
ku angkat telpon dari Reza setelah selesai ku kembali duduk bersama Kharis .
"gimana kok sebentar saja ngobrolnya"tanyanya penasaran .
",oh dia cuma ingin tahu kabarku dan dia juga titip salam untukmu "jawabku .
lalu dia bilang kalau Reza itu anak baik jadi tidak salah jika dia mendapatkan aku dia juga berharap semoga pernikahanku dan Reza jadi pasangan yang harmonis .
mendengar kata kata nya yang manis hampir membuatku terlena lagi dengan perasaanku .
walau bagaimanapun ku berusaha namun perasaan cintaku tak kan mungkin langsung terhapus .
"ok doa kan saja semoga semua lancar "jawabku.
setelah kurasa keadaan sudah stabil ku tinggalkan Kharis sendiri di teras .
Bu Dewi datang berkunjung ke sini untuk bertemu Kharis langsung ,saat masuk gerbang Bu Dewi melihat Kharis di teras ku lihat dari balik jendela.
__ADS_1
langkah Bu Dewi sedikit perlahan maklum saja terlalu berat beban di hatinya .
"nak .....nak... mama mama ...mau minta maaf ya karena ego mama kamu jadi korbannya"perkataan yang ber bata bata .
lalu Kharis mengangkat kepalanya dan menatap ibunya
"ma.... ma.... mama tenang saja aku sudah terbiasa di jadikan mainan ma.... dulu saat mama dan ayah bercerai pun aku sudah jadi mainan yang di perebutkan jadi bukan hal yang baru bagi ku "curahan Kharis .
tanpa di sadari air mata berlinang di pipi Kharis begitu pula Bu Dewi beliau menangis tersedu sedu tak berdaya untuk berdiri .
ku memperhatikan dari dalam dan ternyata bukan aku saja yang memperhatikan Bu Riska pun melihat dari balik jendela dapur bersama pak Andi .
memang kalau menurut cerita pak Andi perceraian pak Andi dan Bu Dewi itu karena memang keinginan Bu Dewi yang tidak terima dengan keadaan pak Andi dulu yang masih bekerja sebagai karyawan .
dengan segala cara pak Andi sudah mengupayakan agar pernikahannya tetap utuh namun Bu Dewi selalu membuat ulah agar pernikahannya hancur .
akhirnya perceraian pun tidak bisa di hindari lagi ,setelah bercerai Kharis jadi rebutan .
__ADS_1
dan pengadilan memutuskan Kharis ikut mamanya melihat kondisi Kharis masih kecil dan tak mungkin jika ikut pak Andi .
pak Andi pun mengusap pipinya mungkin beliau juga menangis melihat derita Kharis .
andai pernikahan ini tidak batal apa mungkin dia bisa bahagia dengan wanita yang tidak mencintainya.
jujur aku juga merasa bersalah karena memang sebenarnya aku sudah tahu kalau Anita waktu itu sedang menangis di kamar mandi namun ku tak bisa memberi tahu semuanya.
semoga saja dengan kejadian ini Bu Dewi sadar kalau Kharis bukan mainan tapi dia anaknya yang punya hati dan juga memendam trauma .
jadi tidak tega aku melihat mereka ,lalu pak Andi keluar untuk menenangkan mereka berdua dan pak Andi meminta agar masalah ini di lupakan saja dan di jadikan pengalaman .
sehingga suatu hari nanti kalau Kharis sedah benar benar siap memiliki keluarga pak Andi meminta agar Bu Dewi tidak ikut campur dan tetap merestui siapapun dan seperti apapun pokoknya Kharis bahagia itu prioritasnya .
Bu Dewi tak bisa bicara beliau hanya mengangguk dan mengusap air matanya dengan tisu .
Ayo kakak dukung aku yang baru belajar ya makasih💗💗💗
__ADS_1