
Chapter 18
Dimana Aku Mengenalnya?
"Ba-baik baik kami akan melepas jubah ini...." ucap Xiu Wang terpaksa.
Xiu Lan menampilkan wajah bahagianya. Setelahnya Xiu Lan berbicara dengan Xiu Ya, "Kakak! Bisakah kita berjalan jalan di kota hari ini? Lan'er bosan." pinta Xiu Lan dengan wajah berbinar binar.
Xiu Ya sedikit tidak yakin, bagaimanapun dia harus bertemu gurunya lagi hari ini. Xiu Ya memejamkan matanya sejenak kemudian menghela nafas, "Baik....tapi tidak bisa lama lama, ada yang harus kakak lakukan." ucap Xiu Ya.
Xiu Lan mengangguk, "Baik kak!"
Setelah berdiskusi dan berbincang santai, semua orang mulai melakukan urusannya masing masing termasuk Xiu Ya dan Xiu Lan.
"Lan'er.....gunakan jubahmu." ucap Xiu Ya.
Xiu Lan mengangguk kemudian berlari mengambil jubahnya dikamar. Mereka berjalan jalan santai di jalan Kota Emas.
"Jadi, kita akan pergi kemana kak?" tanya Xiu Lan.
"Entahlah....apa ada tempat yang ingin kau kunjungi Lan'er?" ucap Xiu Ya.
Xiu Lan berpikir sejenak, "Lan'er dengar ada yang menjual roti kukus di Kota Emas, Lan'er ingin mencobanya!" ucap Xiu Lan bersemangat.
"Baik." ucap Xiu Ya.
Tidak jauh dari kios roti kukus, terlihat seorang nona muda sedang memerintahkan pengawalnya mencambuk sepasang suami istri. Xiu Lan menoleh kearah Xiu Ya. Xiu Ya mengerti kemudian mengangguk.
__ADS_1
"Permisi...." ucap Xiu Lan berdesakan.
Xiu Ya dan Xiu Lan terus berdesakan hingga mencapai barisan depan.
"Beraninya orang miskin seperti kalian menabrak nona muda ini!" teriak nona muda itu marah.
"M-maaf nona, kami minta maaf." ucap seorang pria memohon.
"Pengawal, cambuk mereka!" perintah nona muda.
"Nona! Kumohon! Maafkan kami!" mohon seorang wanita.
Tanpa basa basi pengawal tersebut mulai mencambuk dua orang dihadapannya.
"Argh!" teriak pria tersebut melindungi wanita disebelahnya.
Nona muda tersebut menatap jijik dua orang dihadapannya.
Xiu Lan mengepal tangannya, "Kakak....." lirihnya menahan emosi.
Xiu Ya mengangguk.
Tanpa basi basi Xiu Lan meninju pengawal yang mencambuk dua orang tersebut.
Buk
Dalam sekejap pengawal tersebut terkapar di tanah. Orang orang yang menonton terkejut. Meskipun kultivasi Xiu Lan masih tingkat 2, Xiu Lan dapat mengalahkan kultivator tingkat 4 karena tubuh yang dimiliki Xiu Lan sedikit spesial.
__ADS_1
Nona muda itu terkejut, "K-kau berani melawanku?!' teriaknya marah.
Xiu Lan tidak mengubris nona muda tersebut dan memilih membantu dua orang dihadapannya. "Apa kalian baik baik saja?" tanyanya sedih.
"Nona, terimakasih sudah menyelamatkan kami." ucap wanita tersebut bersujud dihadapan Xiu Lan.
"Cepat pergi.....suamimu membutuhkan pengobatan." ucap Xiu Lan.
Wanita tersebut berterimakasih sekali lagi kemudian pergi sembari membopong suaminya.
"Kau! Kau berani mengabaikan nona ini?!' nona muda tersebut berteriak murka.
Xiu Lan membalikkan tubuhnya, "Benarkah? Maaf." ucapnya singkat.
Orang orang yang menonton tertawa keras.
Xiu Ya menyeringai melihat perbuatan adiknya, "Bagus....itu baru adikku."
"Kau!!!!" wajah nona muda tersebut merah karena marah. Namun tiba tiba dia tersenyum mengejek, "Kenapa kau memakai tudung? Apa kau takut orang lain mengetahui bahwa kau sebenarnya buruk rupa?"
"Pftt..." Xiu Ya tertawa kecil. "Buruk rupa? Apa dia tidak salah?" batin Xiu Ya.
"Tapi kakak kakakku mengatakan kalau aku memiliki paras yang cantik...." ucap Xiu Lan.
"Hahaha! Kau? Cantik? Mimpi! Lebih baik kau tunjukkan pada kami wajahmu yang sebenarnya!" tantang nona muda tersebut.
Xiu Lan menoleh ke arah Xiu Ya. Kemudian Xiu ya mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah...." ucap Xiu Lan kemudian membuka tudungnya.