Kembalinya Sang Ratu

Kembalinya Sang Ratu
23. Pembunuh


__ADS_3

Chapter 23


Pembunuh


"Baiklah, saya harus segera kembali patriak." pamit Xiu Ya.


"Ah, baiklah nona, silahkan." balas patriak Gong ramah.


Belum sempat Xiu Ya keluar, Patriak Gong menghentikan Xiu Ya.


"Nona, tunggu!" cegah Patriak Gong.


Xiu Ya berbalik, "Ada apa?" tanya Xiu Ya.


"Sebelumnya saya belum mengetahui nama nona." ucap Patriak Gong malu.


Xiu Ya tertawa kecil, "Xiu Ya, namaku Xiu Ya." jawab Xiu Ya kemudian segera hilang dari pandangan Patriak Gong.


_____________________


Xiu Ya segera bergerak mencari Xiu Wang dan yang lainnya. Akhirnya Xiu Ya memutuskan pergi ke penginapan. Sesampainya di penginapan, Xiu Ya menghampiri salah satu meja.


"Apa yang akan kita lakukan besok?" tanya Xiu Ya tiba tiba.


Hal tersebut sukses mengagetkan ketiga orang dimeja tersebut.


"Ah! Xiu Ya, tolong jangan muncul secara tiba tiba seperti itu." ucap Xiu Wang sembari mengelus dadanya.

__ADS_1


Xiu Ya tertawa kecil, "Maaf." ucap Xiu Ya.


Xiu Ya segera bergabung dengan Xiu Wang dan yang lainnya di meja. Kemudian mereka mulai berdiskusi seputar kontes perburuan.


Keesokan harinya


Entah apa yang membuat Xiu Ya, Xiu Lan, Xiu Wang, Xiu Jie, dan Feng Shu menggunakan pakaian yang sama, yaitu pakaian bernuansa hijau. Namun mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena mereka pikir itu hal yang baik. Dan sesuai perjanjian, tak ada yang memakai jubah lagi. Xiu Lan tersenyum penuh kemenangan.


Kemudian mereka turun menuju meja makan penginapan. Sesuai pemikiran mereka, mereka menjadi pusat perhatian. Alasan? tentu saja karena wajah mereka yang rupawan. Xiu Wang dan yang lainnya hanya menghela nafas pasrah. Mereka mengacuhkan para pelanggan lain dan sibuk dengan makanannya. Setelahnya, mereka segera pergi menuju Sekte Tombak Emas. Rencananya, semua anak muda yang dinyatakan lulus akan berkumpul di Sekte Tombak Emas dan berangkat menuju Hutan Beast menggunakan Burung gyrfalcon.


Di tengah perjalanan menuju Sekte Tombak Emas, Xiu Ya merasa ada yang mengikutinya dengan niat membunuh yang disembunyikan. Tanpa sepengetahuan Xiu Wang dan yang lainnya, Xiu Ya memisahkan diri. Hal tersebut tak luput dari penglihatan orang yang mengikuti Xiu Ya, pembunuh tersebut mengikuti Xiu Ya.


"Memisahkan diri dari kelompoknya? Bodoh sekali." batin pembunuh tersebut senang. Dengan begini, ia tak perlu repot repot membunuh Xiu Ya.


Sedangkan yang diincar hanya menyunggingkan senyum iblisnya, "Sepertinya aku akan mengotori tanganku lagi hari ini." batinnya senang.


"Aiyoo gadis kecil, ada kata kata terakhir?" tanya pembunuh tersebut.


Xiu Ya berbalik kemudian menyunggingkan senyum iblisnya, "Permintaan terakhir? sepertinya lebih cocok untukmu paman." Xiu Ya segera menghampiri pembunuh tersebut dengan kecepatan tinggi. Pembunuh tersebut terlambat merespon dan terlempar 10 langkah.


"Alam prajurit tingkat 9? benar benar layak." gumam Xiu Ya masih tersenyum lebar.


"Sialan!" umpat pembunuh tersebut. Pembunuh tersebut mengambil belatinya dan mulai bertarung dengan serius.


Xiu Ya meningkatkan kewaspadaannya dan mulai mengeluarkan pedangnya juga. Kemudian Xiu Ya dan si pembunuh mulai beradu sambil sesekali mengeluarkan jurus.


Trang trang

__ADS_1


Pedang dan belati mereka terus beradu hingga menimbulkan percikan api.


[Tarian Bunga Malam]


Xiu Ya menghindari setiap serangan si pembunuh dengan lihainya, hingga terlihat seperti menari. Si pembunuh mulai kesal dan menyerang secara brutal.


[Tusukan kematian]


Si pembunuh mengincar setiap titik vital pada tubuh Xiu Ya. Namun Xiu Ya masih menggunakan jurus tarian bunga malam sehingga segala serangan dapat ditahan dengan mudah. Qi kedua orang tersebut semakin menipis.


[Jurus 1000 Tusukan]


Si pembunuh mulai kerepotan dengan jurus Xiu Ya. Sedangkan Xiu Ya masih berkonsentrasi melepaskan 1000 tusukan tersebut. Beberapa serangan dari Xiu Ya berhasil mendarat di tubuh si pembunuh. Karena kesal si pembunuh melancarkan jurus terakhirnya sebelum Qi nya benar benar habis.


[Tapak Maut]


Jurus tersebut berhasil mengenai dada Xiu Ya. Xiu Ya dan pembunuh tersebut terlempar kebelakang. Si pembunuh mulai ambruk karena kehabisan Qi dan darah.


"Sialan! bagaimana bisa aku kalah dari seorang gadis kecil?!" teriak pembunuh tersebut sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir.


Di lain sisi, Xiu Ya juga tak kalah buruk, Xiu Ya muntah darah dan sekujur tubuhnya dipenuhi luka sayatan. Baju yang sebelumnya berearna hijau bersih, sudah digantikan dengan warna merah darah. Xiu Ya menahan sakit di dadanya dan mulai bermeditasi. "Aku harus segera menyembuhkan diri." gumam Xiu Ya.


2 jam berlalu, luka luka milik Xiu Ya sudah mulai sembuh, Qi milik Xiu Ya pun sudah hampir penuh. Beberapa waktu berlalu, Xiu Ya bangkit dari duduknya dan mulai berjalan mendekati mayat si pembunuh. Xiu Ya mengambil cincin penyimpanan milik si pembunuh beserta token giok miliknya. Sesaat, Xiu Ya terkejut, token giok ini menunjukkan bahwa pembunuh tersebut berasal dari sekte angin fajar.


_______________


Maaf telat, nanti malam An update kembali :)

__ADS_1


__ADS_2