Kekuatan Hati Wanita

Kekuatan Hati Wanita
Radit main


__ADS_3

"Aduh kalau ngomong tuh pakai bahasa Indonesia saja biar aku ngerti ,jadinya nggak malu gini ."


"ia nanti aku ajari sedikit demi sedikit biar kamu ngerti".


"ok".


mendengar Kharis semuanya tertawa ,ternyata orang se jenius Kharis bahasa Jawa saja belum juga paham sedikit pun .


"oh ya Zain nanti jangan lupa temannya di kabari biar langsung saya proses".pak Andi mengingatkan lagi


"ia pak ".


setelah makan dan ku bereskan semua dari meja langsung ku cari hp dan ku hubungi Arya.


"Tut Tut Tut akhirnya setelah cukup lama hp berdering akhirnya di angkat juga.


"hai Zain ada apa kok tumben telfon jam segini kenapa nih".


"ah kamu sudah betapa panggilan ini 20 kali ada mungkin kemana sih kamu kok lama bener angkatnya."


"sudah ngambeknya aku tadi baru dari kamar ayah beliau mau bicara 4 mata sih".


"oh kirain kok 4 mata memang mamamu ke mana kalau sama mama kamu berarti 6 mata hehehe".


"hai dasar anak ini,kenapa ini tumben".

__ADS_1


"oh ini tadi pak Andi memberitahuku kalau di kantornya membutuhkan karyawan di bagian otomotif


apa kami mau ,kalau mau nanti ku bilang pak Andi ".


"oh gitu coba ku pikir dulu ya nanti malam aku kabari lagi ,ok".


"ok deh".


setelah kami bicara cukup lama di hp Kharis pun menegurku ,dengan pandangan dia mengingatkan sudah waktunya mengajak Radit main .


ok sudah dulu telfon nya nanti malam aja di sambung lagi semoga Arya mau biar beban dia tidak terlalu berat .


aku kasihan melihat Arya andai saja aku bisa membantunya mungkin akan aku lakukan .


mungkin ini Lo yang namanya cinta buta sudah jelas-jelas di sakiti masih saja membuka hati.


kapan ya ,besok saja kali aku menemui mama Arya mungkin ceritanya boleh di buat skripsi ku masalah rumah tangga.


oh ya tadi Kharis menyuruhku mengajak Radit main ,ah cepet aku ke sana kalau tidak wah bisa bahaya nih pasti di ceramahi aku.


ku bergegas ambil mainan Radit dan langsung gabung dengan Radit dan juga ada Kharis lagi.


oh kenapa ya orang ini kok gak sembuh -sembuh biar keluar dari rumah walau sebentar .


jadinya aku tidak akan merasa repot seperti ini .

__ADS_1


"gimana sudah bicara dengan temanmu itu " tanya Kharis.


"oh sudah dan malah dia mau pikirin dulu tawaran aku ini,semoga saja dia mau terima ."


"loh kok kamu semangat sekali memangnya dia tidak ke kampus kok mau ambil tawaran ini,"


"ah dia lagi break dulu karena ayah nya sakit jadi harus bekerja jadi tulang punggung ".


mendengar itu Kharis langsung kaget kok bisa dia anak orang kaya kan dia anak tunggal kan seharusnya dia bisa meneruskan usaha ayahnya".


mendengar berbagai pertanyaan dari Kharis aku bingung harus jawab apa.


"ah sudah lah jangan terlalu di pikirkan lagian Arya santai kok menanggapinya".


hebat sekali pria ini bisa mandiri walau mulai dari nol lagi .


Radit mau main apa ya kan ada temannya dua lagi gimana kalau main kuda-kudaan saja biar kak Kharis yang jadi kudanya .


"mau aku mau kak kalau yang jadi kudanya kak Kharis pasti seru kan dia gak bisa merangkak hahaha,"tawa lepas Radit


"dasar anak kecil ini ayo kakak gendong kita buktikan".


"ayo hore Jak Zainab yang bawa tali buat mukul kak Kharis kalau dia berhenti".


"ok aku semangat sekali kalau masalah memukul".

__ADS_1


__ADS_2