
setelah jatuh lalu Kharis bangun pelan -pelan dan berjalan dengan sedikit tertatih lalu dia ketawa malu ,dan aku pun tertawa lepas .
"hhhhhhhh aduh kenapa emangnya kok bisa jatuh "tanyaku .
"itu ada air tumpah tadi di ubin jadi kan licin ,emang siapa sih yang numpahin air kok gak tanggung jawab gini "jawabnya kesal.
mungkin saja Radit pikirku karena anak kecil itu tadi mainan pistol pistolan air di depan .
lalu Kharis pun bertanya
"kemarin dari mana kok malam baru pulang ".
"ah biasa anak muda cari angin siapa tahu dapat gebetan juga kan lumayan dapat angin dapat pacar juga "jawabku .
Kharis diam saja dan berjalan menuju ruang keluarga .
sementara di tempat yang lain Reza yang saat ini masih dalam pengaruh obat masih belum sadarkan diri inginku besok mau jenguk dan kebetulan sekali pak Andi juga ingin ke rumah sakit beliau mengajak sekalian Bu Riska jadi aku di suruh sekalian bersama mereka.
__ADS_1
orang tua Reza yang stanbay di sana ,Reza anak tunggal jadi maklum saja bagaimana perasaan mereka setelah melihat sendiri kondisi Reza .
setelah sore tiba pak Andi dan Bu Riska menjemputku dan kami berangkat menjenguk Reza di rumah sakit ,sesampainya kami di sana ternyata ada orang tua ku juga yang kebetulan sekali sudah dulu menjenguk .
jadi kami semua berkumpul di rumah sakit seperti reoni saja .
saya di persilahkan masuk bersama pak Andi dan Bu Riska karena syukurlah kondisi Reza sudah berangsur sembuh dia sudah sadar tinggal pemulihan kesehatan saja .
saat aku masuk dan mendekat ku lihat senyum dari Reza dia mengedipkan matanya itu sebagai isyarat penyambutan untuk kami .
waktu besuk sudah selesai ku keluar saat ku melangkah rasanya ada yang menarik bajuku ku tengok ke belakang ternyata itu jari Reza jesangkut di celah bajuku .
"maaf Reza cepat sembuh ya.... semangat ".pamitku
setelah kami keluar orang tua Reza mengucapkan banyak -banyak terima kasih pada pak Andi atas pertolongannya untuk Reza .
"terima kasih banyak pak atas semua yang bapak lakukan pada anak kami entah bagaimana cara kami membalasnya sungguh bapak sudah berbuat yang besar untuk kami ".ungkap kedua orang tua Reza .
__ADS_1
"oh ia jangan begitu bapak kita sama -sama seorang ayah jangan sungkan begitu sekarang tinggal bagaimana caranya memulihkan kondisi Reza "jawab pak Andi .
ku menemui orang tuaku ternyata beliau sampai disini tadi pagi .
"Ibu bapak kenapa tidak memberi tahuku dulu kalau mau kesini jadi aku bisa menjemput ibu dan bapak ke stasiun " manjaku pada orang tuaku .
"ah bapak mu ini Lo katanya tidak boleh memberi tahu kamu nanti malah jadi merepotkan "jawab ibu sambil mengusap pundakku.
lalu orang tua Reza mengajak kami semuaakan di depan rumah sakit ini dan juga kebetulan resto di depan itu milik teman ayah Reza .
kami semua di persilahkan mampir di resto sedang Reza saat ini di serahkan pada suster yang di percaya ayah Reza supaya selalu menjaganya.
kami duduk melingkar layaknya dalam acara makan keluarga besar kami ber tuju memesan kesukaan masing -masing .
ku ingin pergi ke toilet dulu bentar ku berjalan lewat lorong resto dari kejauhan ku melihat ada Kharis sedang duduk bersama gadis ku tatap dari kejauhan siapa gadis itu .
lalu saat ku berjalan di depan toilet ku perhatikan tetap kurang jelas siapa wanita yang sedang bersama Kharis namun saat ku masuk toilet tanpa ku sengaja ku mendengar ada wanita yang sedang menangis .
__ADS_1