
akhirnya sampai juga di tempat kerja Arya sekarang saatnya berpisah disini .
"udah dulu ya tuan putri aku mau kerja dulu untuk masa depan kita hehhhe".
"apa masa depan kita ,ngaco aja kalau ngomong ah sudah lah bay selamat bekerja ".
ku lambaikan tanganku pada Arya anak ini memang super gokil di saat seperti ini masih saja dia bisa bercanda .
rencana ku besok saja sepulang dari kampus aku mampir ke rumah Arya untuk bertemu mamanya lagian aku sudah tahu yang mana mamanya.
orangnya sangat anggun dan cantik kok bisa ya ayahnya mendua apa memang sikap lelaki itu seperti itu selalu tidak puas dengan yang di milikinya belum tentu yang lain itu lebih cantik .
masalah Arya akhir -akhir ini memang mengganggu pikiranku ,tapi bagai mana pun juga aku tetap mendukung mu Arya .
waktu cepat sekali hari ini saatnya ku pulang ,naik taksi saja kan yang jemput lagi sakit .
selang beberapa waktu aku sampai di gerbang dan ku masuk baru ku langkahkan kakiku ke dalam ada tatapan pria yang membuatku salah tingkah .
siapa lagi kalau bukan Kharis ,ah lelaki ini memang susah di tebak perilakunya kadang kayak anak kecil kadang kayak orang dewasa.
aduh capek deh .
.
"baru pulang ,naik apa ,gimana jalannya macet?
__ADS_1
berbagai pertanyaan di ajukan padaku .
"loh lama -lama kok kayak wanita saja ya kamu ,cerewet".
"tanya malah jawabnya gak jelas dasar ".
ku jawab saja dengan tertawa nyengir dan dia pun tertawa lepas melihatnya .
Bu Riska yang tahu hal itu menegur kami berdua ,katanya masak kayak tikus dan kucing saja tidak bisa akur.
ku langkahkan kakiku untuk ke kamar habis itu ikut Bu Riska menyiap kan makanan di dapur .
setelah selesai sambil menunggu pak Andi datang ku duduk dekat teras sambil lihat si kecil Radit main di kolam ikan.
dan tanpa sengaja mulut ku bertanya pada Kharis
"oh ya kok lama juga ya aku tak pernah bertemu atau mendengar kabar tentang gadis cantik Nafisa itu,".
Kharis menoleh ke arah ku seakan itu menjadi hal yang mengejutkan baginya .
"oh Nafisa anak itu sudah berbahagia dengan pacarnya mungkin sekarang ,"
"loh bukan nya kamu pacarnya".
"aku pacarnya,nggak lah aku cuma sahabatnya saja ,kenapa kok tumben nanyain Nafisa".
__ADS_1
"ah nggak ku pikir dia pacar kamu ,kok pacar tak tahu kalau kamu sakit ,kalau tahu kan bisa bermanja sama dia."
"emangnya aku manja tidak kali ".
di saat aku ngobrol sama Kharis pak Andi datang dan langsung masuk ke dalam rumah setelah menyapa kami berdua.
dengan segera ku siapkan makan di meja keluarga.
setelah siap semua ,kami pun makan bersama .
di tengah berkumpulnya keluarga pak Andi bicara kalau di kantor nya membutuhkan tenaga baru di bidang otomotif .
kalau kalian punya teman yang ahli otomotif bisa di rekomendasikan .
ku tanya kan syarat apa saja karena setelah mendengar perkataan pak Andi pikiranku langsung menuju Arya .
"syaratnya gampang cuma kerja keras dan tekun saja Zain ,apa temanmu ada yang jago otomotif."
"ada sih pak tapi bukan jago cuma dia itu pandai segala mesin ".
"oh bagus besok saja kamu tanyai dia apa bersedia gabung kerja di kantor ku".
"oh injih pak".
injih apa lagi itu tanya Arya tapi pelan lalu Bu Riska yang mendengar itu menjelaskan kalau injih artinya ia dalam bahasa Jawa halus nak .
__ADS_1