akan di hormati karena karyaku bukan menjadi pendamping Arya yang di remehkan.
__ADS_1
ππππππ Bu Riska
Ayo kakak dukung aku yang baru belajar ya makasihπππ