
ku mulai menjawab satu persatu pertanyaan dari Bu Riska ku katakan kalau Arya itu sahabat ku hanya itu dan kamu hanya sebatas itu tidak lebih .
Bu Riska mendengarkan penjelasan ku dan di akhir perbincangan kami beliau menasehati ku agar aku selalu jaga diri biarpun aku hanya berteman tapi tetap saja harus ada jarak antara kalian .
ku maklumi perkataan beliau maksudnya bagaimanapun juga Arya laki -laki dan aku wanita jadi tak boleh terlalu akrab bisa ku terima nasehat beliau itu karena untuk kebaikanku juga.
kami duduk dan berbicara hampir 2jam dan berakhir karena mendengar panggilan dari kamar Kharis .
"Zain Zain Tolo........Ng!
oh itu suara Kharis Bu sebentar Bu ,biar aku saja yang ke sana
baiklah nduk ati ati
dengan segera ku datang ke kamar Kharis dan melihat keadaan nya .
__ADS_1
setiba di kamar ku periksa suhu tubuhnya ,suhunya sangat tinggi sekali dengan cepat ku ambil kompres untuk menurunkan panasnya .
sesekali ku usap keningnya sambil ku lakukan yang ku bisa hingga ku berhenti mendengar Kharis mengigau dan bicara .
"zain tolong jangan tinggalkan aku aku membutuhkan mu aku sangat ingin bersamamu aku aku aku......".potongan kata -kata yang terakhir yang belum ia nyatakan keburu dia lelap kembali .
walaupun itu ucapan di alam bawah sadarnya tapi mendengar pernyataan itu hatiku berdebar dan entah mengapa aku menginginkan hal ini menjadi kenyataan .
dalam lamunanku suara hatiku tak bisa berbohong kalau aku memang sangat mendambakan Kharis sebagai imam ku sekaligus teman dalam hatiku .
ku kembali memeriksa panas Kharis dan syukurlah kini panasnya sudah turun aku bisa bernapas lega itu berarti dia akan segera sembuh dan aku tak bisa lagi mendampinginya seperti saat ini .
hari telah berganti lagi dan pagi ini ku kembali memeriksa Kharis dan memastikan dia mau makan dan minum obat .
jerk....ku buka pintu kamar Kharis dia masih tidur rupanya ku periksa keningnya sudah tidak terlalu panas .
__ADS_1
baik karena panas sudah turun aku takkan mengganggu tidurnya ,sambil ku bereskan kamarnya dengan menanti dia bangun .
dan akhirnya dia sadar dan berusaha untuk bangun dari tempat tidur tapi karena kondisinya masih lemah dia tak kuasa untuk bangkit dari tempat tidur .
"tenang saja di sini biarkan sakitnya sembuh dulu nanti baru kamu bisa belajar beraktifitas lagi ,ku ambilkan makanan dulu dan minum obatnya biar cepat sembuh"
ku anjakan kakiku dari kamar Kharis tiba-tiba tanganku ditarik Kharis
"tunggu tunggu dulu di sinilah dulu ,aku ucapkan banyak terima kasih atas apa yang kamu lakukan untukku ,perawatan mu dan keperdulian mu terima kasih ya entah apa aku bisa membalasnya ."
mendengar kata itu aku langsung tersentuh ,emangnya apa yang aku lakukan ini begitu berarti untuk dia ,andai dia tahu perasaanku mungkin takkan dia bilang itu .
"ah santai aja aku ikhlas kok ngerawat kamu ini bukan hal yang besar apa lagi sulit kalau kamu rewel itu lain lagi ceritanya ."
candaku itu bisa membuat Kharis tersenyum itu sudah cukup bagiku ,
__ADS_1
betapa berat rasanya menyimpan perasaan sendirian apa lagi perasaan cinta sungguh kasihan kamu Zainab ,kataku dalam hati sembari merapikan kamar Kharis