
Chapter 14
Pedang kristal
Perlu beberapa saat sebelum mereka bertiga bisa mencerna semua ini.
Setelah beberapa saat Feng Shu memecah keheningan, "Aku tidak peduli, selama Xiu Ya di pihak kita tak ada yang perlu dikhawatirkan." ucapnya tegas.
Xiu Jie dan Xiu Wang mengangguk.
Tanpa sengaja, Xiu Ya melewati kamar Dong Si. Terlihat Xiu Lan yang sedang berceloteh dan sesekali memasang tampang cemberut. Sedangkan Dong Si memasang senyum dan sesekali tertawa.
"Setidaknya Kakak seperguruan Dong tidak memiliki trauma." gumam Xiu Ya. Tak berlama lama Xiu Ya kembali ke kamarnya.
Xiu Ya memikirkan beberapa peristiwa penting yang akan terjadi selanjutnya, namun karena beberapa perubahan yang dilakukan Xiu Ya, otomatis akan mempengaruhi peristiwa yang terjadi dimasa depan.
"Tersisa 3 hari lagi sebelum kontes, aku harus menemukan pedang sementara yang cocok."
"Aku akan bertanya pada kakak seperguruan Dong tentang hal ini." Xiu Ya memutuskan.
Setelahnya Xiu Ya keluar kamarnya dan pergi menuju kamar Dong Si. Xiu Ya mengetuk pintu.
Tok tok tok
Xiu Lan menoleh dan melihat Xiu Ya, "Kakak? Ada apa?" tanya nya.
__ADS_1
"Ada apa? Kakak tidak boleh kesini? Apa kakak menganggu? Hm?" Xiu Ya menggoda Xiu Lan.
Xiu Lan panik, "Menganggu? Te-tentu saja tidak! Ap-apa maksud kakak?!" ucap nya terbata bata.
Xiu Ya hanya terkekeh kecil.
Dong Si hanya menggeleng pelan melihat tingkah laku kakak beradik didepannya. "Kau ada perlu denganku Xiu Ya?" tanya Dong Si.
Xiu Ya mengangguk, "Benar, Lan'er bisakah kau meninggalkan kami berdua?" tanya Xiu Ya.
Xiu Lan memiringkan kepalanya, "Baiklah kak." kemudian Xiu Lan meninggalkan kamar Dong Si.
Xiu Ya mengambil kursi kemudian duduk disamping kasur Dong Si.
"Ada apa?" tanya Dong Si.
Dong Si berpikir sejenak kemudian mengelus dagunya, "Aku memiliki pedang yang sesuai dengan ukuran tubuhmu namun ini hanya pedang biasa....." ucap Dong Hai merasa ragu.
"Tak apa, setidaknya aku memiliki pedang. " ucap Xiu Lan. Dengan pedang pemberian Dong Si, dia tidak perlu repot repot pergi ke kota.
Dong Si memperhatikan Xiu Ya sejenak, "Baik, ambillah." Dong Si menggerakkan jarinya sedikit. Muncullah pedang seukuran tubuh Xiu Ya.
Xiu Ya mengambil pedang tersebut kemudian sedikit terkejut, "Kakak Dong, darimana kau mendapatkan pedang ini?" tanya Xiu Ya.
Dong Si memejamkan matanya sebentar, "Kalau tidak salah, ini pusaka keluargaku. Namun entah sejak kapan, orang orang di keluargaku hanya menganggapnya pedang sampah. Kemudian aku mengambilnya karena sayang jika harus dibuang. Setelahnya aku berikan padamu." jelas Dong Si.
__ADS_1
Xiu Ya melebarkan matanya, "Pedang biasa? kau bercanda?!" batin Xiu Ya terkejut.
"Ada apa Xiu Ya? Apa kau tak menyukainya?" tanya Dong Si.
"Ah, bukan, bukan begitu. Terimakasih Kakak seperguruan Dong, Xiu Ya pamit." Xiu Ya segera berlari keluar kamar Dong Si.
Dong Si yang melihat Xiu Ya berlari menaikkan alisnya, "Apa yang membuatnya begitu terburu buru? Bukankah itu hanya pedang biasa"
Xiu Ya segera masuk ke dalam kamarnya kemudian melompat lompat. "Aku tak percaya ini! Aku mendapatkan pedang kristal!"
Pedang kristal adalah pedang yang menyesuaikan bentuk tubuh tuannya. Mungkin dari luar ini terlihat seperti pedang biasa, namun begitu pedang kristal dikontrak pedang biasa ini akan berubah menjadi pedang kaca yang sangat indah. Oleh karena itu pedang ini dinamakan pedang kristal. ltkop
Selain itu, pedang kristal juga merupakan salah satu pedang yang dapat dialiri oleh semua kekuatan elemen. . Kekuatan yang dihasilkan juga tak main main, pedang kristal ini mungkin termasuk artefak langit.
"Orang orang akan mulai memperebutkan pedang kristal sekitar 20 tahun lagi. Namun karena perubahan yang kulakukan dapat dipastikan akan kurang dari 15 tahun lagi." Xiu Ya menggigit jempolnya.
"Lupakan. Sekarang aku akan menyempurnakan [Tarian Bunga Malam]." Xiu Ya mengambil kuda kuda kemudian mulai mempraktikkannya.
Setelah kurang lebih 2 batang dupa, Xiu Ya berhasil menguasai [Tarian Bunga Malam].
Setelahnya Xiu Ya beristirahat untuk menyambut hari esok.
Keesokan harinya
Tok tok tok
__ADS_1
"Xiu Ya kau sudah ditunggu semuanya di meja makan penginapan." ucap Xiu Jie.